{"id":3059,"date":"2023-08-03T09:37:54","date_gmt":"2023-08-03T09:37:54","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3059"},"modified":"2023-08-03T09:37:54","modified_gmt":"2023-08-03T09:37:54","slug":"peran-bank-sentral-dalam-sistem-pembayaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/peran-bank-sentral-dalam-sistem-pembayaran\/","title":{"rendered":"Peran Bank Sentral dalam Sistem Pembayaran"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/peran-bank-sentral-dalam-sistem-pembayaran\/#Pengertian_Sistem_Pembayaran\" >Pengertian Sistem Pembayaran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/peran-bank-sentral-dalam-sistem-pembayaran\/#Peran_Bank_Sentral_dalam_Sistem_Pembayaran\" >Peran Bank Sentral dalam Sistem Pembayaran<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Sistem_Pembayaran\"><\/span>Pengertian Sistem Pembayaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sistem pembayaran adalah sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain<sup>1<\/sup>.\u00a0Sistem pembayaran dapat melibatkan berbagai alat pembayaran, seperti uang kartal, cek, giro, kartu kredit, transfer dana, dan uang elektronik<sup>2<\/sup>.\u00a0Sistem pembayaran juga dapat meliputi berbagai lembaga penyedia jasa pembayaran, seperti bank, perusahaan fintech, dan lembaga kliring<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Sistem pembayaran yang lancar dan efisien merupakan salah satu syarat penting untuk mendukung perekonomian nasional.\u00a0Sistem pembayaran yang baik dapat meningkatkan efisiensi transaksi, mengurangi biaya transaksi, mempercepat sirkulasi uang, dan mendorong pertumbuhan ekonomi<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peran_Bank_Sentral_dalam_Sistem_Pembayaran\"><\/span>Peran Bank Sentral dalam Sistem Pembayaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Di Indonesia, pihak yang memiliki hak dan kewajiban untuk mengatur serta menjaga kelancaran dari sistem pembayaran adalah Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral<sup>1<\/sup>.\u00a0Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Bank Indonesia, yang menyatakan bahwa BI berwenang untuk menetapkan kebijakan, mengatur, melaksanakan, memberi persetujuan, perizinan, dan pengawasan atas penyelenggaraan sistem pembayaran<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Adapun peran sentral BI yang berkaitan dengan sistem pembayaran adalah sebagai berikut<sup>1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li>Kebijakan: BI menetapkan kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan melalui sistem pembayaran. Contohnya adalah kebijakan suku bunga acuan, operasi pasar terbuka, dan pengaturan jumlah uang beredar.<\/li>\n<li>Regulasi: BI mengeluarkan peraturan-peraturan yang mengatur tentang aspek-aspek teknis dan operasional dari sistem pembayaran. Contohnya adalah Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14\/23\/PBI\/2012 tentang Transfer Dana, PBI Nomor 11\/12\/PBI\/2009 tentang Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), dan PBI Nomor 20\/6\/PBI\/2018 tentang Uang Elektronik (E-Money).<\/li>\n<li>Perizinan: BI memberikan izin kepada lembaga-lembaga yang akan menyelenggarakan jasa pembayaran dalam sistem pembayaran. Contohnya adalah izin kepada bank untuk melakukan kegiatan transfer dana, izin kepada perusahaan fintech untuk menyediakan APMK atau E-Money, dan izin kepada lembaga kliring untuk melakukan penyelesaian transaksi antarbank.<\/li>\n<li>Pengawasan: BI melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan sistem pembayaran oleh lembaga-lembaga penyedia jasa pembayaran. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem pembayaran berjalan dengan aman, andal, efisien, dan terintegrasi. Pengawasan ini juga mencakup aspek-aspek seperti manajemen risiko, perlindungan konsumen, dan pencegahan tindak pidana pencucian uang.<\/li>\n<li>Operator: BI menyediakan layanan sistem pembayaran bagi lembaga-lembaga keuangan dan masyarakat. Layanan ini meliputi Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dan Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS). Layanan ini memungkinkan penyelesaian transaksi antarbank secara real time, kliring cek dan giro secara elektronik, dan penatausahaan serta penyelesaian surat berharga secara elektronik.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Bank sentral memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pembayaran di suatu negara. Bank sentral bertanggung jawab untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran agar dapat mendukung stabilitas moneter dan sistem keuangan. Bank sentral juga berperan sebagai regulator, pemberi izin, pengawas, dan operator dalam sistem pembayaran. Dengan demikian, bank sentral dapat memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Sistem Pembayaran dan Peran Sentral Bank Indonesia. https:\/\/www.fastpay.co.id\/blog\/sistem-pembayaran-dan-peran-sentral-bank-indonesia.html.<br \/>\n(2) Pengertian Sistem Pembayaran dan Peran Bank Sentral. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/pengertian-sistem-pembayaran-dan-peran-bank-sentral.<br \/>\n(3) Peran Bank Sentral dalam Sistem Pembayaran dan Kebijakan Moneter. https:\/\/www.zonareferensi.com\/peran-bank-sentral\/.<br \/>\n(4) KELEMBAGAAN BANK SENTRAL &#8211; Bank Indonesia. https:\/\/www.bi.go.id\/id\/bi-institute\/policy-mix\/core\/Documents\/Kelembagaan_Bank_Sentral.pdf.<br \/>\n(5) 7 Peran Bank Sentral Indonesia Bagi Perbankan dan Perekonomian &#8211; AKL. https:\/\/www.akuntansilengkap.com\/keuangan\/peran-bank-sentral\/.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Sistem Pembayaran Sistem pembayaran adalah sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain1.\u00a0Sistem pembayaran dapat melibatkan berbagai alat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3059","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3059","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3059"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3059\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}