{"id":30507,"date":"2022-12-30T15:23:36","date_gmt":"2022-12-30T08:23:36","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=30507"},"modified":"2022-12-30T15:23:36","modified_gmt":"2022-12-30T08:23:36","slug":"ingkar-sunnah-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ingkar-sunnah-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Ingkar Sunnah di Indonesia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ingkar-sunnah-di-indonesia\/#Ir_M_Ircham_Sutarto\" >Ir. M Ircham Sutarto<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ingkar-sunnah-di-indonesia\/#Abdurrahman\" >Abdurrahman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ingkar-sunnah-di-indonesia\/#Dalimi_Lubis_dan_Nazwar_Syamsu\" >Dalimi Lubis dan Nazwar Syamsu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ingkar-sunnah-di-indonesia\/#Asad_bin_Ali_Baisa\" >As\u2019ad bin Ali Baisa<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ir_M_Ircham_Sutarto\"><\/span>Ir. M Ircham Sutarto<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ir. M. Ircham Sutarto\u00a0\u00a0adalah Ketua Serikat Buruh Perusahaan Unilever Indonesia\u00a0\u00a0di Cibubur Jawa Barat.\u00a0\u00a0Menurut Hartono Ahmad Jaiz (Peneliti Ingkar Sunah) dialah tokoh Ingkar Sunah dan orang pertama yang menulis diktat dengan tulisan tangan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Di antara ajarannya yang dimuat dalam Diktat dan\u00a0\u00a0dikutip oleh Ahmad Husnan adalah sebagai berikut :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Taat kepada Allah, Allah itu ghaib. Taat kepada Rasul, Rasulpun telah wafat. Jadi tidak ada jalan kedua-duanya untuk melaksanakan taat dengan arti yang sebenarnya (M Ircham Sutarto : 85).<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Allah telah mengajarkan al-Qur\u2019an kepada Rasul. Rasul telah mengajarkan al-Qur\u2019an kepada manusia. Al-Qur\u2019an satu-satunya yang masih ada. Allah dan Rasul-Nya menunggal dalam ajaran agama ( H Ircham Sutarto : 82 &amp; 85).<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Al- Qur\u2019an adalah omongan Allah dan omongan Rasul. Itulah arti taat kepada Allah dan\u00a0\u00a0kepada Rasul (M Ircham Sutarto : 52 &amp; 85)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Keterangan al-Qur\u2019an itu ada di dalam al-Qur\u2019an itu sendiri. Jadi tidak perlu dengan keterangan\u00a0\u00a0yang disebut\u00a0\u00a0al-sunah atau hadits (M Ircham Sutarto : 58)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Semua keterangan yang datang dari luar al-Qur\u2019an adalah hawa. Jadi hadits Nabipun termasuk hawa. Karena itu tidak dapat diterima\u00a0\u00a0sebagai hujah dalam agama (M Ircham Sutarto : 22)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Apa yang disebut Hadits-hadits Nabi itu tidak lain hanya dongeng-dongeng tentang Nabi yang didapat\u00a0\u00a0dari mulut ke mulut. Timbulnya dari gagasan orang-orang yang hidup antara tahun 180 sampai dengan 200 setelah wafatnya Rasul ( M Ircham Sutarto : 68 &amp; 70)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Rasul tidak ada hak mengenai urusan perintah agama. Olehnya dibawakan ayat QS\u00a0\u00a0Ali Imran\/3 : 128 :<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cTidaklah ada (haq) wewenang bagi kamu\u00a0\u00a0tentang urusan (perintah) sedikitpun\u201d. (terjemahan M Ircham Sutarto)<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan Muhammad sebagai Rasul dan Muhammad sebagai manusia ; Apabila Muhammad menyampaikan, membacakan mengajarkan al-Qur\u2019an dan hikmah, di saat itu Muhammad sebagai Rasul. Sedang apabila tidak demikian, dalam arti Muhammad sedang melakukan segala sesuatu dalam kehidupan sehari-hari dengan segala fi\u2019il dan qaulnya, di saat itu Muhammad sebagai manusia biasa. (M Ircham Sutarto\u00a0\u00a0: 94)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Semua manusia telah tersesat sebelum mendapat wahyu, termasuk Muhammad saw. Dalilnya QS. Al-Baqarah\/2 : 198<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan ingatlah kepadanya seperti yang telah kami tunjukkan kepadamu dan sesungguhnya kamu (Muhammad) sebelumnya benar-benar orang tersesat\u201d. (terjemahan M Ircham Sutarto: 15 &amp; 16)<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Di dalam agama, perbuatan lahiriah merupakan pelengkap\u00a0\u00a0batiniah atau iman (M Ircham Sutarto: 51)<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Abdurrahman\"><\/span>Abdurrahman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Diantara ajarannya:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada adzan dan iqamat pada saat akan melaknasankan salat wajib<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Seluruh salat masing-masing hanya dikerjakan dua rakaat.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Puasa Ramadhan\u00a0\u00a0hanya dilaksanakan bagi yang melihat bulan\u00a0\u00a0saja berdasarkan QS. Al-Baqarah\/2 : 185:<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cKarena\u00a0\u00a0itu barang siapa\u00a0\u00a0di antara kamu hadir ( di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu\u201d.\u00a0\u00a0Mereka memahami ayat ini bahwa yang wajib berpuasa adalah yang melihat bulan saja,\u00a0\u00a0bagi yang tidak melihatnya tidak diwajibkan berpuasa, akhirnyua mereka tidak ada yang berpuasa karena mereka tidak melihatnya\u201d.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dalimi_Lubis_dan_Nazwar_Syamsu\"><\/span>Dalimi Lubis dan Nazwar Syamsu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalimi Lubis salah seorang oknum karyawan Kantor Departemen Agama Padang Panjang, lulusan IKIP Muhammadiyah Padang. Menurut M Djamaluddin (tokoh pemberantasan Ingkar Sunah Indonesia)\u00a0\u00a0dialah pimpinan gerakan Ingkar Sunah Sumatra Barat. Penyebaran paham Ingkar Sunah\u00a0\u00a0dilakukan melalui tulisan-tulisannya baik dalam bentuk artikel\u00a0\u00a0maupun buku dan kaset rekaman ceramahnya yang direproduksi oleh PT Ghalia Indonesia. Di antara tulisan artikel Dalimi Lubis tentang penghujatan terhadap perawi Hadits Abu Hurairah dimuat\u00a0\u00a0di Suara Muhammadiyah No. 05\/80\/1995. Judul buku-buku karyanya antara lain ; Alam Barzah dan Adapun Hukum dalam Islam Hanya al-Qur\u2019an Saja.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Asad_bin_Ali_Baisa\"><\/span>As\u2019ad bin Ali Baisa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Di antara ajarannya ialah sebagai berikut :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Shalat Jum\u2019at harus dikerjakan\u00a0\u00a04 rakaat<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang terpaksa berbuka pada bulan suci Ramadhan karena sakit atau bepergian tidak perlu menggantinya. Sedangkan bagi wanita yang haid harus melakukan shalat.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Hadits Bukhari Muslim suatu Hadits yang bidayatul mujtahid (mujtahid pemula). Isinya banyak yang bertentangan dengan al-Qur\u2019an dan merekalah sebagai pemecah umat Islam.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Orang yang habis mengambil air wudu jika terkencing dan buang angin tidak perlu repot-repot mengulangi wudunya, bisa terus shalat saja<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Mi\u2019raj Nabi hanyalah dongeng dan khayalan saja.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Penyebaran paham pemikiran modern Ingkar Sunah melalui berbagai cara di antaranya ada yang\u00a0\u00a0melalui\u00a0\u00a0pengajian di beberapa Masjid, diktat\u00a0\u00a0tulisan tangan, ceramah melalui kaset, dan buku.\u00a0\u00a0Banyak di antara umat Islam yang terbawa dan terpengaruh pemahaman tersebut baik sebagai tokoh, pembantu dan pengikut. Di antaranya, tokoh ingkar sunnah yang\u00a0\u00a0berasal dari Indonesia\u00a0<em>adalah Abdul Rahman, Moh. Irham, Sutarto, dan\u00a0\u00a0Lukman\u00a0\u00a0Saad.\u00a0<\/em>Sekitar\u00a0\u00a0tahun 1983-an tokoh ini sempat meresahkan masyarakat dan menimbulkan banyak reaksi dikarenakan pandangan-pandangan mereka terhadap Al-Hadits. Untuk menanggulangi keresahan, maka keluarlah\u00a0<em>Keputusan Mahkamah Agung RI No : KEP-169\/J.A\/9\/1983<\/em>\u00a0tertanggal 30 September 1983&#8243; yang berisi larangan terhadap aliran Ingkar Sunnah di seluruh wilayah Republik Indonesia.\u00a0<em>Dan Nomor : KEP-059\/J.A\/3\/1984.<\/em> Namun, paham ini masih tetap ada pada masa berikutnya sampai sekarang.\u00a0\u00a0Terkadang\u00a0\u00a0masih muncul paham ini secara sembunyi di berbagai media, baik buku, koran, buletin dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">DAFTAR PUSTAKA<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Azami Musthafa, Muhammad. 1992.<em>\u00a0\u201cMethodologi Kritik Hadits. Terj. A. Yamin\u201d.<\/em>\u00a0Jakarta: Pustaka Hidayah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Rasyid,Daud. 2006<em>.\u201cSunnah di Bawah Ancaman: Dari snouck Hugronje Hingga Harun Nasution\u201d<\/em>. Bandung: syaamil<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Solahudin, Agus, muhammad, Agus suyadi. 2008. \u201c<em>Ulumul Hadits\u201d<\/em>. Bandung : Pustaka Setia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ir. M Ircham Sutarto Ir. M. Ircham Sutarto\u00a0\u00a0adalah Ketua Serikat Buruh Perusahaan Unilever Indonesia\u00a0\u00a0di Cibubur Jawa Barat.\u00a0\u00a0Menurut Hartono Ahmad Jaiz (Peneliti Ingkar Sunah) dialah tokoh&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-30507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30507"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30507\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}