{"id":3041,"date":"2023-08-03T09:22:51","date_gmt":"2023-08-03T09:22:51","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/blog\/?p=3041"},"modified":"2023-08-03T09:22:51","modified_gmt":"2023-08-03T09:22:51","slug":"jenis-jenis-uang-apa-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-uang-apa-saja\/","title":{"rendered":"Jenis-Jenis Uang, Apa Saja?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-uang-apa-saja\/#Uang_Kartal\" >Uang Kartal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-uang-apa-saja\/#Uang_Giral\" >Uang Giral<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-uang-apa-saja\/#Uang_Kuasi\" >Uang Kuasi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Uang adalah alat tukar dalam proses jual beli secara konvensional. Pada perkembangannya, jenis-jenis uang menjadi bervariasi walaupun fungsinya tetap sama. Jenis-jenis uang yang diterima oleh masyarakat pun beragam.\u00a0Ada tiga jenis uang yang diakui di Indonesia, yaitu kartal, giral, dan kuasi<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Uang_Kartal\"><\/span>Uang Kartal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Uang kartal adalah uang kertas dan uang logam yang beredar di masyarakat yang dikeluarkan dan diedarkan oleh bank<sup>2<\/sup>. Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas.\u00a0Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi<sup>3<\/sup>.<\/p>\n<p>Jenis uang kartal menurut nilai yang terkandung di dalamnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri: Dikeluarkan oleh pemerintah, Dijamin oleh undang undang, Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya, Ditanda tangani oleh menteri keuangan<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Uang bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut: Dikeluarkan oleh Bank Sentral, Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di Bank Sentral, Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia: Bank Indonesia), Ditandatangani oleh gubernur bank sentral<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jenis uang kartal menurut bahan pembuatnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang.\u00a0Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<li>Uang kertas biasanya terbuat dari bahan kertas atau plastik yang dicetak dengan gambar atau tulisan tertentu. Uang kertas memiliki kelebihan yaitu mudah dibawa dan disimpan karena ringan dan tipis.\u00a0Namun, uang kertas juga memiliki kelemahan yaitu mudah rusak atau sobek jika tidak dirawat dengan baik<sup>3<\/sup>.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Uang_Giral\"><\/span>Uang Giral<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Uang giral adalah alat pembayaran yang sah berupa surat-surat berharga<sup>2<\/sup>. Uang giral bukanlah alat tukar yang sah untuk bertransaksi secara bebas bagi masyarakat umum.\u00a0Uang giral hanya dapat digunakan sebagai alat pembayaran oleh pemiliknya atau orang-orang tertentu yang ditunjuk oleh pemiliknya<sup>1<\/sup>. Contoh uang giral adalah cek, bilyet giro, wesel, kartu kredit, dan kartu debit.<\/p>\n<p>Uang giral terjadi karena adanya kegiatan simpan pinjam antara nasabah dengan bank. Nasabah menyetorkan sejumlah uang kartal ke bank sebagai simpanan. Kemudian bank memberikan bukti simpanan berupa buku tabungan atau rekening koran kepada nasabah.\u00a0Nasabah dapat menggunakan bukti simpanan tersebut untuk melakukan transaksi pembayaran tanpa harus mengeluarkan uang kartal<sup>1<\/sup>.<\/p>\n<p>Keuntungan menggunakan uang giral adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Memudahkan transaksi pembayaran dalam jumlah besar tanpa harus membawa uang kartal yang berisiko hilang atau dicuri.<\/li>\n<li>Menghemat biaya produksi dan pengedaran uang kartal.<\/li>\n<li>Mendorong perkembangan sektor perbankan dan keuangan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Uang_Kuasi\"><\/span>Uang Kuasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Uang kuasi adalah alat pembayaran yang sah berupa simpanan jangka pendek di bank atau lembaga keuangan lainnya yang dapat dicairkan sewaktu-waktu dengan mudah<sup>1<\/sup>. Uang kuasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Tidak dapat digunakan sebagai alat tukar secara langsung, tetapi harus ditukar dengan uang kartal atau uang giral terlebih dahulu.<\/li>\n<li>Memiliki bunga yang lebih tinggi daripada uang giral, tetapi lebih rendah daripada simpanan jangka panjang.<\/li>\n<li>Memiliki jangka waktu yang lebih lama daripada uang giral, tetapi lebih pendek daripada simpanan jangka panjang.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh uang kuasi adalah deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan berjangka, dan tabungan rencana.<\/p>\n<p>Sumber:<br \/>\n(1) Jenis-Jenis Uang Berdasarkan Fungsi dan Cakupan Wilayah &#8211; Lifepal. https:\/\/lifepal.co.id\/media\/jenis-jenis-uang\/.<br \/>\n(2) Jenis-jenis uang &#8211; Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Jenis-jenis_uang.<br \/>\n(3) Pengertian Uang, Jenis-jenis Uang, dan Fungsi Uang yang Perlu Diketahui &#8230;. https:\/\/review.bukalapak.com\/finance\/pengertian-uang-dan-jenis-jenis-uang-111573.<br \/>\n(4) Jenis-Jenis Uang di Indonesia Beserta Syarat dan Fungsinya. https:\/\/katadata.co.id\/safrezi\/finansial\/62172fc3c6cea\/jenis-jenis-uang-di-indonesia-beserta-syarat-dan-fungsinya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uang adalah alat tukar dalam proses jual beli secara konvensional. Pada perkembangannya, jenis-jenis uang menjadi bervariasi walaupun fungsinya tetap sama. Jenis-jenis uang yang diterima oleh&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3041","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3041"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3041\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}