{"id":31951,"date":"2023-02-18T10:45:56","date_gmt":"2023-02-18T03:45:56","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=31951"},"modified":"2023-02-18T10:45:56","modified_gmt":"2023-02-18T03:45:56","slug":"tokoh-ilmuwan-muslim-pada-masa-bani-umayyah-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-ilmuwan-muslim-pada-masa-bani-umayyah-2\/","title":{"rendered":"Tokoh\/Ilmuwan Muslim Pada Masa Bani Umayyah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-ilmuwan-muslim-pada-masa-bani-umayyah-2\/#Seni_Bahasa_dan_Sastra\" >Seni Bahasa dan Sastra<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-ilmuwan-muslim-pada-masa-bani-umayyah-2\/#Ilmu_Tafsir\" >Ilmu Tafsir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-ilmuwan-muslim-pada-masa-bani-umayyah-2\/#Ilmu_Hadits\" >Ilmu Hadits<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-ilmuwan-muslim-pada-masa-bani-umayyah-2\/#Fiqih\" >Fiqih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-ilmuwan-muslim-pada-masa-bani-umayyah-2\/#ilmu_kimia\" >ilmu kimia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-ilmuwan-muslim-pada-masa-bani-umayyah-2\/#Ilmu_Kedokteran\" >Ilmu Kedokteran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-ilmuwan-muslim-pada-masa-bani-umayyah-2\/#Ilmu_Filsafat\" >Ilmu Filsafat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tokoh-ilmuwan-muslim-pada-masa-bani-umayyah-2\/#Musik_dan_Kesenian\" >Musik dan Kesenian<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam sepak terjang yang dilakukan Bani Umayyah di bidang pendidikan Islam, banyak melahirkan para ulama yang ahli di bidangnya, mereka bertanggung jawab terhadap kelancaran jalannya pendidikan, Dalam hal ini, Ulama memikul tugas mengajar dan memberikan bimbingan serta pimpinan kepada masyarakat.\u00a0Ulama bekerja atas dasar kesadaran dan tanggung jawab agama, bukan atas dasar pengangkatan dan penunjukkan pemerintah<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Diantara ulama yang menjadi pendidik sekaigus sebagai ilmuan pada waktu itu adalah:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Seni_Bahasa_dan_Sastra\"><\/span><strong>Seni Bahasa dan Sastra<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada masa pemerintahan Abd. Malik bin Marwan, bahasa arab digunakan sebagai administrasi negara. Dengan penggunaan bahasa Arab yang semakin luas dibutuhkan suatu panduan bahasa yang dapat digunakan semua orang. Hal itu mendorong lahirnya seorang ahli bahasa terkemuka yang bernama Imam Syibawaihi, yang mengarang sebuah buku yang berisi pokok-pokok kaidah bahasa Arab yang berjudul al-Kitab.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Disamping itu, pada pemerintahan Dinasti Umayyah di Andalusia terdapat juga ahli bahasa yang terkenal, antara lain: Ibnu Malik pengarang kitab Alfiah, Ibn Sayyidih, Ibn Khuruf, Ibn Al-Haj, Abu Ali Al-Isybili, Abu Al-hasan Ibn Usfur, dan Abu Hayyan Al-Garnathi,\u00a0al-Farisi, al-Zujaj. Di bidang sastra juga mengalami kemajuan. Hal itu ditandai dengan munculnya sastrawan-sastrawan yang terkemuka, seperti:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Qays Bin Mullawah menyusun buku yang berjudul Laila Majnun, wafat pada tahun 699 M.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Jamil Al-Uzri (701 M)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Al-Akhtal (701 M)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Umar Ibn Abi Rubi\u2019ah (719 M)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Al-Farazdaq (732 M)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Ibnu Al-Muqoffa (756 M)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Ibnu Al-Jarir (792 M)<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ilmu_Tafsir\"><\/span><strong> Ilmu Tafsir<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ilmu tafsir memliki makna yang strategis, disamping karena luasnya faktor\u00a0 kawasan Islam ke beberapa daerah luar Arab yang membawa konsekuensi lemahnya seni sastra Arab. Hal ini menyebabkan pencemaran bahasa Al-Qur&#8217;an dan makna Al-Qur&#8217;an yang digunakan untuk kepentingan golongan tertentu. Diantara tokoh-tokohnya adalah Mujahid, Athak bin Abu Rabah, Ikrimah, Qatadah, Said bin Jubair, Masruq bin al-Ajda&#8217;, Wahab bin Munabbih, Abdullah bin Salam, Abd Malik Ibnu Juraid al-Maliki.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ilmu tafsir pada masa itu belum mengalami perkembangan pesat sebagaimana terjadi pada masa pemerintahan Bani Abbasiyyah. Tafsir berkembang dari lisan ke lisan, sampai akhirnya tertulis. Ahli tafsir yang pertama pada masa itu ialah Ibnu Abbas, salah seorang sahabat nabi sekaligus paman nabi yang terkenal.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ilmu_Hadits\"><\/span><strong> Ilmu Hadits<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan ilmu Hadits sendiri terjadi setelah diketahui banyaknya hadits palsu yang dibuat oleh kelompok tertentu untuk kepentingan politik. Sebelumnya hadits hanya diriwayatkan dari mulut ke mulut. Setengah sahabat dan para pelajar ada yang mencatat hadits-hadits itu dalam buku catatannya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Atas dasar itulah dirasa penting untuk menyusun atau mengumpulkan dan membukukan Hadits-hadits tertentu saja, yang dikira kuat dalam sanad dan matannya. Diantara para ahli hadits yang terkenal pada masa itu ialah Muhammad bin Syihab al-Zuhri,\u00a0Hadits ada al-Zuhry, Abu Zubair Muhammad bin Muslim bin Idris.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fiqih\"><\/span><strong> Fiqih<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Pada periode Umayyah, telah melahirkan sejumlah mujtahid fiqih, terbukti ketika akhir masa Umayyah telah akhir tokoh madzhab seperti Imam Abu Hanifah di Irak dan Imam Malik Ibu Anas di Madinaah. Sedangkan Imam Syafi&#8217;i dan Imam Ahmad Ibnu Hambal lahir pada masa Dinasti Abbasiyyah.Dan di bidang fiqih, Umayyah di Spanyol Islam menganut mazhab Maliki, maka para ulama memperkenalkan materi-materi fiqih dari mazhab Imam Maliki.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Para Ulama yang memperkenalkan mazhab ini adalah Ziyad ibn Abd Al-Rahman. Perkembangan selanjutnya ditentukan ibn Yahya yang menjadi qadhi pada masa Hisyam ibn Abd Rahman. Ahli-ahli fiqih lainnya adalah Abu bakar ibn Al-Quthiyah, Munzir ibn Said Al-Baluthi dan Ibn Hazm, kemudian abu bakar al quthiyah, munzir bin sa,if al-baluthi dan ibnu hazim.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ilmu_kimia\"><\/span><strong> ilmu kimia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Khalifah Yazid bin Muawiyyah seorang khalifah yang pertama kali meyuruh untuk menerjemahkan buku-buku berbahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Beliau mendatangkan beberapa orang Romawi yang bermukim di mesir. Diantaranya\u00a0 Maryanis seorang pendeta yang mengajarkan ilmu kimia.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ilmu_Kedokteran\"><\/span><strong> Ilmu Kedokteran<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Peduduk Syam di Zaman ini telah banyak menyalin bermacam ilmu ke dalam bahasa Arab, seperti: ilmu-ilmu kedokteran misalnya karangan Qais Ahrun dalam bahasa Suryani yang disalin ke dalam bahasa Arab Masajuwaihi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ilmu_Filsafat\"><\/span><strong> Ilmu Filsafat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Islam di Andalusia telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah islam. Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang di lalui ilmu pengetahuan Yunani Arab ke Eropa abad ke 12 minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 selama pemerintahan bani umayyah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Tokoh pertama dalam sejarah filsafat Andalusia dalah Abu Bakr Muhammad bin al-Syaigh yang terkenal dengan nama Ibnu Bajjah. Karyanya adalah Tadbir al-muwahhid, tokoh kedua adalah Abu Bakr bin Thufail yang banyak menulis masalh kedokteran, astronomi dan filsafat. Karya filsafatnya yang terkenal adalah Hay bin Yaqzhan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Tokoh terbesar dalam bidang filsafat di Andalusia adalah Ibnu Rusyd dari cordova. Ia menafsirkan maskah \u2013 naskah aristoteles dan menggeltuti masalah \u2013 masalah menahun tentang keserasian filsafat agama.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Musik_dan_Kesenian\"><\/span><strong> Musik dan Kesenian<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dibidang ini dikenal seorang tokoh bernama Hasan bin Nafi yang berjuluk Zaryah. Dia juga terkenal sebagai penggubah lagu dan sering mengajarkan ilmunya kepada siapa saja sehingga kemasyhurannya makin meluas<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam sepak terjang yang dilakukan Bani Umayyah di bidang pendidikan Islam, banyak melahirkan para ulama yang ahli di bidangnya, mereka bertanggung jawab terhadap kelancaran jalannya&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-31951","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31951","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31951"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31951\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31951"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31951"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}