{"id":32776,"date":"2023-04-01T12:09:07","date_gmt":"2023-04-01T05:09:07","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=32776"},"modified":"2023-04-01T12:09:07","modified_gmt":"2023-04-01T05:09:07","slug":"tanda-tanda-puasa-yang-diterima-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tanda-tanda-puasa-yang-diterima-allah\/","title":{"rendered":"Tanda-Tanda Puasa yang Diterima Allah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tanda-tanda-puasa-yang-diterima-allah\/#Dimudahkan_melakukan_puasa_sunnah_setelah_Ramadhan\" >Dimudahkan melakukan puasa sunnah setelah Ramadhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tanda-tanda-puasa-yang-diterima-allah\/#Dijauhkan_dari_perbuatan_tercela\" >Dijauhkan dari perbuatan tercela<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tanda-tanda-puasa-yang-diterima-allah\/#Mendapat_kehidupan_yang_baik\" >Mendapat kehidupan yang baik<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sebagai hamba Allah SWT, kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan puasa sesuai dengan syarat dan rukunnya, serta mengisi waktu puasa dengan amalan-amalan shalih lainnya, seperti salat, membaca Al-Qur\u2019an, berdzikir, bersedekah, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui apakah puasa kita diterima oleh Allah SWT atau tidak? Tentu saja kita tidak bisa mengetahuinya secara pasti, karena hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Namun, ada beberapa tanda-tanda atau ciri-ciri yang bisa menjadi indikasi bahwa puasa kita diterima oleh Allah SWT. Tanda-tanda ini tidaklah mutlak, tetapi bisa menjadi motivasi dan dorongan bagi kita untuk terus berusaha meningkatkan kualitas puasa kita.<\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa tanda-tanda puasa yang diterima Allah SWT:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dimudahkan_melakukan_puasa_sunnah_setelah_Ramadhan\"><\/span>Dimudahkan melakukan puasa sunnah setelah Ramadhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu tanda bahwa puasa Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT adalah jika kita dimudahkan untuk melanjutkan puasa sunnah setelah Ramadhan, seperti puasa Syawal, Senin-Kamis, Arafah, Asyura, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan taufik dan rahmat kepada kita untuk terus beribadah kepada-Nya dengan cara yang dicintai-Nya.<\/p>\n<p>Sebaliknya, jika kita merasa berat dan malas untuk melakukan puasa sunnah setelah Ramadhan, maka ini bisa menjadi tanda bahwa puasa Ramadhan kita belum diterima oleh Allah SWT. Karena jika Allah SWT menerima amal seorang hamba, maka Dia akan memberikan kemudahan dan kesempatan kepada hamba tersebut untuk melakukan amal shalih yang lain setelahnya.<\/p>\n<p>Dalam sebuah hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n<p>\u201cBarang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal maka dia seperti berpuasa selama setahun.\u201d<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dijauhkan_dari_perbuatan_tercela\"><\/span>Dijauhkan dari perbuatan tercela<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tanda lain bahwa puasa kita diterima oleh Allah SWT adalah jika kita dijauhkan dari perbuatan-perbuatan tercela, seperti berbohong, menggunjing, menfitnah, berzina, mencuri, dan lain-lain. Puasa seharusnya membuat kita lebih sadar dan takut kepada Allah SWT sehingga kita menjaga lisan dan perbuatan kita dari hal-hal yang dapat menyakiti diri sendiri maupun orang lain.<\/p>\n<p>Sebaliknya, jika kita masih saja melakukan perbuatan-perbuatan tercela saat berpuasa atau setelah berpuasa, maka ini bisa menjadi tanda bahwa puasa kita belum diterima oleh Allah SWT. Karena puasa yang diterima oleh Allah SWT adalah puasa yang tidak hanya menahan diri dari makan dan minum saja, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat merusak kebaikan hati.<\/p>\n<p>Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n<p>&#8220;Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tetap mengamalkannya, maka Allah Ta\u2019ala tidak butuh kepada puasanya.&#8221;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mendapat_kehidupan_yang_baik\"><\/span>Mendapat kehidupan yang baik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tanda selanjutnya bahwa puasa kita diterima oleh Allah SWT adalah jika kita mendapat kehidupan yang baik, baik di dunia maupun di akhirat. Kehidupan yang baik di dunia berarti kita mendapat rezeki yang halal dan berkah, kesehatan yang prima, keluarga yang harmonis, sahabat yang shalih, dan lain-lain. Kehidupan yang baik di akhirat berarti kita mendapat ampunan dan rahmat dari Allah SWT, surga yang indah, dan nikmat-nikmat yang abadi.<\/p>\n<p>Sebaliknya, jika kita mendapat kehidupan yang buruk, baik di dunia maupun di akhirat, maka ini bisa menjadi tanda bahwa puasa kita belum diterima oleh Allah SWT. Kehidupan yang buruk di dunia berarti kita mendapat rezeki yang haram dan sedikit, penyakit yang berat, keluarga yang bermasalah, sahabat yang jahat, dan lain-lain. Kehidupan yang buruk di akhirat berarti kita mendapat siksa dan murka dari Allah SWT, neraka yang mengerikan, dan azab-azab yang pedih.<\/p>\n<p>Dalam sebuah hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n<p>\u201cBarang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab (mengharap pahala dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.\u201d<\/p>\n<p>Demikianlah beberapa tanda-tanda puasa yang diterima Allah SWT. Semoga kita termasuk orang-orang yang puasanya diterima oleh Allah SWT dan mendapat kebaikan di dunia dan akhirat. Aamiin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai hamba Allah SWT, kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan puasa sesuai dengan syarat dan rukunnya, serta mengisi waktu puasa dengan amalan-amalan shalih&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-32776","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32776","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32776"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32776\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32776"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32776"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32776"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}