{"id":32481,"date":"2024-03-20T04:13:45","date_gmt":"2024-03-20T04:13:45","guid":{"rendered":"https:\/\/tipd.an-nur.ac.id\/?p=32481"},"modified":"2024-03-20T04:13:45","modified_gmt":"2024-03-20T04:13:45","slug":"mengatasi-kesalahan-umum-wordpress","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mengatasi-kesalahan-umum-wordpress\/","title":{"rendered":"Mengatasi Kesalahan Umum WordPress"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mengatasi-kesalahan-umum-wordpress\/#1_Kesalahan_Koneksi_Database\" >1. Kesalahan Koneksi Database<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mengatasi-kesalahan-umum-wordpress\/#2_Kesalahan_Internal_Server_500\" >2. Kesalahan Internal Server (500)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mengatasi-kesalahan-umum-wordpress\/#3_Kesalahan_404_Halaman_Tidak_Ditemukan\" >3. Kesalahan 404 Halaman Tidak Ditemukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mengatasi-kesalahan-umum-wordpress\/#4_Kesalahan_%E2%80%9CWhite_Screen_of_Death%E2%80%9D\" >4. Kesalahan &#8220;White Screen of Death&#8221;<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/mengatasi-kesalahan-umum-wordpress\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div class=\"markdown markdown-main-panel\" dir=\"ltr\">\n<p data-sourcepos=\"3:1-3:348\">WordPress merupakan platform Content Management System (CMS) yang populer dan mudah digunakan. Meskipun demikian, pengguna WordPress masih dapat menemui berbagai macam error atau kesalahan yang dapat mengganggu kinerja situs web. Artikel ini akan membahas beberapa kesalahan umum WordPress beserta solusi lengkap dan profesional untuk mengatasinya.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"5:1-5:33\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kesalahan_Koneksi_Database\"><\/span>1. Kesalahan Koneksi Database<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"7:1-7:135\">Kesalahan ini terjadi ketika WordPress tidak dapat terhubung ke database MySQL. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"9:1-12:0\">\n<li data-sourcepos=\"9:1-9:78\">Kesalahan pada informasi database (nama pengguna, kata sandi, nama database)<\/li>\n<li data-sourcepos=\"10:1-10:71\">File konfigurasi wp-config.php yang tidak terkonfigurasi dengan benar<\/li>\n<li data-sourcepos=\"11:1-12:0\">Kerusakan pada database MySQL<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"13:1-13:11\"><strong>Solusi:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"15:1-19:0\">\n<li data-sourcepos=\"15:1-15:175\">Periksa kembali informasi database Anda di file wp-config.php. Pastikan informasi tersebut sudah benar dan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh penyedia hosting Anda.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"16:1-16:95\">Jika Anda menggunakan plugin caching, coba nonaktifkan plugin tersebut untuk sementara waktu.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"17:1-17:122\">Periksa file wp-config.php Anda dan pastikan bahwa baris yang terkait dengan database tidak terhapus atau termodifikasi.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"18:1-19:0\">Jika Anda masih mengalami masalah, Anda dapat mencoba memperbaiki database MySQL Anda menggunakan alat phpMyAdmin.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"20:1-20:38\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kesalahan_Internal_Server_500\"><\/span>2. Kesalahan Internal Server (500)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"22:1-22:159\">Kesalahan internal server 500 merupakan salah satu kesalahan umum WordPress yang paling sering terjadi. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"24:1-27:0\">\n<li data-sourcepos=\"24:1-24:43\">Kesalahan pada plugin atau tema WordPress<\/li>\n<li data-sourcepos=\"25:1-25:37\">Batas memori PHP yang terlalu kecil<\/li>\n<li data-sourcepos=\"26:1-27:0\">File .htaccess yang corrupt<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"28:1-28:11\"><strong>Solusi:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"30:1-34:0\">\n<li data-sourcepos=\"30:1-30:163\">Coba aktifkan kembali tema WordPress default Anda. Jika error 500 hilang, maka kemungkinan besar error tersebut disebabkan oleh tema WordPress yang Anda gunakan.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"31:1-31:164\">Nonaktifkan semua plugin WordPress Anda satu per satu. Jika error 500 hilang setelah menonaktifkan plugin tertentu, maka plugin tersebut adalah penyebab errornya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"32:1-32:119\">Tingkatkan batas memori PHP di server Anda. Anda dapat melakukannya dengan mengedit file php.ini atau melalui cPanel.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"33:1-34:0\">Periksa file .htaccess Anda dan pastikan bahwa tidak ada kesalahan pada kode di dalamnya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"35:1-35:44\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kesalahan_404_Halaman_Tidak_Ditemukan\"><\/span>3. Kesalahan 404 Halaman Tidak Ditemukan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"37:1-37:164\">Kesalahan 404 halaman tidak ditemukan terjadi ketika WordPress tidak dapat menemukan halaman yang Anda cari. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"39:1-42:0\">\n<li data-sourcepos=\"39:1-39:24\">URL yang diketik salah<\/li>\n<li data-sourcepos=\"40:1-40:60\">Permalinks WordPress yang tidak dikonfigurasi dengan benar<\/li>\n<li data-sourcepos=\"41:1-42:0\">Halaman atau postingan yang telah dihapus<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"43:1-43:11\"><strong>Solusi:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"45:1-48:0\">\n<li data-sourcepos=\"45:1-45:131\">Periksa kembali URL yang Anda ketik. Pastikan URL tersebut sudah benar dan sesuai dengan alamat halaman yang ingin Anda kunjungi.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"46:1-46:106\">Periksa pengaturan permalinks WordPress Anda. Pastikan permalinks Anda sudah dikonfigurasi dengan benar.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"47:1-48:0\">Jika Anda yakin bahwa URL dan permalinks Anda sudah benar, maka kemungkinan besar halaman atau postingan yang Anda cari telah dihapus.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"49:1-49:40\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kesalahan_%E2%80%9CWhite_Screen_of_Death%E2%80%9D\"><\/span>4. Kesalahan &#8220;White Screen of Death&#8221;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"51:1-51:218\">Kesalahan &#8220;white screen of death&#8221; (layar putih kematian) merupakan salah satu kesalahan WordPress yang paling frustasi. Hal ini terjadi ketika WordPress mengalami error fatal dan tidak dapat menampilkan konten apa pun.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"53:1-53:11\"><strong>Solusi:<\/strong><\/p>\n<ul data-sourcepos=\"55:1-59:0\">\n<li data-sourcepos=\"55:1-55:183\">Coba aktifkan kembali tema WordPress default Anda. Jika error &#8220;white screen of death&#8221; hilang, maka kemungkinan besar error tersebut disebabkan oleh tema WordPress yang Anda gunakan.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"56:1-56:184\">Nonaktifkan semua plugin WordPress Anda satu per satu. Jika error &#8220;white screen of death&#8221; hilang setelah menonaktifkan plugin tertentu, maka plugin tersebut adalah penyebab errornya.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"57:1-57:119\">Tingkatkan batas memori PHP di server Anda. Anda dapat melakukannya dengan mengedit file php.ini atau melalui cPanel.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"58:1-59:0\">Periksa log error WordPress Anda untuk mengetahui penyebab errornya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-sourcepos=\"60:1-60:14\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p data-sourcepos=\"62:1-62:299\">Kesalahan umum WordPress dapat terjadi kapan saja dan mengganggu kinerja situs web Anda. Artikel ini telah membahas beberapa kesalahan umum WordPress beserta solusi lengkap dan profesional untuk mengatasinya. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat mengatasi error WordPress dengan mudah dan cepat.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WordPress merupakan platform Content Management System (CMS) yang populer dan mudah digunakan. Meskipun demikian, pengguna WordPress masih dapat menemui berbagai macam error atau kesalahan yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-32481","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32481","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32481"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32481\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}