{"id":32909,"date":"2023-04-04T13:55:18","date_gmt":"2023-04-04T06:55:18","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=32909"},"modified":"2023-04-04T13:55:18","modified_gmt":"2023-04-04T06:55:18","slug":"bolehkah-sahur-setelah-adzan-subuh-karena-telat-bangun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bolehkah-sahur-setelah-adzan-subuh-karena-telat-bangun\/","title":{"rendered":"Bolehkah Sahur Setelah Adzan Subuh Karena Telat Bangun?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bolehkah-sahur-setelah-adzan-subuh-karena-telat-bangun\/#Batas_Waktu_Sahur_Berdasarkan_Al-Quran_dan_Hadits\" >Batas Waktu Sahur Berdasarkan Al-Qur&#8217;an dan Hadits<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bolehkah-sahur-setelah-adzan-subuh-karena-telat-bangun\/#Hukum_Sahur_Setelah_Adzan_Subuh\" >Hukum Sahur Setelah Adzan Subuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bolehkah-sahur-setelah-adzan-subuh-karena-telat-bangun\/#Anjuran_Waktu_Sahur\" >Anjuran Waktu Sahur<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bolehkah-sahur-setelah-adzan-subuh-karena-telat-bangun\/#Pandangan_Ulama_Terkait_Hadits_Sahur_Setelah_Adzan_Subuh\" >Pandangan Ulama Terkait Hadits Sahur Setelah Adzan Subuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/bolehkah-sahur-setelah-adzan-subuh-karena-telat-bangun\/#Penjelasan_Ulama_dan_Pendapat_Mayoritas\" >Penjelasan Ulama dan Pendapat Mayoritas<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sahur merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan bagi orang yang ingin berpuasa. Sahur dapat memberikan kekuatan dan kesehatan bagi orang yang berpuasa, sehingga memudahkan dalam menjalankan ibadahnya. Namun, bagaimana jika kita terlambat bangun dan baru dapat makan sahur setelah adzan subuh berkumandang? Apakah puasa kita masih sah?<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Batas_Waktu_Sahur_Berdasarkan_Al-Quran_dan_Hadits\"><\/span>Batas Waktu Sahur Berdasarkan Al-Qur&#8217;an dan Hadits<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berdasarkan Al-Qur&#8217;an dan hadits, waktu sahur berakhir saat fajar tiba, yaitu terbitnya benang putih dari benang hitam. Hal ini dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 187:<\/p>\n<blockquote><p>\u201c&#8230; Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam \u2026\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Selain itu, dalam hadits riwayat Anas bin Malik dari Zahid bin Tsabit, disebutkan bahwa Zahid bin Tsabit pernah makan sahur bersama Rasulullah SAW, lalu mereka melaksanakan shalat. Ketika Anas bin Malik bertanya mengenai jarak waktu antara makan sahur dan shalat fajar, Zahid bin Tsabit menjawab, \u201c(seperti waktu yang dibutuhkan untuk membaca) 50 ayat.\u201d<\/p>\n<p>Dari hadits ini, kita mengetahui bahwa sahur dilakukan mendekati waktu fajar atau sebelum terbitnya fajar. Adapun adzan subuh dikumandangkan saat fajar tiba. Oleh karena itu, jika kita makan sahur setelah adzan subuh, berarti kita telah melewati batas waktu sahur.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hukum_Sahur_Setelah_Adzan_Subuh\"><\/span>Hukum Sahur Setelah Adzan Subuh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Bolehkah sahur dilakukan saat adzan subuh berkumandang? Merujuk pada penjelasan dari Saiyid Mahadhir Lc. MA, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa para ulama sepakat jika waktu subuh tiba dan masih ada makanan di mulut seseorang, maka makanan tersebut harus dimuntahkan. Setelah itu, orang tersebut boleh melanjutkan puasanya. Namun, jika ia sengaja menelan makanan padahal sudah tahu subuh telah tiba, maka puasanya batal.<\/p>\n<p>Dalam hadits lain disebutkan, \u201cJika salah seorang di antara kamu mendengar adzan sedangkan ia masih memegang piring (makan), maka janganlah ia meletakkannya sehingga ia menyelesaikan hajatnya (makannya),\u201d (HR Ahmad, Abu Dawud, Hakim).<\/p>\n<p>Imam An-Nawawi juga menjelaskan bahwa ada hadits yang membolehkan makan dan minum saat adzan, tetapi ini berlaku untuk adzan pertama, bukan adzan kedua. Pada zaman Rasulullah SAW, adzan subuh dikumandangkan dua kali; pertama oleh Bilal sebelum masuk waktu subuh, dan kedua oleh Ibnu Ummi Maktum ketika subuh tiba. Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cMakan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum azan. Karena dia tidak akan azan kecuali setelah terbitnya fajar shadiq,\u201d (HR Bukhari dan Muslim).<\/p><\/blockquote>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Anjuran_Waktu_Sahur\"><\/span>Anjuran Waktu Sahur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dengan demikian, dianjurkan untuk menyelesaikan aktivitas sahur sekitar 10 menit sebelum masuk waktu subuh agar puasa yang dijalani terbebas dari keraguan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pandangan_Ulama_Terkait_Hadits_Sahur_Setelah_Adzan_Subuh\"><\/span>Pandangan Ulama Terkait Hadits Sahur Setelah Adzan Subuh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dikutip dari tnnujabar.or.id, ada hadits mauquf dari sahabat Hudzayfah bin al-Yaman yang dikeluarkan oleh Imam Al-Nasa`iy, Imam Ibn Majah, dan Imam Ahmad mengenai makan sahur bersama Nabi SAW pada waktu yang diklaim sebagai siang hari, namun belum terbit matahari. Hadits ini menegaskan bahwa sahur dilakukan saat menjelang terbit fajar, bukan setelahnya.<\/p>\n<p>Selain itu, terdapat hadits marfu` dari Abu Hurayrah yang dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud, Imam Ahmad, Imam Al-Hakim, Imam Al-Bayhaqi, dan Imam Daruquthniy. Hadits ini menyatakan bahwa jika seseorang mendengar adzan subuh dan masih ada makanan di tangannya, ia diperbolehkan menyelesaikan makannya terlebih dahulu. Namun, hadits ini masih bisa dikompromikan dengan hadits lain yang lebih kuat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penjelasan_Ulama_dan_Pendapat_Mayoritas\"><\/span>Penjelasan Ulama dan Pendapat Mayoritas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Menurut Imam Al-Sindiy dalam komentarnya terhadap Sunan Ibn Majah, istilah &#8220;siang&#8221; dalam hadits Hudzayfah merujuk pada \u201csiang syar`iy\u201d, dan &#8220;matahari&#8221; di sini berarti \u201cfajar\u201d. Hadits ini bermakna bahwa makan sahur dilakukan menjelang terbitnya fajar. Bahkan, ada ulama yang menyebut bahwa hadits ini telah dinasakh (dihapus hukumnya) setelah turunnya Al-Baqarah ayat 187.<\/p>\n<p>Pendapat mayoritas ulama, yang menjadi pegangan Imam 4 Madzhab (Imam Hanafiy, Imam Malik, Imam Syafi`iy, Imam Hanbali) dan para Fuqaha, melarang makan sahur setelah terbitnya fajar shadiq. Ibn al-Qayyim al-Jawziyah dalam <em>Tahdzib al-Sunan<\/em> mengomentari hal ini, sementara Ibnu Qudamah dalam <em>Al-Mughniy<\/em> menegaskan bahwa ijmak ulama sepakat mengenai hal ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sahur merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan bagi orang yang ingin berpuasa. Sahur dapat memberikan kekuatan dan kesehatan bagi orang yang berpuasa,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44022,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-32909","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32909","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32909"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32909\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}