{"id":31451,"date":"2023-01-06T21:56:41","date_gmt":"2023-01-06T14:56:41","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=31451"},"modified":"2023-01-06T21:56:41","modified_gmt":"2023-01-06T14:56:41","slug":"syarat-sah-sujud","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/syarat-sah-sujud\/","title":{"rendered":"Syarat sah sujud"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sujud merupakan salah satu rukun dalam shalat yang harus dilaksanakan dengan benar agar shalat dianggap sah. Menurut kitab &#8220;Safinatun Najah&#8221; karya Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami, terdapat tujuh syarat sah sujud yang harus dipenuhi:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Sujud dengan tujuh anggota tubuh<\/strong>: Sujud harus melibatkan tujuh anggota tubuh, yaitu dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah \ufdfa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:<\/p>\n<p>&#8220;Aku diperintahkan untuk bersujud di atas tujuh tulang (anggota tubuh): pada dahi\u2014beliau menunjuk hidungnya\u2014kedua tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung telapak kaki.&#8221;<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Dahi terbuka<\/strong>: Ketika sujud, dahi harus dalam keadaan terbuka tanpa tertutup oleh apapun, kecuali ada uzur seperti perban karena luka. Hal ini memastikan bahwa dahi langsung menyentuh tempat sujud.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Menekan dengan berat kepala<\/strong>: Saat sujud, kepala harus ditekan ke tempat sujud dengan berat yang cukup sehingga jika ada kapas di bawahnya, akan terlihat bekas tekanan. Ini menunjukkan bahwa sujud dilakukan dengan sungguh-sungguh.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Tidak ada maksud lain kecuali sujud<\/strong>: Turunnya badan ke posisi sujud harus semata-mata untuk tujuan sujud, bukan karena alasan lain seperti terjatuh atau didorong. Hal ini memastikan niat yang benar dalam pelaksanaan sujud.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Tidak sujud di atas sesuatu yang bergerak dengan gerakan shalat<\/strong>: Sujud tidak boleh dilakukan di atas sesuatu yang bergerak mengikuti gerakan orang yang shalat, seperti ujung pakaian yang panjang. Jika dilakukan, sujud dianggap tidak sah.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Meninggikan bagian punggung dan merendahkan bagian kepala<\/strong>: Posisi sujud harus memastikan bahwa punggung lebih tinggi daripada kepala, menunjukkan kerendahan hati di hadapan Allah.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Thuma\u2019ninah dalam sujud<\/strong>: Thuma\u2019ninah berarti tenang dan diam sejenak dalam posisi sujud, cukup untuk mengucapkan tasbih. Ini menunjukkan ketenangan dan kesungguhan dalam ibadah.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Memahami dan menerapkan ketujuh syarat ini sangat penting untuk memastikan sujud yang dilakukan dalam shalat sesuai dengan tuntunan syariat, sehingga shalat menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sujud merupakan salah satu rukun dalam shalat yang harus dilaksanakan dengan benar agar shalat dianggap sah. Menurut kitab &#8220;Safinatun Najah&#8221; karya Syekh Salim bin Sumair&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-31451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31451"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31451\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}