{"id":31755,"date":"2023-01-16T08:44:23","date_gmt":"2023-01-16T01:44:23","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=31755"},"modified":"2023-01-16T08:44:23","modified_gmt":"2023-01-16T01:44:23","slug":"sholat-sunnah-mutlaq","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sholat-sunnah-mutlaq\/","title":{"rendered":"Sholat Sunnah Mutlaq"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sholat-sunnah-mutlaq\/#Pengertian_Sholat_Sunnah_Mutlak\" >Pengertian Sholat Sunnah Mutlak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sholat-sunnah-mutlaq\/#Keutamaan_Sholat_Sunnah_Mutlak\" >Keutamaan Sholat Sunnah Mutlak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sholat-sunnah-mutlaq\/#Waktu_Pelaksanaan_Sholat_Sunnah_Mutlak\" >Waktu Pelaksanaan Sholat Sunnah Mutlak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sholat-sunnah-mutlaq\/#Tata_Cara_Pelaksanaan_Sholat_Sunnah_Mutlak\" >Tata Cara Pelaksanaan Sholat Sunnah Mutlak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sholat-sunnah-mutlaq\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sholat sunnah mutlak adalah sholat sunnah yang tidak terikat oleh waktu, sebab, atau jumlah rakaat tertentu. Artinya, sholat ini dapat dilaksanakan kapan saja, baik siang maupun malam, dengan jumlah rakaat minimal dua dan tanpa batas maksimal, sesuai kemampuan dan keikhlasan individu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Sholat_Sunnah_Mutlak\"><\/span>Pengertian Sholat Sunnah Mutlak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sholat sunnah mutlak merupakan ibadah tambahan yang dianjurkan dalam Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbeda dengan sholat sunnah muqayyad yang memiliki waktu dan sebab tertentu, sholat sunnah mutlak tidak terikat oleh ketentuan tersebut. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi umat Muslim untuk menambah amal ibadah sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang dimiliki.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keutamaan_Sholat_Sunnah_Mutlak\"><\/span>Keutamaan Sholat Sunnah Mutlak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Melaksanakan sholat sunnah mutlak memiliki berbagai keutamaan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Penyempurna Sholat Wajib: Sholat sunnah berfungsi sebagai penyempurna bagi kekurangan yang mungkin terjadi dalam sholat wajib.<\/li>\n<li>Meningkatkan Kedekatan dengan Allah SWT: Dengan memperbanyak sholat sunnah, seorang hamba menunjukkan kesungguhannya dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.<\/li>\n<li>Mendapatkan Pahala Tambahan: Setiap amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan pahala dari Allah SWT, termasuk sholat sunnah mutlak.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Waktu_Pelaksanaan_Sholat_Sunnah_Mutlak\"><\/span>Waktu Pelaksanaan Sholat Sunnah Mutlak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Meskipun sholat sunnah mutlak dapat dilaksanakan kapan saja, terdapat beberapa waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Setelah Sholat Subuh hingga Terbit Matahari: Dilarang melaksanakan sholat sunnah setelah sholat subuh hingga matahari terbit dan meninggi sekitar satu tombak.<\/li>\n<li>Saat Matahari Tepat di Atas Kepala (Istiwa&#8217;): Dilarang melaksanakan sholat saat matahari berada tepat di atas kepala hingga tergelincir ke barat, kecuali pada hari Jumat.<\/li>\n<li>Setelah Sholat Ashar hingga Matahari Terbenam: Dilarang melaksanakan sholat sunnah setelah sholat ashar hingga matahari terbenam.<\/li>\n<li>Saat Matahari Terbit hingga Meninggi: Dilarang melaksanakan sholat saat matahari mulai terbit hingga meninggi sekitar satu tombak.<\/li>\n<li>Saat Matahari Hampir Terbenam hingga Terbenam Sempurna: Dilarang melaksanakan sholat saat matahari mulai tenggelam hingga terbenam sempurna.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Larangan ini didasarkan pada hadits Rasulullah \ufdfa yang melarang sholat pada waktu-waktu tersebut untuk menghindari kesamaan dengan praktik penyembahan matahari yang dilakukan oleh kaum musyrik.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tata_Cara_Pelaksanaan_Sholat_Sunnah_Mutlak\"><\/span>Tata Cara Pelaksanaan Sholat Sunnah Mutlak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Tata cara pelaksanaan sholat sunnah mutlak sama dengan sholat pada umumnya, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Niat: Berniat dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah mutlak.<\/li>\n<li>Takbiratul Ihram: Mengucapkan &#8220;Allahu Akbar&#8221; sebagai tanda dimulainya sholat.<\/li>\n<li>Membaca Doa Iftitah: Membaca doa pembuka sholat.<\/li>\n<li>Membaca Surah Al-Fatihah: Dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah.<\/li>\n<li>Membaca Surah atau Ayat Lain: Setelah Al-Fatihah, membaca surah atau ayat lain dari Al-Qur&#8217;an.<\/li>\n<li>Rukuk: Membungkuk dengan tangan diletakkan di lutut.<\/li>\n<li>I&#8217;tidal: Berdiri tegak kembali setelah rukuk.<\/li>\n<li>Sujud: Bersujud dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki di lantai.<\/li>\n<li>Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk sejenak sebelum sujud kedua.<\/li>\n<li>Sujud Kedua: Melakukan sujud kedua.<\/li>\n<li>Bangkit untuk Rakaat Selanjutnya: Jika masih ada rakaat berikutnya, bangkit untuk melanjutkan.<\/li>\n<li>Tasyahud Akhir: Pada rakaat terakhir, membaca tasyahud akhir.<\/li>\n<li>Salam: Mengucapkan salam ke kanan dan kiri sebagai penutup sholat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jumlah rakaat dalam sholat sunnah mutlak minimal dua dan tidak ada batas maksimal, sehingga dapat disesuaikan dengan kemampuan dan keikhlasan masing-masing individu.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sholat sunnah mutlak merupakan salah satu bentuk ibadah yang fleksibel dan dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang. Dengan melaksanakan sholat ini, seorang Muslim dapat menambah kedekatan dengan Allah SWT, menyempurnakan sholat wajib, dan mendapatkan pahala tambahan. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sholat sunnah mutlak adalah sholat sunnah yang tidak terikat oleh waktu, sebab, atau jumlah rakaat tertentu. Artinya, sholat ini dapat dilaksanakan kapan saja, baik siang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-31755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31755"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31755\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}