{"id":30471,"date":"2022-12-30T14:11:21","date_gmt":"2022-12-30T07:11:21","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=30471"},"modified":"2022-12-30T14:11:21","modified_gmt":"2022-12-30T07:11:21","slug":"rasululalah-rindu-dengan-umatnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/rasululalah-rindu-dengan-umatnya\/","title":{"rendered":"Rasululalah Rindu dengan Umatnya"},"content":{"rendered":"<p>Dalam sebuah riwayat dikisahkan,<\/p>\n<p>ketika itu baginda Rasul sedang berkumpul duduk bersama sahabat-sahabatnya, diantara para sahabat ada Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan lainnya. Lalu kemudian Rasul bertanya kepada para sahabat,<\/p>\n<p>\u201cWahai sahabatku! Tahukah kalian siapakah hamba Allah yang paling mulia disisi Allah?<\/p>\n<p>sahabat pun terdiam. Lalu ada salah seorang sahabat berkata,<\/p>\n<p>\u201cPara malaikat ya Rasulullah!\u201d<\/p>\n<p>kemudian Nabi bekata,<\/p>\n<p>\u201cYa, para malaikat itu mulia, mereka dekat dengan Allah mereka senantiasa bertasbih, berzikir, beribadah kepada Alloh, tentulah mereka mulia. Namun bukan itu yang Aku maksud.\u201d<\/p>\n<p>Lalu para sahabat kembali terdiam.<\/p>\n<p>Kemudian salah seorang sahabat kembali menjawab,<\/p>\n<p>\u201cYa Rasulullah, tentu lah para Nabi, mereka itu yang paling mulia.\u201d<\/p>\n<p>Nabi Muhammad tersenyum, Baginda Nabi berkata,<\/p>\n<p>\u201cYa, para nabi itu mulia, mereka itu adalah utusan Alloh di muka bumi ini, mana mungkin mereka tidak mulia, tentulah mereka mulia, akan tetapi ada lagi yang mulia.\u201d<\/p>\n<p>Para sahabat kembali terdiam, bertanya-tanya siapa lagi orang yang mulia itu, hingga kemudian salah seorang sahabat berkata.<\/p>\n<p>\u201cYa Rasulullah! apakah kami para sahabatmu Wahai Rasulullah, apakah kami yang mulia itu?\u201d<\/p>\n<p>Kemudian Baginda Rasul memandang wajah sahabatnya satu persatu, Rasulullah tersenyum. Baginda Rasul berkata,<\/p>\n<p>\u201cTentulah kalian mulia, kalian dekat denganku, kalian membantu perjuanganku, bagaimana mungkin kalian tidak mulia, tentulah kalian mulia\u201d.<\/p>\n<p>Para sahabat terdiam semua, mereka tak mampu berkata apa-apa lagi.<\/p>\n<p>Lalu baginda Nabi Muhammad merundukkan wajahnya, kemudian baginda Rasul menangis di hadapan para sahabat-sahabatnya. Lalu para sahabat bertanya,<\/p>\n<p>\u201cMengapa Engkau menangis wahai Rasulullah?\u201d\u2026<\/p>\n<p>kemudian Rasulullah mengangkat wajahnya, terlihat jelas air mata nya berlinang membasahi pipi dan janggutnya. Baginda Nabi berkata,<\/p>\n<p>\u201cWahai saudaraku, sahabatku! Tahukah kalian siapa yang mulia itu?\u2026 Mereka adalah manusia-manusia, mereka akan lahir jauh setelah wafatku nanti, mereka begitu mencintai Allah dan Rasul-Nya, Dan tahukah kalian?\u2026<\/p>\n<p>Mereka tak pernah memandangku,\u2026 Mereka tak pernah melihat wajahku,\u2026 Mereka tidak hidup denganku seperti kalian, \u2026 Tetapi mereka begitu rindu kepadaKu,\u2026<\/p>\n<p>Dan saksikanlah wahai sahabatku semuanya, Aku pun rindu kepada mereka, mereka yang mulia itu, mereka adalah umatku.\u201d<\/p>\n<p>Baginda Nabi Muhammad SAW meneteskan air matanya, para sahabat pun ikut menangis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam sebuah riwayat dikisahkan, ketika itu baginda Rasul sedang berkumpul duduk bersama sahabat-sahabatnya, diantara para sahabat ada Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan lainnya. Lalu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-30471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30471"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30471\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}