{"id":30688,"date":"2022-12-31T19:51:57","date_gmt":"2022-12-31T12:51:57","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=30688"},"modified":"2022-12-31T19:51:57","modified_gmt":"2022-12-31T12:51:57","slug":"broken-home-pengertian-ciri-penyebab-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/broken-home-pengertian-ciri-penyebab-dan-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Broken Home: Pengertian, Ciri, Penyebab dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/broken-home-pengertian-ciri-penyebab-dan-cara-mengatasinya\/#Pengertian_Broken_Home\" >Pengertian Broken Home<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/broken-home-pengertian-ciri-penyebab-dan-cara-mengatasinya\/#Ciri_Broken_Home\" >Ciri Broken Home<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/broken-home-pengertian-ciri-penyebab-dan-cara-mengatasinya\/#Penyebab_Broken_Home\" >Penyebab Broken Home<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/broken-home-pengertian-ciri-penyebab-dan-cara-mengatasinya\/#Cara_Mengatasi_Broken_Home\" >Cara Mengatasi Broken Home<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Broken_Home\"><\/span><strong>Pengertian Broken Home<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<div class=\"w-full border-b border-black\/10 dark:border-gray-900\/50 text-gray-800 dark:text-gray-100 group bg-gray-50 dark:bg-[#444654]\">\n<div class=\"text-base gap-4 md:gap-6 m-auto md:max-w-2xl lg:max-w-2xl xl:max-w-3xl p-4 md:py-6 flex lg:px-0\">\n<div class=\"relative flex w-[calc(100%-50px)] md:flex-col lg:w-[calc(100%-115px)]\">\n<div class=\"flex flex-grow flex-col gap-3\">\n<div class=\"min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-4 whitespace-pre-wrap\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light\">\n<p>Broken home adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keluarga yang terpisah atau tidak lagi hidup bersama. Keluarga yang terpisah atau broken home dapat terjadi karena beberapa alasan seperti perceraian, kematian salah satu orang tua, atau perpisahan lainnya.<\/p>\n<p>Anak-anak yang tinggal di broken home biasanya harus tinggal dengan salah satu orang tua atau diasuh oleh keluarga lain. Keluarga broken home dapat mengalami kesulitan ekonomi dan emosional, serta memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap masalah kesehatan mental dan sosial.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri_Broken_Home\"><\/span><strong>Ciri Broken Home<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berikut ini adalah beberapa ciri yang umumnya dimiliki oleh keluarga broken home:<\/p>\n<ol>\n<li>Anak-anak tinggal dengan salah satu orang tua atau diasuh oleh keluarga lain: Anak-anak yang tinggal di broken home biasanya harus tinggal dengan salah satu orang tua atau diasuh oleh keluarga lain, terutama jika orang tua yang lain telah meninggal atau tidak lagi tinggal bersama.<\/li>\n<li>Kontak dengan orang tua yang lain terbatas: Anak-anak yang tinggal di broken home biasanya memiliki kontak yang terbatas dengan orang tua yang lain, terutama jika orang tua tersebut tinggal jauh atau tidak lagi memiliki hubungan yang baik.<\/li>\n<li>Kesulitan ekonomi: Keluarga broken home sering mengalami kesulitan ekonomi karena hanya mendapatkan pendapatan dari salah satu orang tua atau karena tidak adanya sumber pendapatan yang stabil.<\/li>\n<li>Masalah kesehatan mental dan sosial: Anak-anak yang tinggal di broken home memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap masalah kesehatan mental dan sosial, seperti depresi, kecemasan, dan masalah perilaku.<\/li>\n<li>Perubahan-perubahan drastis dalam kehidupan: Keluarga broken home biasanya mengalami perubahan-perubahan drastis dalam kehidupan seperti pindah tempat tinggal atau perubahan dalam rutinitas sehari-hari.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Broken_Home\"><\/span><strong>Penyebab Broken Home<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ada beberapa penyebab yang dapat menyebabkan terjadinya broken home, diantaranya:<\/p>\n<p><strong>Perbedaan pandangan dan kepribadian<\/strong><\/p>\n<p>Perbedaan pandangan dan kepribadian yang tidak dapat diselesaikan secara baik dapat menyebabkan terjadinya broken home.<\/p>\n<p><strong>Ketidakpuasan dalam hubungan<\/strong><\/p>\n<p>Kepuasan dalam hubungan merupakan faktor penting dalam keberlangsungan sebuah rumah tangga. Ketidakpuasan yang terus-menerus dapat menyebabkan terjadinya broken home.<\/p>\n<p><strong>Masalah keuangan<\/strong><\/p>\n<p>Masalah keuangan yang tidak dapat diselesaikan secara bersama dapat menyebabkan terjadinya broken home.<\/p>\n<p><strong>Perselingkuhan<\/strong><\/p>\n<p>Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya broken home.<\/p>\n<p><strong>Kekerasan dalam rumah tangga<\/strong><\/p>\n<p>Kekerasan dalam rumah tangga dapat menyebabkan terjadinya broken home.<\/p>\n<p><strong>Masalah komunikasi<\/strong><\/p>\n<p>Masalah komunikasi yang tidak dapat diselesaikan secara baik dapat menyebabkan terjadinya broken home.<\/p>\n<p><strong>Masalah keluarga<\/strong><\/p>\n<p>Masalah keluarga yang tidak dapat diselesaikan secara baik dapat menyebabkan terjadinya broken home.<\/p>\n<div class=\"flex flex-grow flex-col gap-3\">\n<div class=\"min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-4 whitespace-pre-wrap\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengatasi_Broken_Home\"><\/span><strong>Cara Mengatasi Broken Home<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi broken home:<\/p>\n<ol>\n<li>Terapkan komunikasi yang efektif: Salah satu cara terbaik untuk mengatasi broken home adalah dengan terapkan komunikasi yang efektif. Carilah waktu yang tepat untuk bicara dengan anggota keluarga lain dan coba untuk memahami pandangan dan perasaan mereka.<\/li>\n<li>Jangan memendam perasaan: Jangan memendam perasaan negatif seperti kemarahan atau kecewa. Cobalah untuk mengungkapkan perasaan tersebut dengan cara yang sopan dan tidak menyakiti orang lain.<\/li>\n<li>Carilah dukungan dari luar keluarga: Jika Anda merasa tidak dapat mengatasi masalah di dalam keluarga sendiri, carilah dukungan dari luar keluarga seperti teman, guru, atau profesional kesehatan mental.<\/li>\n<li>Jadikan keluarga baru: Meskipun broken home tidak bisa dihilangkan, Anda dapat membangun keluarga baru dengan orang-orang yang Anda sayangi dan memberikan dukungan kepada Anda.<\/li>\n<li>Carilah kegiatan yang menyenangkan: Carilah kegiatan yang menyenangkan seperti olahraga, hobi, atau kegiatan sosial lainnya untuk mengalihkan perhatian Anda dari masalah keluarga. Ini akan membantu Anda merasa lebih baik dan mengurangi stres.<\/li>\n<li>Jangan lupa untuk merawat diri sendiri: Jangan lupa untuk merawat diri sendiri dengan makan makanan sehat, tidur yang cukup, dan melakukan kegiatan fisik secara teratur. Ini akan membantu Anda merasa lebih sehat dan bahagia.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"w-full border-b border-black\/10 dark:border-gray-900\/50 text-gray-800 dark:text-gray-100 group dark:bg-gray-800\">\n<div class=\"text-base gap-4 md:gap-6 m-auto md:max-w-2xl lg:max-w-2xl xl:max-w-3xl p-4 md:py-6 flex lg:px-0\">\n<div class=\"w-[30px] flex flex-col relative items-end\">\n<div class=\"relative flex\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Broken Home Broken home adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keluarga yang terpisah atau tidak lagi hidup bersama. Keluarga yang terpisah atau broken home&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-30688","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30688"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30688\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}