{"id":30411,"date":"2022-12-22T12:51:58","date_gmt":"2022-12-22T05:51:58","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=30411"},"modified":"2022-12-22T12:51:58","modified_gmt":"2022-12-22T05:51:58","slug":"ekonomi-berbasis-teknologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ekonomi-berbasis-teknologi\/","title":{"rendered":"Ekonomi Berbasis Teknologi"},"content":{"rendered":"<p>Konsep globalisasi pada saat ini adalah konsep yang sering didengung-dengungkan pemerintah dan kalangan bisnis secara intensif, bahkan sering dipromosikan sebagai suatu peluang bisnis besar di masa depan yang harus diraih dan dianut. Senjata utama di dalam peperangan ini adalah ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).<\/p>\n<p>Ilmu pengetahuan dan teknologi menentukan keunggulan, mutu, efisiensi produksi, harga dan akhirnya daya-saing produk. Hal ini berarti daya-saing nasional sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi oleh masyarakatnya.<\/p>\n<p>Beberapa\u00a0 penelitian\u00a0 empiris\u00a0 membuktikan bahwa pengembangan teknologi telah\u00a0 memberikan\u00a0 kontribusi\u00a0 secara signifikan\u00a0 terahadap industrialisasi\u00a0 yang memicu pertumbuhan\u00a0 ekonomi di\u00a0 suatu negara.<\/p>\n<p>Para\u00a0 peneliti\u00a0 sepakat\u00a0 bahwa pengembangan\u00a0 teknologi\u00a0 pada\u00a0 level makro\u00a0 mendorong\u00a0 pembangunan\u00a0 ekonomi\u00a0 dan\u00a0 memberikan\u00a0 kontribusi\u00a0 pada pertumbuhan ekonomi. Pada\u00a0 era\u00a0 global diprediksikan bahwa\u00a0 kemajuan\u00a0 teknologi akan memberikan kontribusi lebih dari 65 persen\u00a0 dalam\u00a0 pembangunan\u00a0 ekonomi dunia (Subranian, 1997).<\/p>\n<p>Pada level\u00a0 mikro,\u00a0 kemajuan\u00a0 teknologi\u00a0 memainkan\u00a0 peran\u00a0 yang\u00a0 sangat berarti dalam\u00a0 perubahan\u00a0 struktur\u00a0 industri dan\u00a0 persaingan\u00a0 global.\u00a0\u00a0 Menurut\u00a0 Sharif (1994),\u00a0 untuk\u00a0 dapat\u00a0 memenangkan\u00a0 per-saingan\u00a0 di\u00a0 pasar global,\u00a0 setiap\u00a0 bisnis dituntut untuk mengelola teknologi dalam menciptakan\u00a0 keunggulan\u00a0 bersaing (<em>competitive<\/em>\u00a0 <em>advatages<\/em>).<\/p>\n<p>Kesuksesan\u00a0 bisnis dalam\u00a0 memenangkan\u00a0 persaingan\u00a0 sangat ditentukan\u00a0 oleh\u00a0 penciptaan\u00a0 compettive advatages\u00a0 yang berbasis\u00a0 pada pengem-bangan\u00a0 teknologi.\u00a0 Pengembangan\u00a0 tek-nologi\u00a0 tersebut\u00a0 dibutuhkan\u00a0 pada setiap proses\u00a0 transformasi\u00a0 dari sejumlah\u00a0 input untuk\u00a0 menghasilkan\u00a0 output\u00a0 yang dapat memberikan\u00a0 nilai\u00a0 tambah\u00a0 (added\u00a0 value) pada\u00a0 setiap\u00a0 tahapan\u00a0 proses\u00a0 transformasi (Soehoed, 1998)<\/p>\n<p>Dengan\u00a0 demikian,\u00a0 pengembangan teknologi\u00a0 sangat\u00a0 dibutuhkan,\u00a0 baik\u00a0 untuk mendorong\u00a0 pembangunan\u00a0 ekonomi\u00a0 bagi suatu negara, maupun untuk menciptakan keunggulan\u00a0 bersaing bagi\u00a0 entitas\u00a0 bisnis. Oleh\u00a0 karena\u00a0 itu,\u00a0 setiap\u00a0 negara\u00a0 dan\u00a0 bisnis dituntut\u00a0 untuk\u00a0 senantiasa\u00a0 mengembang-kan\u00a0 teknologi\u00a0 secara\u00a0 berkelanjutan\u00a0 yang merupakan\u00a0 kebutuhan\u00a0 yang\u00a0 tidak terela-kan pada era global (Radhi, 2005).<\/p>\n<p>Dalam\u00a0 pengembangan\u00a0 teknologi, setiap negara dan bisnis dihadapkan pada dua\u00a0 pilihan.\u00a0 Pertama\u00a0 mengembangkan teknologi\u00a0 melalui\u00a0 proses\u00a0 <em>invention\u00a0 and innovation<\/em>.\u00a0 Kedua,\u00a0 mengembangkan\u00a0 teknologi\u00a0 melalui\u00a0 proses\u00a0 alih\u00a0 teknologi.<\/p>\n<p>Hampir tidak ada suatu negara dan bisnis yang\u00a0 mampu\u00a0 memenuhi\u00a0 semua\u00a0 jenis teknologi yang dibutuhkan. Dalam menghadapi kondisi tersebut, suatu negara atau bisnis\u00a0 dapat\u00a0 menerapkan\u00a0 strategi\u00a0 teknologi\u00a0 yang\u00a0 disebut <em>make-some-and-buy-some strategy<\/em>.<\/p>\n<p>Penerapan\u00a0 startegi <em>make-some<\/em>\u00a0 dilakukan\u00a0 dengan\u00a0 pengembangan teknologi\u00a0 baru\u00a0 melalui\u00a0 R&amp;D,\u00a0 sedangkan strategi\u00a0 <em>buy-some\u00a0 <\/em>diterapkan\u00a0 melalui proses\u00a0 alih\u00a0 teknologi\u00a0 (Ramanathan, 1994).<\/p>\n<p>Selain\u00a0 itu,\u00a0 suatu\u00a0 negara\u00a0 atau\u00a0 bisnis \u00a0juga\u00a0 dituntut\u00a0 untuk\u00a0 menentukan\u00a0 pilihan secara pragmatis\u00a0 berkaitan\u00a0 dengan jenis dan\u00a0 level\u00a0 teknologi\u00a0 yang\u00a0 harus\u00a0 dikembangkan agar\u00a0 memenuhi kriteria <em>appropriate\u00a0 technology<\/em>.<\/p>\n<p>Pilihan\u00a0 <em>appropriate technology<\/em>\u00a0 harus\u00a0 didasarkan\u00a0 atas\u00a0 beberapa\u00a0 faktor\u00a0 yang\u00a0 mendukung,\u00a0 di\u00a0 antaranya:\u00a0 kebutuhan\u00a0 teknologi yang\u00a0 sesuai dengan\u00a0 pengembangan\u00a0 industri,\u00a0 ketersediaan <em>technology infrastructure<\/em>,\u00a0 ketersediaan SDM yang mempunyai kemampuan teknologi (<em>technological capabilities<\/em>) dan faktor-faktor\u00a0 lingkungan\u00a0 yang\u00a0 mendukung (Ramanathan, 1994).<\/p>\n<p>Di dalam konteks ini, maka diperlukan suatu sistem jaringan informasi yang untuk jangka panjangnya dapat mendukung proses transformasi masyarakat tersebut, sedangkan untuk jangka pendek dan menengahnya dapat mendukung proses peningkatan ilmu dan teknologi serta fasilitas yang dapat membantu percepatan proses penguasaan teknologi di tingkat industri maupun di tingkat perguruan tinggi dan pelaku-pelaku proses teknologi lainnya (lembaga penelitian, pelayanan masyarakat, dsb.)<\/p>\n<p>Proses pertambahan nilai utamanya di dapat dari penerapan pengetahuan di dalam mata rantai pengolahan bahan hulu sampai proses produksi produk pada hilirnya, termasuk pengembangan teknologinya, produknya, distribusinya dan pemasarannya.<\/p>\n<p>Penggunaan pengetahuan akan memberikan peningkatan mutu, efisiensi produksi, efisiensi distribusi dan pemasaran serta keunggulan fungsional dari produk yang dihasilkan, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan daya saing ekonomis produk tersebut.<\/p>\n<p>Di dalam kaitan ini, maka salah satu kegiatan yang sangat vital baik bagi penguasaan teknologi maupun dari penerapannya serta kesiapan sumber daya manusianya adalah kegiatan penelitian dan pengembangan pada semua tingkat, dari perguruan tinggi, lembaga penelitian sampai dengan industrinya.<\/p>\n<p>Aksesibilitas informasi, data, dan pengetahuan menjadi faktor penentu di dalam kecepatan pemanfaatan pengetahuan ke dalam proses pertambahan nilai nasional tersebut. Oleh karena itu adanya jaringan dan sistem informasi yang efektif secara nasional akan menjadi salah satu faktor pemberdaya (<em>enabling factor<\/em>) kemandirian dan daya saing nasional.<\/p>\n<p>Berita atau informasi manfaat IT dan Internet di bidang bisnis nampaknya sudah sedemikian banyak sehingga jika dituliskan akan menjadi sebuah buku. Perlu diingat bahwa IT dapat dijadikan produk atau dapat digunakan sebagai alat (tools). Jadi sebuah perusahaan dapat menghasilkan produk IT atau dapat menggunakan IT untuk menghasilkan produk atau layanannya. Untuk yang terakhir ini, IT dijadikan sebagai tools, bukan sebagai <em>end product<\/em>.<\/p>\n<p>Adanya Internet mendobrak batasan ruang dan waktu. Sebuah perusahaan di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pasar Amerika dibandingkan dengan perusahaan di Eropa, atau bahkan dengan perusahaan di Amerika. Dahulu hal ini mungkin akan sulit dilakukan karena perusahaan lokal akan memiliki akses yang lebih mudah kepada pasar lokalnya.<\/p>\n<p>IT dan Internet dipercaya menjadi salah satu penopang ekonomi Amerika Serikat. Demikian percayanya mereka kepada hal ini sehingga pemerintah Amerika sangat bersungguh-sungguh untuk menjaga dominasi mereka dalam hal ini.<\/p>\n<p>Ditengah minimnya kelangkaan infrastruktur telekomunikasi serta rendahnya pemahaman masyarakat luas terhadap telematika, di sisi lain ternyata muncul inisiatif-inisiatif baru yang dikembangkan oleh masing-masing pelaku usaha muda dalam rangka membentuk infrastruktur informasi alternatif yang meliputi aspek aplikasi, jasa dan infrastruktur fisik.<\/p>\n<p>Dari sisi teknologi terdapat empat area yang dianggap sebagai pendorong yaitu yang berkaitan dengan bandwidth komunikasi, teknologi peralatan elektronika, teknologi manipulasi informasi, dan teknologi sistem pembayaran yang dikembangkan secara on-line.<\/p>\n<p>Peluang yang diciptakan oleh penerapan perdagangan elektronis adalah terciptanya pasar-pasar baru, produk dan pelayanan baru, proses-proses bisnis baru yang lebih efisien dan canggih, serta penciptaan perusahaan-perusahaan dengan jangkauan lebih, sedangkan kendala-kendala umumnya berkisar pada masalah bandwidth dan kapasitas jaringan, keamanan, harga teknologi, aksesabilitas, struktur sosial-ekonomi-demografi, kendala politik dan hukum, censorship, serta edukasi -sosialisasi masyarakat.<\/p>\n<p>Ekonomi yang berbasis kepada IT dan Internet ini bahkan memiliki nama sendiri: <em>New Digital Networked Economy<\/em>. Dalam ekonomi baru ini banyak kaidah ekonomi lama (<em>old economy)<\/em> yang dijungkirbalikkan.<\/p>\n<p>Saham-saham perusahaan teknologi, terutama yang berbasis IT dan Internet, dicari-cari oleh orang meskipun perusahaan tersebut masih dalam keadaan merugi. Ini berbeda dengan kaidah old economy. Apakah ini sehat atau tidak, banyak sudah kajian tentang hal ini. Point yang ingin disampaikan adalah ini ekonomi baru yang mesti kita simak dan kaji dengan seksama.<\/p>\n<p>Hilangnya batasan ruang dan waktu dengan adanya Internet membuka peluang baru untuk melakukan pekerjaan dari jarak jauh. Istilah teleworker atau teleworking mulai muncul. Seorang pekerja dapat melakukan pekerjaannya dari rumah tanpa perlu pusing dengan masalah lalulintas.<\/p>\n<p>Kesemua hal di atas menunjukkan adanya peluang-peluang baru di dalam bisnis dengan adanya IT dan Internet, bisa juga dijelaskan dengan kata lain, pada saatnya nanti sektor komunikasi merupakan penunjang perekonomian terpenting di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang termasuk signifikan.<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Komunitas Sekolah Sumatra.\u201cEkonomi Berbasis IT dan Internet\u201d. http:\/\/www.google.com. 2004.<\/li>\n<li>Radih, Fahmy. 2010. \u201c Pengembangan Appropriate Teknology Sebagai paya Membangun Perekonomian Indonesia Secara Mandiri\u201d. Skripsi Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Yogyakarta.<\/li>\n<li>Suparwoko. 2010. \u201cPengembangan Ekonomi Kreatif Sebagai Penggerak Industri Pariwisata\u201d. Skripsi Sarjana Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Yogyakarta.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsep globalisasi pada saat ini adalah konsep yang sering didengung-dengungkan pemerintah dan kalangan bisnis secara intensif, bahkan sering dipromosikan sebagai suatu peluang bisnis besar di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-30411","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30411"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30411\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}