{"id":29851,"date":"2022-12-06T13:40:44","date_gmt":"2022-12-06T06:40:44","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=29851"},"modified":"2022-12-06T13:40:44","modified_gmt":"2022-12-06T06:40:44","slug":"abu-hanifah-dan-tetangganya-si-tukang-sepatu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/abu-hanifah-dan-tetangganya-si-tukang-sepatu\/","title":{"rendered":"Abu Hanifah dan Tetangganya Si Tukang Sepatu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Di Kufah, Abu Hanifah mempunyai tetangga seorang tukang sepatu. Sepanjang hari si tukang sepatu bekerja. Menjelang malam barulah ia pulang ke rumah. Biasanya, ia membawa oleh-oleh berupa daging untuk dimasak atau seekor ikan besar untuk dibakar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Selesai makan, ia terus minum tiada henti-hentinya sambil bernyanyi dan baru berhenti jauh malam setelah ia merasa mengantuk sekali, kemudian tertidur pulas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Abu Hanifah yang sudah terbiasa melaksanakan salat sepanjang malam, tentu saja merasa terganggu oleh suara nyanyian si tukang sepatu tersebut. Tetapi, ia diamkan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Pada suatu malam, Abu Hanifah tidak mendengar tetangganya itu bernyanyi-nyanyi seperti biasanya.\u00a0 Sesaat ia keluar untuk mencari kabarnya, ternyata menurut keterangan tetangga lain, ia baru saja ditangkap polisi dan ditahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Selesai salat Subuh, ketika hari masih pagi, Abu Hanifah naik\u00a0<i><em style=\"font-weight: inherit;\">bigal<\/em><\/i>-nya ke istana. Ia ingin menemui Amir Kufah. Ia disambut dengan penuh khidmat dan hormat. Sang Amir sendiri yang berkenan menemuinya. \u201cAda yang bisa aku bantu?\u201d tanya sang Amir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">\u201cTetanggaku tukang sepatu kemarin ditangkap polisi. Tolong lepaskan ia dari tahanan, Amir,&#8221; jawab Abu Hanifah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">\u201cBaiklah,\u201d kata Amir yang segera menyuruh seorang polisi penjara untuk melepaskan tetangga Abu Hanifah yang baru ditangkap kemarin petang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Abu Hanifah pulang dengan naik\u00a0<i><em style=\"font-weight: inherit;\">bigal<\/em><\/i>-nya pelan-pelan. Sementara, si tukang sepatu berjalan kaki di belakangnya. Ketika tiba di rumah, Abu Hanifah turun dan menoleh kepada tetangganya itu seraya berkata, \u201cBagaimana? Aku tidak mengecewakanmu, kan?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">\u201cTidak, bahkan sebaliknya,\u201d Ia menambahkan,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">\u201cTerima kasih. Semoga Allah memberimu balasan kebajikan.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Sejak itu ia tidak lagi mengulangi kebiasaannya, sehingga Abu Hanifah dapat merasa lebih khusyuk\u2019 dalam ibadahnya setiap malam.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">(<\/span><i><em style=\"font-weight: inherit;\">Sumber:<\/em><\/i><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">\u00a0<\/span><i><em style=\"font-weight: inherit;\">Al-Thabaqat al-Saniyyat fi Tajarun al-Hanafiyat, Taqiyyuddin bin Abdul Qadir al-Tammii Al-Islam<\/em><\/i><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Kufah, Abu Hanifah mempunyai tetangga seorang tukang sepatu. Sepanjang hari si tukang sepatu bekerja. Menjelang malam barulah ia pulang ke rumah. Biasanya, ia membawa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-29851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29851"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29851\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}