{"id":32511,"date":"2023-03-21T16:48:24","date_gmt":"2023-03-21T09:48:24","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=32511"},"modified":"2023-03-21T16:48:24","modified_gmt":"2023-03-21T09:48:24","slug":"puasa-ramadhan-syarat-rukun-dan-yang-membatalkannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/puasa-ramadhan-syarat-rukun-dan-yang-membatalkannya\/","title":{"rendered":"Puasa Ramadhan: Syarat, Rukun dan Yang Membatalkannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/puasa-ramadhan-syarat-rukun-dan-yang-membatalkannya\/#Syarat_Wajib_Puasa_Ramadhan\" >Syarat Wajib Puasa Ramadhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/puasa-ramadhan-syarat-rukun-dan-yang-membatalkannya\/#Rukun_Puasa_Ramadhan\" >Rukun Puasa Ramadhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/puasa-ramadhan-syarat-rukun-dan-yang-membatalkannya\/#Hal-Hal_Yang_Membatalkan_Puasa\" >Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Dalam melaksanakan ibadah puasa ramadhan, umat muslim harus memenuhi syarat-syarat wajib puasa ramadhan, menjalankan rukun-rukun puasa ramadhan, serta menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang syarat-syarat wajib puasa ramadhan, rukun-rukun puasa ramadhan, serta hal-hal yang membatalkan puasa.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Wajib_Puasa_Ramadhan\"><\/span><strong>Syarat Wajib Puasa Ramadhan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Syarat wajib puasa ramadhan adalah syarat-syarat yang mewajibkan seseorang untuk berpuasa di bulan ramadhan. Jika seseorang tidak memenuhi syarat-syarat ini, maka ia tidak wajib berpuasa atau boleh tidak berpuasa dengan alasan tertentu. Adapun syarat-syarat wajib puasa ramadhan adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p><strong>1. Islam<\/strong><\/p>\n<p>Syarat pertama untuk wajib berpuasa adalah Islam. Hanya orang-orang yang beragama Islam saja yang diwajibkan untuk berpuasa di bulan ramadan. Orang-orang non-muslim tidak berkewajiban untuk berpuasa karena mereka tidak mengakui kebenaran agama Islam.<\/p>\n<p><strong>2. Baligh<\/strong><\/p>\n<p>Syarat kedua untuk wajib berpuasa adalah baligh atau sudah dewasa secara fisik maupun mental. Baligh ditandai dengan adanya tanda-tanda seperti mimpi basah (ihtilam), haidl (datang bulan) bagi perempuan atau mimpi basah bagi laki-laki (mani), tumbuhnya rambut kemaluan atau ketiak (bulugh), suara menjadi besar bagi laki-laki (sinab), atau mencapai usia 15 tahun hijriyah (hisl). Anak-anak yang belum baligh tidak diwajibkan untuk berpuasa namun dianjurkan untuk dilatih agar terbiasa dengan ibadah ini.<\/p>\n<p><strong>3. Berakal<\/strong><br \/>\nSyarat ketiga untuk wajib berpuasaa adalah berakal atau memiliki kemampuan untuk membedakan antara baik dan buruk serta mengerti hukum-hukum agama Islam. Orang-orang yang tidak memiliki akal seperti orang gila atau orang bodoh tidak diwajibkan untuk berpuasaa karena mereka tidak dapat bertanggung jawab atas perbuatannya.<\/p>\n<p><strong>4. Suci dari haidl dan nifas<\/strong><br \/>\nSyarat keempat untuk wajib berpuasaa adalah suci dari haidl (darah menstruasi) dan nifas (darah nifas). Perempuan-perempuan yang sedang mengalami haidl atau nifas tidak boleh berpuasaa karena mereka dalam keadaaan najis besar sehingga harus mandi besar terlebih dahulu sebelum melakukan ibdah-ibdah lainnya termasuk sholat.<\/p>\n<p><strong>5. Mampu<\/strong><\/p>\n<p>Syarat kelima untuk wajib berpuasa adalah mampu atau memiliki kemampuan fisik dan mental untuk menahan lapar dan haus serta segala hal yang membatalkannya. Orang-orang yang tidak mampu berpuasa karena alasan kesehatan seperti sakit, hamil, menyusui, atau tua renta boleh tidak berpuasa dengan syarat harus mengganti puasanya di hari lain atau membayar fidyah (memberi makan orang miskin) sesuai dengan ketentuan syariat.<\/p>\n<p><strong>6. Mukim<\/strong><\/p>\n<p>Syarat keenam untuk wajib berpuasa adalah mukim atau tidak sedang dalam perjalanan jauh. Orang-orang yang sedang bepergian jauh boleh tidak berpuasa dengan syarat harus mengganti puasanya di hari lain setelah kembali ke tempat tinggalnya. Perjalanan jauh yang membolehkan seseorang tidak berpuasa adalah perjalanan yang melebihi batas qashar (pendeknya sholat) yaitu sekitar 80 km atau 16 farsakh.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rukun_Puasa_Ramadhan\"><\/span><strong>Rukun Puasa Ramadhan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Rukun puasa ramadhan adalah rukun-rukun atau hal-hal yang wajib dilakukan agar puasa ramadhan sah hukumnya. Jika seseorang tidak menjalankan rukun-rukun ini maka puasanya batal dan harus diulangi di hari lain. Adapun rukun-rukun puasa ramadhan adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Niat Rukun pertama untuk sahnya puasa ramadhan adalah niat. Niat adalah keinginan hati untuk melakukan ibadah puasa dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengharap pahala-Nya. Niat harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar shadiq (waktu imsak) dengan melafalkan bacaan niat sebagai berikut:<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>\u0646\u064e\u0648\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f \u0635\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u063a\u064e\u062f\u064d \u0639\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u062f\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064e \u0647\u0630\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0633\u0651\u0646\u0629\u0650 \u0644\u0644\u0647 \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201cSaya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu ramadhan tahun ini karena Allah Ta\u2019ala.\u201d<\/p>\n<ul>\n<li>Menahan diri dari segala yang membatalkannya Rukun kedua untuk sahnya puasa ramadhan adalah menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasanya mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Hal-hal yang dapat membatalkan puasanya antara lain adalah: Makan dan minum dengan sengaja, Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan seperti obat, rokok, dll, Hubungan intim, Onani, Muntah dengan sengaja, Haidl dan nifas, Gila dan murtad<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hal-Hal_Yang_Membatalkan_Puasa\"><\/span><strong>Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Hal-hal yang membatalkan puasa adalah hal-hal yang dapat menyebabkan seseorang harus mengganti atau membayar denda atas puasanya yang batal tersebut. Hal-hal yang membatalkan puasa ada dua macam yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Yang hanya mengharuskan qadla\u2019 (mengganti).<\/strong> Hal-hal ini adalah hal-hal yang dapat membatalkan puasanya namun hanya mengharuskan seseorang untuk mengganti puasanya di hari lain tanpa harus membayar denda (kaffarah). Contoh-contoh hal-hal ini antara lain:\n<ul>\n<li>Makan atau minum dengan sengaja atau lupa Jika seseorang makan atau minum dengan sengaja saat berpuasa maka ia telah batal. Jika seseorang makan atau minum dengan sengaja saat berpuasa maka ia telah batal puasanya dan harus mengganti puasanya di hari lain. Namun jika ia makan atau minum karena lupa maka ia tidak batal puasanya dan tidak perlu mengganti puasanya asalkan ia segera berhenti setelah ingat.<\/li>\n<li>Memasukkan obat melalui qubul (mulut) atau dubur Jika seseorang memasukkan obat melalui mulut atau dubur saat berpuasa maka ia telah batal puasanya dan harus mengganti puasanya di hari lain. Hal ini karena obat yang dimasukkan ke dalam rongga badan dapat mencapai perut dan menghilangkan rasa lapar.<\/li>\n<li>Gila atau murtad Jika seseorang menjadi gila atau murtad saat berpuasa maka ia telah batal puasanya dan harus mengganti puasanya di hari lain. Hal ini karena gila dan murtad adalah hal-hal yang menyebabkan seseorang tidak layak beribadah.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Yang mengharuskan qadla\u2019 dan kaffarah (denda).<\/strong> Hal-hal ini adalah hal-hal yang dapat membatalkan puasa namun tidak hanya mengharuskan seseorang untuk mengganti puasa di hari lain tetapi juga membayar denda (kaffarah) sebagai bentuk penebusan dosa. Contoh-contoh hal-hal ini antara lain:\n<ul>\n<li>Hubungan intim Jika seseorang melakukan hubungan intim dengan pasangannya saat berpuasa maka ia telah batal puasa dan harus mengganti puasa di hari lain serta membayar kaffarah. Kaffarah untuk hubungan intim saat berpuasa adalah salah satu dari tiga perkara berikut: Memerdekakan budak muslim; Puasa dua bulan berturut-turut tanpa putus; Memberi makan enam puluh orang miskin, setiap orang satu mud (sekitar 750 gram) dari jenis makanan pokok; Jika seseorang tidak mampu melakukan salah satu dari tiga perkara tersebut maka ia cukup bertaubat kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam melaksanakan ibadah puasa ramadhan, umat muslim harus memenuhi syarat-syarat wajib puasa ramadhan, menjalankan rukun-rukun puasa ramadhan, serta menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-32511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32511"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32511\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}