{"id":29873,"date":"2022-12-06T13:54:59","date_gmt":"2022-12-06T06:54:59","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=29873"},"modified":"2022-12-06T13:54:59","modified_gmt":"2022-12-06T06:54:59","slug":"kisah-umar-bin-khattab-masuk-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kisah-umar-bin-khattab-masuk-islam\/","title":{"rendered":"Kisah Umar bin Khattab Masuk Islam"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Pada suatu hari, Umar marah mendengar adiknya, Fatimah dan iparnya masuk Islam. Lalu ia menganiaya keduanya. Dengan nada marah Fatimah berkata, \u201cHai, Umar! Jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Melihat adiknya berdarah, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Ia pun meminta lembaran al-Qur\u2019an tersebut. Namun, Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar najis, dan al-Qur\u2019an tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci. Fatimah memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin menyentuh\u00a0<i><em style=\"font-weight: inherit;\">mushaf<\/em><\/i>\u00a0tersebut dan Umar pun menurutinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Setelah membaca lembar demi lembar, Umar berkomentar \u201cIni adalah nama-nama yang indah nan suci. Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Umar bergegas menemui Nabi Muhammad saw. Seraya membawa\u00a0 pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang berada di dalam-nya berupaya mengintipnya lewat celah pintu. Dilihatnya Umar bin Khattab datang dengan garang bersama pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah saw. Mereka pun berkumpul.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Berkatalah Umar, \u201cAku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah dan Engkau adalah Rasulullah.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu hingga suaranya terdengar ke Masjidil Haram. Umar bin Khattab r.a. terkenal dengan orang yang berwatak keras dan bertubuh tegap. Sebelum masuk Islam, ia sangat ditakuti oleh orang Islam. Sebaliknya, sesudah masuk Islam, ia sangat ditakuti oleh musuh-musuhnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada suatu hari, Umar marah mendengar adiknya, Fatimah dan iparnya masuk Islam. Lalu ia menganiaya keduanya. Dengan nada marah Fatimah berkata, \u201cHai, Umar! Jika kebenaran&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-29873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29873"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29873\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}