{"id":29857,"date":"2022-12-06T13:41:54","date_gmt":"2022-12-06T06:41:54","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=29857"},"modified":"2022-12-06T13:41:54","modified_gmt":"2022-12-06T06:41:54","slug":"pengertian-empati-dan-implementasinya-dalam-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-empati-dan-implementasinya-dalam-kehidupan\/","title":{"rendered":"Pengertian Empati dan Implementasinya dalam Kehidupan"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Empati adalah keadaan mental yang membuat orang merasa dirinya dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang lain. Dalam istilah lain, empati dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyadari diri sendiri atas\u00a0 perasaan seseorang, lalu bertindak untuk membantunya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Empati merupakan sifat terpuji Islam menganjurkan hambanya memiliki sifat ini. Empati\u00a0 sama dengan rasa iba atau kasihan kepada orang lain yang terkena musibah.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Islam sangat menganjurkan sikap empati, sebagaimana firman Allah Swt. \u201c<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik<\/em><\/i>\u201d. (<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Q.S. an-Nisa<\/em><\/i>\/4: 8).<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Ayat tersebut menjelaskan apabila ada kerabat, anak yatim, dan orang miskin yang ikut menyaksikan pembagian warisan, maka mereka diberi bagian sekadarnya sebagai atau tali kasih. Kepedulian terhadap mereka perlu ditumbuhkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Sikap empati ini akan timbul apabila:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Mampu menempatkan diri sebagai orang lain, dan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Menjadi orang lain yang merasakan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Terkait sikap empati ini, Rasulullah saw. bersabda. \u201c<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Dari Abi Musa r.a. dia berkata, Rasulullah\u00a0 saw. bersabda, \u2018Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan<\/em><\/i>. (H.R. Bukhari)<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><i><em style=\"font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Hadis<\/span><\/em><\/i><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">\u00a0di atas, secara tidak langsung mengajarkan kepada kita untuk bisa\u00a0 merasakan apa yang dirasakan orang mukmin yang lain. Apabila ia sakit, kita pun merasa sakit. Apabila ia gembira, kita pun merasa gembira.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Allah\u00a0 Swt. menyuruh umat manusia untuk berempati terhadap sesamanya. Peduli dan membantu antar sesama yang membutuhkan. Allah\u00a0 Swt. sangat murka kepada orang-orang yang egois dan sombong.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Perilaku empati terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">peka terhadap perasaan orang lain,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">membayangkan seandainya aku adalah dia,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">berlatih mengorbankan milik sendiri, dan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">membahagiakan orang lain.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Empati adalah keadaan mental yang membuat orang merasa dirinya dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang lain. Dalam istilah lain, empati dapat diartikan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-29857","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29857","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29857"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29857\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}