{"id":29790,"date":"2022-12-06T11:11:59","date_gmt":"2022-12-06T04:11:59","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=29790"},"modified":"2022-12-06T11:11:59","modified_gmt":"2022-12-06T04:11:59","slug":"keistimewaan-dan-kebaikan-malam-lailatul-qadar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/keistimewaan-dan-kebaikan-malam-lailatul-qadar\/","title":{"rendered":"Keistimewaan dan Kebaikan Malam Lailatul Qadar"},"content":{"rendered":"<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><\/b><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Lailatul Qadar adalah waktu diturunkannya Al Qur\u2019an<\/span><\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Ibnu \u2018Abbas dan selainnya mengatakan, \u201c<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Allah menurunkan Al Qur\u2019an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul \u2018Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al Qur\u2019an kepada Rasulullah -shallallahu \u2018alaihi wa sallam- tersebut secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun.<\/em><\/i>\u201d (Tafsir Al Qur\u2019an Al \u2018Azhim, 14: 403). Ini sudah menunjukkan keistimewaan Lailatul Qadar.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><\/b><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan<\/span><\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Allah Ta\u2019ala berfirman:<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><i><em style=\"font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">\u201cMalam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan<\/span><\/em><\/i><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">.\u201d (QS. Al Qadar: 3). An Nakho\u2019i mengatakan, \u201c<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Amalan di lailatul qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan<\/em><\/i>.\u201d (Lihat Latho-if Al Ma\u2019arif, hal. 341).<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Mujahid, Qotadah dan ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan pada lailatul qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar. (Zaadul Masiir, 9: 191). Ini sungguh keutamaan Lailatul Qadar yang luar biasa.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><\/b><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan.<\/span><\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Allah Ta\u2019ala berfirman:<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">\u201c<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan<\/em><\/i>.\u201d (QS. Ad Dukhon: 3). Malam penuh berkah ini adalah malam \u2018lailatul qadar\u2019 dan ini sudah menunjukkan keistimewaan malam tersebut, apalagi dirinci dengan point-point selanjutnya.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><\/b><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Malaikat dan juga\u00a0<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Ar Ruuh<\/em><\/i>\u00a0-yaitu malaikat Jibril- turun pada Lailatul Qadar.<\/span><\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Keistimewaan Lailatul Qadar ditandai pula dengan turunnya malaikat. Allah Ta\u2019ala berfirman,<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">\u201c<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril<\/em><\/i>\u201d (QS. Al Qadar: 4)<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Banyak malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar karena banyaknya barokah (berkah) pada malam tersebut. Karena sekali lagi, turunnya malaikat menandakan turunnya berkah dan rahmat. Sebagaimana malaikat turun ketika ada yang membacakan Al Qur\u2019an, mereka akan mengitari orang-orang yang berada dalam majelis dzikir yaitu majelis ilmu. Dan malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena malaikat sangat mengagungkan mereka. (Lihat Tafsir Al Qur\u2019an Al \u2018Azhim, 14: 407)<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Malaikat Jibril disebut \u201c<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Ar Ruuh<\/em><\/i>\u201d dan dispesialkan dalam ayat karena menunjukkan kemuliaan (keutamaan) malaikat tersebut.<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><\/b><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Lailatul Qadar disifati dengan \u2018salaam\u2019<\/span><\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Yang dimaksud \u2018salaam\u2019 dalam ayat,<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">\u201c<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar<\/em><\/i>\u201d (QS. Al Qadr: 5) yaitu malam tersebut penuh keselamatan di mana setan tidak dapat berbuat apa-apa di malam tersebut baik berbuat jelek atau mengganggu yang lain. Demikianlah kata Mujahid (Lihat Tafsir Al Qur\u2019an Al \u2018Azhim, 14: 407).<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Juga dapat berarti bahwa malam tersebut, banyak yang selamat dari hukuman dan siksa karena mereka melakukan ketaatan pada Allah (pada malam tersebut). Sungguh hal ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari Lailatul Qadar.<\/span><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><\/b><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Lailatul Qadar adalah malam dicatatnya takdir tahunan<\/span><\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Allah Ta\u2019ala berfirman:<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">\u201c<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah<\/em><\/i>\u201d (QS. Ad Dukhan: 4). Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya (12: 334-335) menerangkan bahwa pada Lailatul Qadar akan dirinci di Lauhul Mahfuzh mengenai penulisan takdir dalam setahun, juga akan dicatat ajal dan rizki. Dan juga akan dicatat segala sesuatu hingga akhir dalam setahun. Demikian diriwayatkan dari Ibnu \u2018Umar, Abu Malik, Mujahid, Adh Dhohak dan ulama salaf lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Namun perlu dicatat -sebagaimana keterangan dari Imam Nawawi rahimahullah\u00ad dalam Syarh Muslim (8: 57)\u2013 bahwa catatan takdir tahunan tersebut tentu saja didahului oleh ilmu dan penulisan Allah. Takdir ini nantinya akan ditampakkan pada malikat dan ia akan mengetahui yang akan terjadi, lalu ia akan melakukan tugas yang diperintahkan untuknya.<\/span><\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b><\/b><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Dosa setiap orang yang menghidupkan malam \u2018Lailatul Qadar\u2019 akan diampuni oleh Allah<\/span><\/strong><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu \u2018alaihi wa sallam, beliau bersabda:<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">\u201c<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni<\/em><\/i>.\u201d (HR. Bukhari no. 1901)<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan bahwa yang dimaksud \u2018iimaanan\u2019 (karena iman) adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang diberikan (bagi orang yang menghidupkan malam tersebut). Sedangkan \u2018ihtisaaban\u2019 bermakna mengharap pahala (dari sisi Allah), bukan karena mengharap lainnya yaitu contohnya berbuat riya\u2019. (Lihat Fathul Bari, 4: 251)[<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lailatul Qadar adalah waktu diturunkannya Al Qur\u2019an Ibnu \u2018Abbas dan selainnya mengatakan, \u201cAllah menurunkan Al Qur\u2019an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul \u2018Izzah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-29790","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29790"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29790\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}