{"id":30563,"date":"2022-12-31T09:15:47","date_gmt":"2022-12-31T02:15:47","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=30563"},"modified":"2022-12-31T09:15:47","modified_gmt":"2022-12-31T02:15:47","slug":"kisah-lengkap-nabi-nuh-a-s","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kisah-lengkap-nabi-nuh-a-s\/","title":{"rendered":"Kisah Lengkap Nabi Nuh A.S"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kisah-lengkap-nabi-nuh-a-s\/#Silsilah_dan_Masa_Diutusnya_Nabi_Nuh_AS\" >Silsilah dan Masa Diutusnya Nabi Nuh A.S<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kisah-lengkap-nabi-nuh-a-s\/#Dakwah_dan_Cobaan_yang_Dihadapi_oleh_Nabi_Nuh_AS\" >Dakwah dan Cobaan yang Dihadapi oleh Nabi Nuh A.S<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kisah-lengkap-nabi-nuh-a-s\/#Pembuatan_Kapal_dan_Banjir_Besar_yang_Menimpa_Kaum_Nabi_Nuh_AS\" >Pembuatan Kapal dan Banjir Besar yang Menimpa Kaum Nabi Nuh A.S<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kisah-lengkap-nabi-nuh-a-s\/#Keselamatan_dan_Keturunan_Nabi_Nuh_AS\" >Keselamatan dan Keturunan Nabi Nuh A.S<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kisah-lengkap-nabi-nuh-a-s\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Nabi Nuh a.s adalah salah satu nabi yang diutus oleh Allah SWT untuk mengajak kaumnya kembali ke jalan yang benar dan meninggalkan penyembahan berhala. Nabi Nuh a.s juga termasuk dalam golongan ulul azmi, yaitu nabi-nabi yang memiliki keteguhan dan kesabaran dalam berdakwah. Kisah Nabi Nuh a.s banyak diceritakan dalam Al-Quran dan hadis, serta kitab-kitab tafsir dan sejarah. Berikut adalah beberapa sub judul yang mengangkat kisah lengkap Nabi Nuh a.s:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Silsilah_dan_Masa_Diutusnya_Nabi_Nuh_AS\"><\/span>Silsilah dan Masa Diutusnya Nabi Nuh A.S<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Nabi Nuh a.s adalah keturunan kesembilan dari Nabi Adam a.s, dan merupakan nabi ketiga setelah Nabi Adam a.s dan Nabi Idris a.s. Menurut riwayat, jarak antara masa Nabi Adam a.s dan Nabi Nuh a.s adalah sekitar 10 abad atau 1000 tahun. Nabi Nuh a.s diutus oleh Allah SWT ketika kaumnya telah tersesat dan menyembah berhala-berhala yang sebenarnya adalah representasi dari orang-orang saleh terdahulu yang merupakan pewaris dari ajaran Nabi Idris a.s . Berhala-berhala itu dinamai Wadd, Shuwa, Yaghuts, Ya&#8217;uq, dan Nasr. Allah SWT menamakan Nabi Nuh a.s sebagai hamba yang bersyukur, dan memberinya umur yang panjang, yaitu sekitar 950 tahun. Namun, baru pada usia 480 tahun, Nabi Nuh a.s diangkat sebagai utusan Allah SWT untuk berdakwah kepada kaumnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dakwah_dan_Cobaan_yang_Dihadapi_oleh_Nabi_Nuh_AS\"><\/span>Dakwah dan Cobaan yang Dihadapi oleh Nabi Nuh A.S<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Nabi Nuh a.s berdakwah kepada kaumnya dengan penuh hikmah dan sabar. Ia mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT saja, dan meninggalkan berhala-berhala yang tidak dapat memberi manfaat atau mudarat kepada mereka. Ia juga mengingatkan mereka tentang akibat buruk jika mereka mendustakan nabi-nabi Allah SWT dan mengingkari perintah-Nya. Namun, kaumnya tidak mau mendengarkan seruan Nabi Nuh a.s. Mereka malah mengejek, mencela, mengancam, dan memboikot dakwahnya. Mereka juga mengikuti pemimpin-pemimpin mereka yang sombong dan kafir. Hanya sedikit orang yang beriman kepada Nabi Nuh a.s, yaitu sekitar 80 orang saja.<\/p>\n<p>Nabi Nuh a.s tidak putus asa dalam berdakwah. Ia terus menyampaikan risalah Allah SWT dengan berbagai cara, baik secara rahasia maupun terang-terangan, baik siang maupun malam, baik dengan peringatan maupun dengan bujukan. Ia juga berdoa kepada Allah SWT agar memberi petunjuk kepada kaumnya. Namun, setelah berdakwah selama 950 tahun, kaumnya tetap keras hati dan tidak mau beriman. Bahkan, mereka semakin bertambah kekufuran dan kesesatan mereka.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembuatan_Kapal_dan_Banjir_Besar_yang_Menimpa_Kaum_Nabi_Nuh_AS\"><\/span>Pembuatan Kapal dan Banjir Besar yang Menimpa Kaum Nabi Nuh A.S<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ketika Allah SWT telah menetapkan azab bagi kaum Nabi Nuh a.s, Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh a.s untuk membuat kapal besar yang dapat menampung dirinya, keluarganya (kecuali istrinya yang kafir), pengikut-pengikutnya yang beriman, dan sepasang dari setiap jenis binatang . Allah SWT juga memberitahu bahwa azab yang akan menimpa kaumnya adalah banjir besar yang akan menggenangi seluruh bumi.<\/p>\n<p>Nabi Nuh a.s pun mematuhi perintah Allah SWT dan mulai membuat kapal di tempat yang jauh dari laut. Kaumnya yang melihat hal itu semakin menertawakan dan mencemoohnya. Mereka mengira bahwa Nabi Nuh a.s telah gila atau terkena sihir. Namun, Nabi Nuh a.s tetap sabar dan tidak membalas ejekan mereka. Ia hanya berkata bahwa mereka akan mengetahui siapa yang akan mendapat azab yang menghinakan dari Allah SWT.<\/p>\n<p>Setelah kapal selesai dibuat, Allah SWT memerintahkan kepada bumi untuk memuntahkan airnya, dan kepada langit untuk menurunkan hujan dengan deras. Air pun meluap-luap dari segala penjuru dan menenggelamkan semua makhluk hidup di bumi kecuali yang ada di dalam kapal bersama Nabi Nuh a.s. Kaum Nabi Nuh a.s yang tidak percaya kepada peringatan Allah SWT pun binasa dalam banjir besar itu. Hanya sedikit orang yang selamat bersama dengan nabi nuh di atas kapal itu.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keselamatan_dan_Keturunan_Nabi_Nuh_AS\"><\/span>Keselamatan dan Keturunan Nabi Nuh A.S<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah banjir besar itu berlangsung selama enam bulan lebih sepuluh hari, Allah SWT memerintahkan kepada bumi untuk menyerap airnya kembali, dan kepada langit untuk menghentikan hujannya. Kapal pun berlabuh di atas bukit Judi, yaitu sebuah bukit di wilayah Mesopotamia (Irak) saat ini. Allah SWT memberkahi bumi lagi setelah azab itu, dan menjadikan keturunan nabi nuh sebagai penghuni bumi selanjutnya.<\/p>\n<p>Nabi nuh memiliki empat orang anak laki-laki, yaitu Sam (Shem), Ham (Ham), Yafits (Japheth), dan Kan&#8217;an (Canaan). Dari keturunan Sam berasal bangsa Arab, Persia, Yahudi, Romawi, Yunani, dll. Dari keturunan Ham berasal bangsa Kush (Ethiopia), Misraim (Mesir), Put (Libya), dll. Dari keturunan Yafits berasal bangsa Turki, Rusia, Jerman, dll. Dari keturunan Kan&#8217;an berasal bangsa Kanaan (Palestina), dll.<\/p>\n<p>Nabi nuh wafat pada usia 1050 tahun atau 100 tahun setelah banjir besar itu terjadi. Makam nabi nuh diyakini berada di beberapa tempat seperti Najaf (Irak), Karak (Yordania), atau Sirnak (Turki).<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kisah lengkap nabi nuh a.s adalah kisah tentang kesabaran, keteguhan, dan keimanan seorang nabi dalam berdakwah kepada kaumnya yang durhaka dan menyembah berhala. Kisah ini juga mengajarkan kita tentang keadilan dan kekuasaan Allah SWT yang memberikan azab kepada orang-orang kafir dan menyelamatkan orang-orang beriman. Kisah ini juga menunjukkan bahwa semua manusia adalah bersaudara karena berasal dari keturunan nabi nuh a.s.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nabi Nuh a.s adalah salah satu nabi yang diutus oleh Allah SWT untuk mengajak kaumnya kembali ke jalan yang benar dan meninggalkan penyembahan berhala. Nabi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-30563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30563","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30563"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30563\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}