{"id":30071,"date":"2022-12-09T14:54:39","date_gmt":"2022-12-09T07:54:39","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=30071"},"modified":"2022-12-09T14:54:39","modified_gmt":"2022-12-09T07:54:39","slug":"macam-macam-syirkah-dan-contoh-syirkah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/macam-macam-syirkah-dan-contoh-syirkah\/","title":{"rendered":"Macam-Macam Syirkah dan Contoh Syirkah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/macam-macam-syirkah-dan-contoh-syirkah\/#Syirkah_%E2%80%98Inan\" >Syirkah \u2018In\u0101n<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/macam-macam-syirkah-dan-contoh-syirkah\/#Syirkah_%E2%80%98Abdan\" >Syirkah \u2018Abd\u0101n<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/macam-macam-syirkah-dan-contoh-syirkah\/#Syirkah_Wujuh\" >Syirkah Wuj\u016bh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/macam-macam-syirkah-dan-contoh-syirkah\/#Syirkah_Mufawa%E1%B8%8Dah\" >Syirkah Muf\u0101wa\u1e0dah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/macam-macam-syirkah-dan-contoh-syirkah\/#Mu%E1%B8%8Darabah\" >Mu\u1e0d\u0101rabah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/macam-macam-syirkah-dan-contoh-syirkah\/#Musaqah_Muzaraah_dan_Mukhabarah\" >Mus\u0101qah, Muz\u0101ra\u2019ah, dan\u00a0Mukh\u0101barah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Syirkah\u00a0dibagi menjadi beberapa macam, yaitu\u00a0syirkah `in\u0101n, syirkah \u2018abd\u0101n, syirkah wuj\u016bh,\u00a0dan\u00a0syirkah muf\u0101wa\u1e0dah. Berikut panjelasannya:<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syirkah_%E2%80%98Inan\"><\/span>Syirkah \u2018In\u0101n<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Syirkah \u2018in\u0101n\u00a0adalah\u00a0syirkah\u00a0antara dua pihak atau lebih yang masing-masing memberi kontribusi kerja (amal) dan modal (mal).\u00a0Syirkah\u00a0ini hukumnya boleh berdasarkan dalil sunah dan\u00a0ijma\u2019\u00a0sahabat.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh\u00a0syirkah \u2018in\u0101n: A dan B sarjana teknik komputer. A dan B sepakat menjalankan bisnis perakitan komputer dengan membuka pusat\u00a0service\u00a0dan penjualan komponen komputer. Masing-masing memberikan kontribusi modal sebesar Rp10 juta dan keduanya sama-sama bekerja dalam\u00a0syirkah\u00a0tersebut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam\u00a0syirkah\u00a0jenis ini, modalnya disyaratkan harus berupa uang. Sementara barang seperti rumah atau mobil yang menjadi fasilitas tidak boleh dijadikan modal, kecuali jika barang tersebut dihitung nilainya pada saat akad. Keuntungan didasarkan pada kesepakatan dan kerugian ditanggung oleh masing-masing\u00a0sy\u0101rik\u00a0(mitra usaha) berdasarkan porsi modal. Jika masing-masing modalnya 50%, masing-masing menanggung kerugian sebesar 50%.<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syirkah_%E2%80%98Abdan\"><\/span>Syirkah \u2018Abd\u0101n<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Syirkah \u2018abd\u0101n\u00a0adalah\u00a0syirkah\u00a0antara dua pihak atau lebih yang masing-masing hanya memberikan kontribusi kerja (amal), tanpa kontribusi modal (amal). Konstribusi kerja itu dapat berupa kerja pikiran (seperti penulis naskah) ataupun kerja\u00a0fisik\u00a0(seperti tukang\u00a0 batu).\u00a0Syirkah\u00a0ini juga disebut\u00a0syirkah \u2018amal.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contohnya: A dan B sama-sama nelayan dan bersepakat melaut bersama untuk mencari ikan. Mereka juga sepakat apabila memperoleh ikan akan dijual dan hasilnya akan dibagi dengan ketentuan: A mendapatkan sebesar 60% dan B sebesar 40%. Dalam\u00a0syirkah\u00a0ini tidak disyaratkan kesamaan profesi atau keahlian, tetapi boleh berbeda profesi. Jadi, boleh saja\u00a0syirkah \u2018abd\u0101n\u00a0terdiri atas beberapa tukang kayu dan tukang batu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Namun, disyaratkan bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan pekerjaan halal dan tidak boleh berupa pekerjaan haram, misalnya berburu anjing. Keuntungan yang diperoleh dibagi berdasarkan kesepakatan, porsinya boleh sama atau tidak sama di antara\u00a0syarik\u00a0(mitra usaha).<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syirkah_Wujuh\"><\/span>Syirkah Wuj\u016bh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Syirkah wuj\u016bh\u00a0adalah kerja sama karena didasarkan pada kedudukan, ketokohan, atau keahlian (wujuh) seseorang di tengah masyarakat.\u00a0Syirkah wuj\u016bh\u00a0adalah\u00a0syirkah\u00a0antara dua pihak yang sama-sama memberikan kontribusi kerja (amal) dengan pihak ketiga yang memberikan konstribusi modal (mal).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contohnya: A dan B adalah tokoh yang dipercaya pedagang. Lalu A dan B bersyirkah wujuh dengan cara membeli barang dari seorang pedagang secara kredit. A dan B bersepakat bahwa masing-masing memiliki 50% dari barang yang dibeli. Lalu, keduanya menjual barang tersebut dan keuntungannya dibagi dua. Sementara harga pokoknya dikembalikan kepada pedagang.\u00a0Syirkah wuj\u016bh\u00a0ini hakikatnya termasuk dalam\u00a0syirkah \u2018abd\u0101n.<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syirkah_Mufawa%E1%B8%8Dah\"><\/span>Syirkah Muf\u0101wa\u1e0dah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Syirkah muf\u0101wa\u1e0dah\u00a0adalah\u00a0syirkah\u00a0antara dua pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis\u00a0syirkah\u00a0di atas.\u00a0Syirkah muf\u0101wa\u1e0dah\u00a0dalam pengertian ini boleh dipraktikkan. Sebab setiap jenis\u00a0syirkah\u00a0yang sah berarti boleh digabungkan menjadi satu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung sesuai dengan jenis\u00a0syirkahnya, yaitu ditanggung oleh para pemodal sesuai porsi modal jika berupa\u00a0syirkah \u2018in\u0101n, atau ditanggung pemodal saja jika berupa\u00a0muf\u0101wa\u1e0dah, atau ditanggung mitra-mitra usaha berdasarkan persentase barang dagangan yang dimiliki jika berupa\u00a0syirkah wuj\u016bh.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contohnya: A adalah pemodal, berkontribusi modal kepada B dan C. Kemudian, B dan C juga sepakat untuk berkontribusi modal untuk membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada B dan C.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini, pada awalnya yang terjadi adalah\u00a0syirkah \u2018abd\u0101n, yaitu ketika B dan C sepakat masing-masing bersyirkah\u00a0dengan memberikan kontribusi kerja saja. Namun, ketika A memberikan modal kepada B dan C, berarti di antara mereka bertiga terwujud\u00a0mu\u1e0d\u0101rabah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Di sini A sebagai pemodal, sedangkan B dan C sebagai pengelola. Ketika B dan C sepakat bahwa masing-masing memberikan kontribusi modal, di samping kontribusi kerja, berarti terwujud\u00a0syirkah \u2018in\u0101n\u00a0di antara B dan C.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ketika B dan C membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya, berarti terwujud\u00a0syirkah wuj\u016bh\u00a0antara B dan C. Dengan demikian, bentuk\u00a0syirkah\u00a0seperti ini telah menggabungkan semua jenis\u00a0syirkah\u00a0dan disebut\u00a0syirkah muf\u0101wa\u1e0dah.<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mu%E1%B8%8Darabah\"><\/span>Mu\u1e0d\u0101rabah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Mu\u1e0d\u0101rabah\u00a0adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak, di mana pihak pertama menyediakan semua modal (\u1e61\u0101hibul m\u0101l), pihak lainnya menjadi pengelola atau pengusaha (mu\u1e0darrib).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Keuntungan usaha secara\u00a0mu\u1e0d\u0101rabah\u00a0dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak, namun apabila mengalami kerugian, ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian tersebut bukan akibat kelalaian si pengelola. Seandainya kerugian itu diakibatkan karena kecurangan atau kelalaian si pengelola, pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Kontrak bagi hasil disepakati di depan sehingga bila terjadi keuntungan, pembagiannya akan mengikuti kontrak bagi hasil tersebut. Misalkan, kontrak bagi hasilnya adalah 60:40, di mana pengelola mendapatkan 60% dari keuntungan, pemilik modal mendapat 40% dari keuntungan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Mu\u1e0d\u0101rabah\u00a0sendiri dibagi menjadi dua, yaitu\u00a0mu\u1e0d\u0101rabah mu\u1e6dlaqah\u00a0dan\u00a0mu\u1e0d\u0101rabah muqayyadah.\u00a0Mu\u1e0d\u0101rabah mu\u1e6dlaqah\u00a0merupakan bentuk kerja sama antara pemilik modal dan pengelola yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh\u00a0spesifikasi jenis usaha,\u00a0 waktu,\u00a0\u00a0 dan daerah bisnis.\u00a0Mu\u1e0d\u0101rabah muqayyadah\u00a0adalah kebalikan dari\u00a0mu\u1e0d\u0101rabah mu\u1e6dlaqah, yakni usaha yang akan dijalankan dengan dibatasi oleh jenis usaha, waktu, atau tempat usaha.<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Musaqah_Muzaraah_dan_Mukhabarah\"><\/span>Mus\u0101qah, Muz\u0101ra\u2019ah, dan\u00a0Mukh\u0101barah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>a) Mus\u0101qah<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Mus\u0101qah\u00a0adalah kerja sama antara pemilik kebun dan petani di mana sang pemilik kebun menyerahkan kepada petani agar dipelihara dan hasil panennya nanti akan dibagi dua menurut persentase yang ditentukan pada waktu akad.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Konsep\u00a0mus\u0101qah\u00a0merupakan konsep kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak (simbiosis mutualisme). Tidak jarang para pemilik lahan tidak memiliki waktu luang untuk merawat perkebunannya, sementara di pihak lain ada petani yang memiliki banyak waktu luang namun tidak memiliki lahan yang bisa digarap. Dengan adanya sistem kerja sama\u00a0mus\u0101qah, setiap pihak akan sama-sama mendapatkan manfaat.<\/p>\n<p>b) Muz\u0101ra\u2019ah\u00a0danMukh\u0101barah<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Muz\u0101ra\u2019ah\u00a0adalah kerja sama dalam bidang pertanian antara pemilik lahan dan petani penggarap di mana benih tanamannya berasal dari petani. Sementara mukh\u0101barah ialah kerja sama dalam bidang pertanian antara pemilik lahan dan petani penggarap di mana benih tanamannya berasal dari pemilik lahan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Muz\u0101ra\u2019ah\u00a0memang sering kali diidentikkan dengan\u00a0mukh\u0101barah.\u00a0Namun demikian, keduanya sebenarnya memiliki sedikit perbedaan. Apabila\u00a0muz\u0101ra\u2019ah,\u00a0benihnya berasal dari petani penggarap, sedangkan\u00a0mukh\u0101barah\u00a0benihnya berasal dari pemilik lahan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Muz\u0101ra\u2019ah\u00a0dan\u00a0mukh\u0101barah\u00a0merupakan bentuk kerja sama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dan penggarap yang sudah dikenal sejak masa Rasulullah saw. Dalam hal ini, pemilik lahan memberikan lahan pertanian kepada penggarap untuk ditanami dan dipelihara dengan pembagian persentase tertentu dari hasil panen.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia, khususnya di kawasan pedesaan, kedua model penggarapan tanah itu sama-sama dipraktikkan oleh masyarakat petani. Landasan syariahnya terdapat dalam hadis dan\u00a0ijma\u2019\u00a0ulama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Syirkah\u00a0dibagi menjadi beberapa macam, yaitu\u00a0syirkah `in\u0101n, syirkah \u2018abd\u0101n, syirkah wuj\u016bh,\u00a0dan\u00a0syirkah muf\u0101wa\u1e0dah. Berikut panjelasannya: Syirkah \u2018In\u0101n Syirkah \u2018in\u0101n\u00a0adalah\u00a0syirkah\u00a0antara dua pihak atau lebih yang masing-masing memberi kontribusi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-30071","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30071","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30071"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30071\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}