{"id":30076,"date":"2022-12-09T14:56:46","date_gmt":"2022-12-09T07:56:46","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=30076"},"modified":"2022-12-09T14:56:46","modified_gmt":"2022-12-09T07:56:46","slug":"pengertian-syirkah-rukun-dan-syaratnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-syirkah-rukun-dan-syaratnya\/","title":{"rendered":"Pengertian Syirkah, Rukun dan Syaratnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-syirkah-rukun-dan-syaratnya\/#Pengertian_Syirkah\" >Pengertian Syirkah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-syirkah-rukun-dan-syaratnya\/#Rukun_dan_Syarat_Syirkah\" >Rukun dan Syarat Syirkah<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-syirkah-rukun-dan-syaratnya\/#1_Dua_Belah_Pihak_yang_Berakad_%E2%80%98Aqidani\" >1) Dua Belah Pihak yang Berakad (\u2018Aqidani)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-syirkah-rukun-dan-syaratnya\/#2_Objek_Akad_Maqud_%E2%80%98Alaihi\" >2) Objek Akad (Ma\u2019qud \u2018Alaihi)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-syirkah-rukun-dan-syaratnya\/#3_Akad_atau_%E1%B9%A1ighah\" >3) Akad atau \u1e61ighah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-syirkah-rukun-dan-syaratnya\/#Syarat_Sah_Syirkah\" >Syarat Sah Syirkah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-syirkah-rukun-dan-syaratnya\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Syirkah\"><\/span><strong>Pengertian Syirkah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam bahasa Arab, kata <em>syirkah<\/em> (\u0634\u0650\u0631\u0652\u0643\u064e\u0629\u064c) atau yang sering dikenal dengan istilah &#8220;perseroan&#8221; berarti mencampurkan dua bagian atau lebih hingga tidak dapat lagi dibedakan antara bagian yang satu dengan bagian lainnya. Secara terminologi, syirkah merujuk pada suatu akad atau perjanjian yang dilakukan antara dua pihak atau lebih, di mana mereka sepakat untuk menjalankan suatu usaha bersama dengan tujuan utama untuk memperoleh keuntungan. Dalam konteks ekonomi atau bisnis, syirkah merupakan salah satu bentuk kerja sama yang sangat umum dijumpai, terutama dalam dunia perdagangan dan investasi.<\/p>\n<p>Syirkah memiliki landasan hukum yang kuat dalam agama Islam, karena menjamin adanya kesetaraan hak dan kewajiban antara para pihak yang terlibat. Dalam praktiknya, syirkah dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti syirkah <em>mutanaqisah<\/em> (syirkah yang terbatas), syirkah <em>mufawadhah<\/em> (syirkah tanpa pembagian spesifik), dan syirkah <em>inan<\/em> (syirkah antara dua pihak yang berkontribusi modal dan kerja). Semua jenis syirkah ini memiliki kesamaan dalam hal tujuan dan prinsip dasar, yaitu berbagi risiko dan keuntungan secara adil.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rukun_dan_Syarat_Syirkah\"><\/span><strong>Rukun dan Syarat Syirkah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Rukun dan syarat syirkah merupakan elemen-elemen penting yang harus dipenuhi agar suatu akad syirkah dapat dianggap sah menurut hukum Islam. Secara umum, ada tiga rukun utama dalam syirkah yang harus diperhatikan:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Dua_Belah_Pihak_yang_Berakad_%E2%80%98Aqidani\"><\/span>1) Dua Belah Pihak yang Berakad (\u2018Aqidani)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Rukun pertama syirkah adalah adanya dua pihak atau lebih yang melakukan akad, yang disebut dengan <em>\u2018aqidani<\/em> (\u0637\u0631\u0641\u064a \u0627\u0644\u0639\u0642\u062f). Setiap pihak yang terlibat dalam perjanjian syirkah harus memiliki kapasitas atau kecakapan dalam melakukan tindakan hukum atau <em>ta\u1e63arruf<\/em> terhadap harta yang dikelola. Artinya, mereka harus memiliki hak dan kemampuan untuk mengelola serta mengendalikan harta atau usaha yang ada dalam syirkah.<\/p>\n<p>Pihak-pihak yang terlibat dalam syirkah dapat terdiri dari individu atau badan hukum yang sah menurut ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak ini juga harus bersepakat dalam hal tujuan, kontribusi, dan pembagian keuntungan maupun kerugian yang akan ditanggung dalam usaha tersebut. Dalam hal ini, syarat <em>ahliyah<\/em> (kemampuan) sangat penting agar masing-masing pihak dapat menjalankan kewajiban mereka dengan penuh tanggung jawab.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Objek_Akad_Maqud_%E2%80%98Alaihi\"><\/span>2) Objek Akad (Ma\u2019qud \u2018Alaihi)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Rukun kedua adalah objek akad, yang dalam konteks syirkah disebut sebagai <em>ma\u2019qud \u2018alaihi<\/em> (\u0645\u0648\u0636\u0648\u0639 \u0627\u0644\u0639\u0642\u062f). Objek ini mencakup segala sesuatu yang menjadi fokus dari kerja sama yang dijalankan, seperti pekerjaan atau modal yang dikelola dalam syirkah. Agar syirkah sah dan dapat berjalan dengan baik, objek yang dikelola harus memenuhi beberapa syarat, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Halal dan sesuai dengan syariat<\/strong>: Pekerjaan atau modal yang digunakan dalam syirkah harus halal, tidak bertentangan dengan hukum Islam, dan tidak mengandung unsur yang dilarang seperti riba atau perjudian.<\/li>\n<li><strong>Dapat dikelola dengan cara yang sah<\/strong>: Pengelolaan objek dalam syirkah harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini termasuk kelayakan untuk diwakilkan, di mana pihak yang terlibat dalam syirkah dapat menunjuk satu pihak untuk mengelola objek tersebut.<\/li>\n<li><strong>Tidak merugikan pihak lain<\/strong>: Pengelolaan harus dilakukan secara adil dan transparan, sehingga setiap pihak mendapatkan haknya sesuai dengan perjanjian yang disepakati di awal.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Akad_atau_%E1%B9%A1ighah\"><\/span>3) Akad atau <em>\u1e61ighah<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Rukun ketiga adalah akad atau <em>\u1e61ighah<\/em> (\u0635\u064a\u063a\u0629), yaitu bentuk atau ungkapan yang digunakan dalam perjanjian syirkah. Akad ini menjadi dasar sahnya perjanjian, yang harus dinyatakan dengan jelas, tegas, dan dapat dipahami oleh semua pihak yang terlibat.<\/p>\n<p>Akad syirkah harus dilakukan secara sukarela dan disepakati oleh kedua belah pihak tanpa ada unsur paksaan. Selain itu, syarat sahnya akad syirkah harus mencakup adanya <em>ta\u1e63arruf<\/em>, yaitu kegiatan atau pengelolaan atas modal atau pekerjaan yang disepakati. Pengelolaan ini meliputi kegiatan usaha yang dijalankan dan keuntungan yang dibagi antara pihak-pihak yang terlibat sesuai dengan kontribusi masing-masing.<\/p>\n<p>Dalam beberapa kasus, akad syirkah dapat dilakukan dengan lisan atau tulisan, asalkan kedua belah pihak sepakat dan tidak ada perbedaan interpretasi terhadap tujuan dan isi perjanjian tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Sah_Syirkah\"><\/span><strong>Syarat Sah Syirkah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Selain rukun, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar syirkah dapat dianggap sah secara hukum Islam. Syarat-syarat ini meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kesepakatan semua pihak<\/strong>: Semua pihak yang terlibat harus sepakat atas segala hal yang berkaitan dengan syirkah, mulai dari tujuan, modal, pekerjaan, hingga pembagian keuntungan dan kerugian.<\/li>\n<li><strong>Tidak ada unsur penipuan atau kesalahan informasi<\/strong>: Syirkah harus dilakukan dengan niat baik dan tidak mengandung unsur penipuan. Semua informasi yang disampaikan kepada pihak lain harus jujur dan transparan.<\/li>\n<li><strong>Pembagian keuntungan dan kerugian secara adil<\/strong>: Salah satu prinsip dasar dalam syirkah adalah berbagi keuntungan dan kerugian berdasarkan kontribusi masing-masing pihak. Oleh karena itu, pembagian ini harus dilakukan dengan cara yang adil dan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan memenuhi ketiga rukun utama dan syarat-syarat sah yang telah dijelaskan di atas, akad syirkah dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip syirkah dalam setiap usaha bisnis yang dijalankan, baik dalam skala kecil maupun besar, agar dapat mencapai tujuan bersama yang optimal dan sesuai dengan hukum Islam.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><strong>Kesimpulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Syirkah, sebagai bentuk kerja sama usaha dalam Islam, menawarkan solusi yang adil dan transparan dalam berbisnis. Dengan memenuhi rukun dan syarat-syarat yang telah ditetapkan, syirkah dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak yang terlibat. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang syirkah sangat penting, baik bagi para pelaku bisnis maupun masyarakat umum, agar dapat menjalankan usaha dengan prinsip-prinsip yang sesuai dengan ajaran Islam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Syirkah Dalam bahasa Arab, kata syirkah (\u0634\u0650\u0631\u0652\u0643\u064e\u0629\u064c) atau yang sering dikenal dengan istilah &#8220;perseroan&#8221; berarti mencampurkan dua bagian atau lebih hingga tidak dapat lagi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-30076","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30076","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30076"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30076\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}