{"id":33302,"date":"2023-04-29T10:11:47","date_gmt":"2023-04-29T03:11:47","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=33302"},"modified":"2023-04-29T10:11:47","modified_gmt":"2023-04-29T03:11:47","slug":"cara-agar-ketupat-tidak-basi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-agar-ketupat-tidak-basi\/","title":{"rendered":"Cara Agar Ketupat Tidak Basi"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-agar-ketupat-tidak-basi\/#1_Menambahkan_Air_Kapur_Sirih\" >1. Menambahkan Air Kapur Sirih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-agar-ketupat-tidak-basi\/#2_Memasak_Ketupat_dengan_Air_Mendidih\" >2. Memasak Ketupat dengan Air Mendidih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-agar-ketupat-tidak-basi\/#3_Menyimpan_Ketupat_di_Tempat_Kering_dan_Sejuk\" >3. Menyimpan Ketupat di Tempat Kering dan Sejuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-agar-ketupat-tidak-basi\/#4_Menyimpan_Ketupat_di_Kulkas_atau_Freezer\" >4. Menyimpan Ketupat di Kulkas atau Freezer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-agar-ketupat-tidak-basi\/#5_Menghangatkan_Ketupat_Sebelum_Disajikan\" >5. Menghangatkan Ketupat Sebelum Disajikan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Ketupat adalah salah satu makanan khas yang sering disajikan saat lebaran. Namun, ketupat juga mudah basi jika tidak disimpan dengan benar. Bagaimana cara agar ketupat tidak basi dan tetap awet? Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu coba:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menambahkan_Air_Kapur_Sirih\"><\/span>1. Menambahkan Air Kapur Sirih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu cara agar ketupat tidak basi adalah dengan menambahkan air kapur sirih saat memasaknya. Air kapur sirih bisa membantu mengawetkan beras dan membuat ketupat lebih padat dan gurih\u00b9\u00b2. Caranya, cuci bersih beras dan rendam dalam air kapur sirih selama 15 menit. Tiriskan dan masukkan ke dalam janur (daun kelapa muda) yang sudah dicuci dan dikeringkan\u2075. Isi janur hanya setengah bagian saja agar beras bisa mengembang saat dimasak.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Memasak_Ketupat_dengan_Air_Mendidih\"><\/span>2. Memasak Ketupat dengan Air Mendidih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah mengisi janur dengan beras, masukkan ke dalam panci yang sudah berisi air mendidih\u00b2. Pastikan air cukup untuk menutupi semua janur. Masak ketupat dengan api sedang hingga matang, sekitar 3-4 jam\u00b3. Jangan lupa untuk menambahkan air panas jika air di panci berkurang. Jangan membuka tutup panci selama memasak agar uap panas tidak keluar dan ketupat matang merata.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menyimpan_Ketupat_di_Tempat_Kering_dan_Sejuk\"><\/span>3. Menyimpan Ketupat di Tempat Kering dan Sejuk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah ketupat matang, angkat dari panci dan tiriskan\u00b2. Biarkan ketupat dingin sebelum menyimpannya. Simpan ketupat di tempat kering dan sejuk, jauh dari sinar matahari langsung atau sumber panas lainnya\u2074. Hindari menyimpan ketupat di tempat lembab atau berbau karena bisa mempengaruhi rasa dan kualitasnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Menyimpan_Ketupat_di_Kulkas_atau_Freezer\"><\/span>4. Menyimpan Ketupat di Kulkas atau Freezer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika ingin menyimpan ketupat lebih lama, kamu bisa memasukkannya ke dalam kulkas atau freezer\u00b9\u2074. Caranya, bungkus ketupat dengan plastik atau kertas alumunium foil agar tidak kering atau beku. Simpan di rak paling bawah kulkas atau di freezer. Ketupat bisa bertahan hingga seminggu jika disimpan di kulkas atau lebih lama jika disimpan di freezer.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Menghangatkan_Ketupat_Sebelum_Disajikan\"><\/span>5. Menghangatkan Ketupat Sebelum Disajikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Saat ingin mengonsumsi ketupat, kamu bisa menghangatkannya terlebih dahulu agar lebih lembut dan enak\u00b9\u2074. Caranya, keluarkan ketupat dari kulkas atau freezer dan biarkan suhunya menyesuaikan dengan suhu ruangan. Kemudian kukus atau rebus ketupat hingga panas. Angkat dan tiriskan sebelum disajikan.<\/p>\n<p>Itulah beberapa cara agar ketupat tidak basi dan tetap awet. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang ingin membuat atau menyimpan ketupat.<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>(1) 5 Cara Menyimpan Ketupat agar Awet dan Tidak Cepat Basi &#8211; detikfood. https:\/\/food.detik.com\/info-kuliner\/d-6057762\/5-cara-menyimpan-ketupat-agar-awet-dan-tidak-cepat-basi.<\/p>\n<p>(2) 5 Tips Membuat Ketupat agar Tidak Cepat Basi dan Rasanya Lebih Gurih. https:\/\/www.kompas.com\/food\/read\/2021\/05\/06\/201100675\/5-tips-membuat-ketupat-agar-tidak-cepat-basi-dan-rasanya-lebih-gurih.<\/p>\n<p>(3) Resep Ketupat Agar Tidak Mudah Basi, Ini Dia Rahasianya!. https:\/\/ramadan.tempo.co\/read\/1716204\/resep-ketupat-agar-tidak-mudah-basi-ini-dia-rahasianya.<\/p>\n<p>(4) 8 Tips Masak Ketupat Hasilnya Padat, Empuk, dan Tidak Cepat Basi. https:\/\/www.kompas.com\/food\/read\/2023\/04\/25\/170400275\/8-tips-masak-ketupat-hasilnya-padat-empuk-dan-tidak-cepat-basi.<\/p>\n<p>(5) 9 Tips Ketupat Lebaran agar Tidak Cepat Basi dan Bisa Awet sampai &#8230;. https:\/\/www.liputan6.com\/hot\/read\/5259138\/9-tips-ketupat-lebaran-agar-tidak-cepat-basi-dan-bisa-awet-sampai-seminggu.<\/p>\n<p>(6) 5 Tips Menyimpan Ketupat Lebaran Agar Tidak Cepat Basi. https:\/\/www.detik.com\/bali\/berita\/d-6693714\/5-tips-menyimpan-ketupat-lebaran-agar-tidak-cepat-basi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketupat adalah salah satu makanan khas yang sering disajikan saat lebaran. Namun, ketupat juga mudah basi jika tidak disimpan dengan benar. Bagaimana cara agar ketupat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-33302","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33302","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33302"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33302\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}