{"id":31432,"date":"2023-01-06T21:46:19","date_gmt":"2023-01-06T14:46:19","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=31432"},"modified":"2023-01-06T21:46:19","modified_gmt":"2023-01-06T14:46:19","slug":"larangan-bagi-orang-yang-berhadats-kecil-dan-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/larangan-bagi-orang-yang-berhadats-kecil-dan-besar\/","title":{"rendered":"Larangan bagi orang yang berhadats kecil dan besar"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"flex-shrink-0 flex flex-col relative items-end\">\n<div>\n<div class=\"pt-0\">\n<div class=\"gizmo-bot-avatar flex h-8 w-8 items-center justify-center overflow-hidden rounded-full\">\n<div class=\"relative p-1 rounded-sm flex items-center justify-center bg-token-main-surface-primary text-token-text-primary h-8 w-8\">Dalam ajaran Islam, menjaga kesucian diri dari hadats merupakan syarat penting untuk melaksanakan ibadah tertentu. Hadats terbagi menjadi dua: hadats kecil dan hadats besar. Masing-masing memiliki konsekuensi dan larangan tersendiri bagi seorang Muslim.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"group\/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex-col gap-1 md:gap-3\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col flex-grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"78e92161-0cb3-4f6f-a7a1-3635d6995e36\" data-message-model-slug=\"gpt-4o\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hadats Kecil dan Larangannya<\/strong><\/p>\n<p>Hadats kecil adalah kondisi yang mewajibkan seseorang untuk berwudhu sebelum melakukan ibadah tertentu. Contoh hadats kecil meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Keluarnya sesuatu dari salah satu dari dua jalan (qubul atau dubur), seperti buang angin atau buang air kecil.<\/li>\n<li>Hilangnya akal, misalnya karena tidur atau pingsan.<\/li>\n<li>Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tanpa penghalang.<\/li>\n<li>Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan atau bagian dalam jari.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Orang yang berada dalam keadaan hadats kecil dilarang melakukan:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Shalat<\/strong>, baik fardhu maupun sunnah. Shalat memerlukan kesucian dari hadats kecil, sehingga wudhu menjadi syarat sahnya shalat.<\/li>\n<li><strong>Thawaf<\/strong> (mengelilingi Ka&#8217;bah tujuh kali). Thawaf dianggap seperti shalat dalam hal kesucian, sehingga wudhu menjadi syarat sahnya thawaf.<\/li>\n<li><strong>Menyentuh atau membawa mushaf Al-Qur&#8217;an<\/strong>. Menurut madzhab Syafi&#8217;i, menyentuh atau membawa mushaf Al-Qur&#8217;an tanpa wudhu adalah haram.\n<div class=\"relative inline-flex items-center\"><span class=\"truncate\">Rumaysho<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Hadats Besar dan Larangannya<\/strong><\/p>\n<p>Hadats besar adalah kondisi yang mewajibkan seseorang untuk mandi junub (mandi besar) sebelum melakukan ibadah tertentu. Penyebab hadats besar antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Keluarnya mani, baik karena mimpi basah atau hubungan suami istri.<\/li>\n<li>Bersetubuh, meskipun tidak mengeluarkan mani.<\/li>\n<li>Haid dan nifas pada wanita.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Orang yang berada dalam keadaan hadats besar dilarang melakukan:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Shalat<\/strong>, baik fardhu maupun sunnah. Seperti halnya hadats kecil, shalat memerlukan kesucian dari hadats besar, sehingga mandi junub menjadi syarat sahnya shalat.<\/li>\n<li><strong>Thawaf<\/strong>. Kesucian dari hadats besar juga menjadi syarat sahnya thawaf.<\/li>\n<li><strong>Menyentuh atau membawa mushaf Al-Qur&#8217;an<\/strong>. Larangan ini juga berlaku bagi mereka yang dalam keadaan hadats besar.<\/li>\n<li><strong>Membaca Al-Qur&#8217;an<\/strong>. Orang yang junub dilarang membaca Al-Qur&#8217;an hingga mereka mandi junub.<\/li>\n<li><strong>Berdiam diri di masjid (i&#8217;tikaf)<\/strong>. Orang yang junub dilarang berdiam di masjid kecuali dalam keadaan tertentu, seperti hanya sekadar lewat tanpa berhenti.\n<div class=\"relative inline-flex items-center\"><span class=\"truncate\">Rumaysho<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Penutup<\/strong><\/p>\n<p>Memahami dan mematuhi larangan-larangan terkait hadats kecil dan besar sangat penting bagi setiap Muslim untuk menjaga kesucian diri dalam beribadah. Dengan demikian, ibadah yang dilakukan akan sah dan diterima oleh Allah SWT.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam ajaran Islam, menjaga kesucian diri dari hadats merupakan syarat penting untuk melaksanakan ibadah tertentu. Hadats terbagi menjadi dua: hadats kecil dan hadats besar. Masing-masing&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-31432","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31432"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31432\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}