{"id":32156,"date":"2023-03-07T16:16:37","date_gmt":"2023-03-07T09:16:37","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=32156"},"modified":"2023-03-07T16:16:37","modified_gmt":"2023-03-07T09:16:37","slug":"penyebab-anak-terlambat-berjalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyebab-anak-terlambat-berjalan\/","title":{"rendered":"Penyebab Anak Terlambat Berjalan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyebab-anak-terlambat-berjalan\/#1_Masalah_Kesehatan\" >1. Masalah Kesehatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyebab-anak-terlambat-berjalan\/#2_Keterlambatan_dalam_Pengembangan_Motorik\" >2. Keterlambatan dalam Pengembangan Motorik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyebab-anak-terlambat-berjalan\/#3_Lingkungan\" >3. Lingkungan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyebab-anak-terlambat-berjalan\/#4_Keturunan\" >4. Keturunan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyebab-anak-terlambat-berjalan\/#5_Keterlambatan_dalam_Pengembangan_Psikologis\" >5. Keterlambatan dalam Pengembangan Psikologis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/penyebab-anak-terlambat-berjalan\/#6_Masalah_Perkembangan_Fisik\" >6. Masalah Perkembangan Fisik<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Anak-anak biasanya berusaha berjalan saat usia mereka mencapai 10-18 bulan. Namun, ada juga beberapa anak yang terlambat berjalan, yaitu mereka yang baru mulai berjalan pada usia 2 tahun atau lebih. Anak-anak yang terlambat berjalan menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, karena mereka perlu tahu apa yang menyebabkan anak mereka terlambat berjalan.<\/p>\n<p>Berikut ini beberapa penyebab anak terlambat berjalan:<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Masalah_Kesehatan\"><\/span><strong>1. Masalah Kesehatan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Ada beberapa masalah kesehatan yang dapat menyebabkan anak terlambat berjalan. Masalah kesehatan tersebut termasuk penyakit neurologis, penyakit jantung, gangguan perkembangan otot, dan masalah penglihatan atau pendengaran.<\/p>\n<p>Selain masalah kesehatan, anak yang berat badannya terlalu rendah juga dapat menyebabkan terlambatnya perkembangan motoriknya.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Keterlambatan_dalam_Pengembangan_Motorik\"><\/span><strong>2. Keterlambatan dalam Pengembangan Motorik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Keterlambatan dalam pengembangan motorik adalah masalah yang sering dialami oleh anak-anak yang terlambat berjalan. Keterlambatan ini terjadi karena beberapa faktor, seperti masalah kesehatan, masalah pembelajaran, masalah pendengaran atau penglihatan, dan masalah psikologis.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Lingkungan\"><\/span><strong>3. Lingkungan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Lingkungan juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi anak untuk terlambat berjalan. Anak yang tinggal di lingkungan yang kurang aman atau tidak memiliki akses ke peralatan bermain yang aman akan mengalami keterlambatan dalam perkembangan motoriknya.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Keturunan\"><\/span><strong>4. Keturunan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Beberapa kondisi medis atau gangguan perkembangan otot dapat diwariskan dari orang tua ke anak. Jika salah satu orang tua memiliki masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik anak, maka anak tersebut mungkin juga akan terlambat berjalan.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Keterlambatan_dalam_Pengembangan_Psikologis\"><\/span><strong>5. Keterlambatan dalam Pengembangan Psikologis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Keterlambatan dalam pengembangan psikologis juga merupakan penyebab anak terlambat berjalan. Anak yang mengalami gangguan perkembangan psikologis, seperti masalah emosional dan keterlambatan dalam pengembangan bahasa, sering mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Masalah_Perkembangan_Fisik\"><\/span><strong>6. Masalah Perkembangan Fisik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Masalah perkembangan fisik juga dapat menyebabkan anak terlambat berjalan. Beberapa masalah perkembangan fisik yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik anak termasuk masalah tulang, masalah persendian, dan masalah fisik lainnya.<\/p>\n<p>Untuk mengetahui penyebab pasti anak terlambat berjalan, orang tua harus mengunjungi dokter anak. Dokter akan melakukan tes medis untuk mengetahui penyebab pasti anak terlambat berjalan. Setelah itu, dokter akan meresepkan obat atau perawatan yang diperlukan untuk membantu anak berjalan lebih awal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anak-anak biasanya berusaha berjalan saat usia mereka mencapai 10-18 bulan. Namun, ada juga beberapa anak yang terlambat berjalan, yaitu mereka yang baru mulai berjalan pada&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-32156","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32156","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32156"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32156\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}