{"id":29167,"date":"2022-12-04T11:34:03","date_gmt":"2022-12-04T04:34:03","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=29167"},"modified":"2022-12-04T11:34:03","modified_gmt":"2022-12-04T04:34:03","slug":"hierarki-kebutuhan-abraham-maslow","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hierarki-kebutuhan-abraham-maslow\/","title":{"rendered":"Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hierarki-kebutuhan-abraham-maslow\/#Kebutuhan_Dasar_1_Kebutuhan_Fisiologis\" >Kebutuhan Dasar 1 : Kebutuhan Fisiologis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hierarki-kebutuhan-abraham-maslow\/#Kebutuhan_Dasar_2_Kebutuhan_Keamanan_Safety\" >Kebutuhan Dasar 2 : Kebutuhan Keamanan (Safety)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hierarki-kebutuhan-abraham-maslow\/#Kebutuhan_Dasar_3_Kebutuhan_Dimiliki_dan_Cinta_Belonging_dan_Love\" >Kebutuhan Dasar 3 : Kebutuhan Dimiliki dan Cinta (Belonging dan Love)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hierarki-kebutuhan-abraham-maslow\/#Kebutuhan_Dasar_4_Kebutuhan_Harga_Diri_Self_Esteem\" >Kebutuhan Dasar 4 : Kebutuhan Harga Diri (Self Esteem)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hierarki-kebutuhan-abraham-maslow\/#Kebutuhan_Dasar_Meta_Kebutuhan_Aktualisasi_Diri\" >Kebutuhan Dasar Meta : Kebutuhan Aktualisasi Diri<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Barangkali, sempurna untuk dikatakan bahwa teori motivasi yang paling populer yaitu hierarki kebutuhan (<i><em style=\"font-weight: inherit;\">hierarchy of needs<\/em><\/i>) milik Abraham Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri insan terdaat hierarki dari lima kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Fisiologis: Meliputi rasa lapar, haus, berlindung, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Rasa aman: Meliputi rasa ingin dilindungi dari ancaman fisik dan emosional.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Sosial: Meliputi rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Penghargaan: Meliputi faktor-faktor penghargaan internal menyerupai rasa hormat diri, otonomi, dan pencapaian, dan faktor-faktor penghargaan eksternal menyerupai status, pengakuan, dan perhatian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Aktualisasi diri: Dorongan untuk menjadi seseorang sesuai kecakapannya; mencakup pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Maslow memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan yang lebih tinggi dan lebih rendah. Kebutuhan fisiologis dan rasa kondusif dideskripsikan sebagai\u00a0<b><strong style=\"font-style: inherit;\">kebutuhan tingkat bawah\u00a0<\/strong><\/b>(<i><em style=\"font-weight: inherit;\">lower-order<\/em><\/i>\u00a0<i><em style=\"font-weight: inherit;\">needs<\/em><\/i>); kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai\u00a0<b><strong style=\"font-style: inherit;\">kebutuhan tingkat atas<\/strong><\/b>\u00a0(higher-order needs). Perbedaan antara kedua tingkatan tersebut didasarkan pada dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara internal (di dalam diri seseorang), sementara kebutuhan tingkat rendah secara mayoritas dipenuhi secara eksternal (oleh hal-hal menyerupai imbalan kerja, kontrak serikat kerja, dan masa jabatan).<\/span><\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kebutuhan_Dasar_1_Kebutuhan_Fisiologis\"><\/span><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Kebutuhan Dasar 1 : Kebutuhan Fisiologis<\/span><\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Umumnya kebutuhan fisiologis bersifat neostatik (usaha menjaga keseimbangan unsur-unsur fisik) menyerupai makan, minum, gula, garam, protein, serta kebutuhan istirahat dan seks. Kebutuhan fisiologis ini sangat kuat, dalam keadaan diktatorial (kelaparan dan kehausan) semua kebutuhan lain ditinggalkan dan orang mencurahkan semua kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan ini.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kebutuhan_Dasar_2_Kebutuhan_Keamanan_Safety\"><\/span><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Kebutuhan Dasar 2 : Kebutuhan Keamanan (<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Safety<\/em><\/i>)<\/span><\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Sesudah kebutuhan keamanan terpuaskan secukupnya, muncul kebutuhan keamanan, stabilitas, proteksi, struktur hukum, keteraturan, batas, kebebasan dari rasa takut dan cemas. Kebutuhan fisiologis dan keamanan intinya yaitu kebutuhan mempertahankan kehidupan. Kebutuhan fisiologis yaitu pertahanan hidup jangka pendek, sedang keamanan <\/span><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">adalah pertahanan hidup jangka panjang.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kebutuhan_Dasar_3_Kebutuhan_Dimiliki_dan_Cinta_Belonging_dan_Love\"><\/span><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Kebutuhan Dasar 3 : Kebutuhan Dimiliki dan Cinta (<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Belonging <\/em><\/i><\/span><\/strong><\/b><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">dan Love)<\/span><\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Sesudah kebutuhan fisiologis dari keamanan relatif terpuaskan, kebutuhan dimiliki atau menjadi belahan dari kelompok sosial dan cinta menjadi tujuan yang dominan. Orang sangat peka dengan kesendirian, pengasingan, ditolak lingkungan, dan kehilangan sahabat atau kehilangan cinta. Kebutuhan dimiliki ini terus penting sepanjang hidup.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Ada dua jenis cinta (dewasa) yakni\u00a0<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Deficiency\u00a0<\/em><\/i>atau D-Love dan\u00a0<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Being\u00a0<\/em><\/i>atau B-love. Kebutuhan cinta sebab kekurangan, itulah DLove; orang yang menyayangi sesuatu yang tidak dimilikinya, menyerupai harga diri, seks, atau seseorang yang membuat dirinya menjadi tidak sendirian. Misalnya: hubungan pacaran, hidup bersama atau ijab kabul yang membuat orang terpuaskan kenyamanan dan keamanannya. D-love yaitu cinta yang mementingkan diri sendiri, yang memperoleh daripada memberi.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">B-Love didasarkan pada evaluasi mengenai orang lain apa adanya, tanpa keinginan mengubah atau memanfaatkan orang itu. Cinta yang tidak berniat memiliki, tidak mempengaruhi, dan terutama bertujuan memberi orang lain citra positif, penerimaan diri dan perasaan dicintai, yang membuka kesempatan orang itu untuk berkembang.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kebutuhan_Dasar_4_Kebutuhan_Harga_Diri_Self_Esteem\"><\/span><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Kebutuhan Dasar 4 : Kebutuhan Harga Diri (<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Self Esteem<\/em><\/i>)<\/span><\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Ketika kebutuhan dimiliki dan menyayangi sudah relatif terpuaskan, kekuatan motivasinya melemah, diganti motivasi harga diri. Ada dua jenis harga diri :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"> Menghargai diri sendiri (<i><em style=\"font-weight: inherit;\">self respect<\/em><\/i>) : kebutuhan kekuatan, penguasaan, kompetensi, prestasi, kepercayaan diri, kemandirian, dan kebebasan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"> Mendapat penghargaan dari orang lain (<i><em style=\"font-weight: inherit;\">respect from other<\/em><\/i>) :<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">kebutuhan prestise, penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, menjadi orang penting, kehormatan, diterima dan apresiasi. Orang membutuhkan pengetahuan bahwa dirinya dikenal dengan baik dan dinilai dengan baik oleh orang lain.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kebutuhan_Dasar_Meta_Kebutuhan_Aktualisasi_Diri\"><\/span><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Kebutuhan Dasar Meta : Kebutuhan Aktualisasi Diri<\/span><\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Akhirnya setelah semua kebutuhan dasar terpenuhi, muncullah kebutuhan meta atau kebutuhan aktualisasi diri, kebutuhan menjadi sesuatu yang orang itu bisa mewujudkannya secara maksimal seluruh talenta \u2013kemampuann potensinya. Aktualisasi diri yaitu keinginan untuk memperoleh kepuasan dengan dirinya sendiri (<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Self fullfilment<\/em><\/i>), untuk menyadari semua potensi dirinya, untuk menjadi apa saja yang ia sanggup melakukannya, dan untuk menjadi kreatif dan bebas mencapai puncak prestasi potensinya. Manusia yang sanggup mencapai tingkat aktualisasi diri ini menjadi insan yang utuh, memperoleh kepuasan dari kebutuhan-kebutuhan yang orang lain bahkan tidak menyadari ada kebutuhan semacam itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><b><strong style=\"font-style: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">DAFTAR PUSTAKA<\/span><\/strong><\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Robbins Stephen P, Judge Timothy A. 2008. Perilaku Organisasi. Edisi 12. <\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\">Hermawan S. 2009.\u00a0<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Aplikasi dan Pengaruh Pemikiran Abraham Maslow pada Manajemen Bisnis, Humanisme, dan Pembelajaran. Jurnal Akuntansi, Manajemen Bisnis dan Sektor Publik (JAMBSP), vol. 5 no. 2: 226-234.\u00a0http:\/\/jurnal.stiesia.ac.id\u00a0(Diakses pada 18 Maret 2016)<\/em><\/i><\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Barangkali, sempurna untuk dikatakan bahwa teori motivasi yang paling populer yaitu hierarki kebutuhan (hierarchy of needs) milik Abraham Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-29167","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29167"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29167\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}