{"id":29124,"date":"2022-12-04T07:39:45","date_gmt":"2022-12-04T00:39:45","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=29124"},"modified":"2022-12-04T07:39:45","modified_gmt":"2022-12-04T00:39:45","slug":"akuntansi-manajemen-sejarah-pengertian-peranan-perbedaannya-dengan-akuntansi-keuangan-dan-peran-akuntan-manajemen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/akuntansi-manajemen-sejarah-pengertian-peranan-perbedaannya-dengan-akuntansi-keuangan-dan-peran-akuntan-manajemen\/","title":{"rendered":"Akuntansi Manajemen : Sejarah, Pengertian, Peranan, Perbedaannya dengan Akuntansi Keuangan dan Peran Akuntan Manajemen"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/akuntansi-manajemen-sejarah-pengertian-peranan-perbedaannya-dengan-akuntansi-keuangan-dan-peran-akuntan-manajemen\/#Sejarah_Akuntansi_Manajemen\" >Sejarah Akuntansi Manajemen<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/akuntansi-manajemen-sejarah-pengertian-peranan-perbedaannya-dengan-akuntansi-keuangan-dan-peran-akuntan-manajemen\/#Pengertian_Akuntansi_Manajemen\" >Pengertian Akuntansi Manajemen<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/akuntansi-manajemen-sejarah-pengertian-peranan-perbedaannya-dengan-akuntansi-keuangan-dan-peran-akuntan-manajemen\/#Peranan_Akuntansi_Manajemen_dalam_Organisasi_dan_Peranan_Informasi_bagi_Manajer_Organisasi_dan_Sasarannya\" >Peranan Akuntansi Manajemen dalam Organisasi dan Peranan Informasi bagi Manajer Organisasi dan Sasarannya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/akuntansi-manajemen-sejarah-pengertian-peranan-perbedaannya-dengan-akuntansi-keuangan-dan-peran-akuntan-manajemen\/#Perbedaan_Akuntansi_Manajemen_dan_Akuntansi_Keuangan\" >Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/akuntansi-manajemen-sejarah-pengertian-peranan-perbedaannya-dengan-akuntansi-keuangan-dan-peran-akuntan-manajemen\/#Peran_Akuntan_Manajemen\" >Peran Akuntan Manajemen<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Akuntansi_Manajemen\"><\/span><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Sejarah Akuntansi Manajemen<\/span><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Pada tahun 1880an, perusahaan manufaktur di Amerika mulai berkonsentrasi dalam pengembangan teknologi produksi yang berkapasitas besar.\u00a0\u00a0Para manajer dan insinyur pada perusahaan metal telah menyebarkan\u00a0untuk menghitung\u00a0<i><em style=\"font-weight: inherit;\">relevant product cost<\/em><\/i>\u00a0yang disebut\u00a0<i><em style=\"font-weight: inherit;\">scientific management<\/em><\/i>.\u00a0\u00a0Prosedur ini dipakai untuk menganalisis produktivitas dan keuntungan suatu produk. Akan tetapi seiring berkembangnya pemikiran\u00a0Akuntansi\u00a0maka setelah tahun 1914 mekanisme tersebut mulai hilang dari praktik\u00a0Akuntansi\u00a0perusahaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Setelah Perang Dunia I, terdapat peraturan\u00a0Akuntansi\u00a0keuangan yang mempunyai dampak\u00a0berkurangnya informasi\u00a0Akuntansi\u00a0yang bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja bawahan dalam perusahaan besar (<i><em style=\"font-weight: inherit;\">lost relevance<\/em><\/i>). Sampai tahun 1920an, semua manajer percaya pada informasi yang berafiliasi dengan proses produksi utama, transaksi dan even yang menghasilkan jumlah nominal pada laporan keuangan. Setelah tahun 1925, informasi yang dipakai oleh manajer menjadi lebih sederhana dan banyak perusahaan manufaktur di Amerika telah menyebarkan mekanisme\u00a0Akuntansi\u00a0Manajemen\u00a0menyerupai yang dikenal sekarang.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Selama kurun waktu lebih dari enam puluh tahun, akuntan akademisi berusaha untuk mengembalikan relevansi antara informasi kos akunting dengan informasi\u00a0Akuntansi\u00a0keuangan. Usaha tersebut memakai model perusahaan manufaktur sederhana, homogen dengan perusahaan tekstil\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0abad 19, dan dalam rangka mengatasi kasus produksi, akademisi menyusun ulang informasi pelaporan kos persediaan. Meskipun demikian, model tersebut terlalu sederhana untuk menjelaskan kasus faktual yang dihadapi oleh manajer akan tetapi hal tersebut dimahfumkan dalam rangka mempermudah bagaimana informasi kos yang berasal dari laporan keuangan sanggup dibentuk\u00a0relevan dengan pengambilan keputusan (kos\u00a0Manajemen).<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Mulai tahun 1980an hingga sekarang, Akuntansi Manajemen mengalami masa perkembangan yang pesat dengan kiprahnya sebagai pendamping Akuntansi keuangan.\u00a0\u00a0Johnson dan Kaplan menuliskannya dengan indah dalam \u201cRelevance\u00a0<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Lost: The Rise and Fall of Management Accounting<\/em><\/i>\u201d. (www.google.com)<\/span><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Akuntansi_Manajemen\"><\/span><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Pengertian Akuntansi Manajemen<\/span><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Suatu tipe informasi kuantitatif yang memakai uang sebagai satuan ukuran, yang dipakai untuk membantu\u00a0Manajemen\u00a0dalam pelaksanaan pengelolaan perusahaan atau informasi keuangan merupakan keluaran yang dihasilkan oleh tipe\u00a0Akuntansi\u00a0Manajemen\u00a0yang dimanfaatkan oleh pemakai intern organisasi. (<i><em style=\"font-weight: inherit;\">www.google.com)<\/em><\/i><\/span><\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peranan_Akuntansi_Manajemen_dalam_Organisasi_dan_Peranan_Informasi_bagi_Manajer_Organisasi_dan_Sasarannya\"><\/span><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Peranan Akuntansi Manajemen dalam Organisasi dan Peranan Informasi bagi Manajer <\/span><span style=\"font-style: inherit;\">Organisasi dan Sasarannya<\/span><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Organisasi sanggup didefenisikan sebagai sekelompok orang yang menyatu <\/span><span style=\"font-style: inherit;\">bersama alasannya ialah beberapa tujuan bersama. Tujuan bersama yang mengarahkan kerja organisasi disebut target organisasi. Tidak semua organisasi mempunyai target yang sama namun sebagian besar organisasi mempunyai target untuk memperoleh keuntungan. (<i><em style=\"font-weight: inherit;\">Ray, H, Garrinson, D.B.A,\u00a0Akuntansi\u00a0Manajemen\u00a01987)<\/em><\/i><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Selain target untuk memperoleh keuntungan dari dana yang telah ditanamkan pada perusahaan, organisasi\/perusahaan juga mempunyai target lain yaitu ingin memperoleh dan mempertahankan reputasi integritas, wajar, dan sanggup dipercaya. Perusahaan ingin juga menjadi suatu kekuatan yang positif dalam lingkungan social dan ekologi kawasan perusahaan menjalankan aktifitas.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Akuntansi Manajemen sebagai suatu Tipe Informasi<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Akuntansi\u00a0Manajemen\u00a0dipandang sebagai suatu tipe\u00a0Akuntansi\u00a0yang merupakan suatu proses untuk mengolah informasi keuangan untuk memenuhi keperluan para manajer dalam perencanaan dan pengendalian kegiatan organisasi.\u00a0Informasi\u00a0ialah suatu data, fakta, pengamatan, persepsi atau sesuatu yang lain yang menambah ilmu pengetahuan.\u00a0<i><em style=\"font-weight: inherit;\">(<\/em><\/i><i><em style=\"font-weight: inherit;\">www.google.com<\/em><\/i><i><em style=\"font-weight: inherit;\">)<\/em><\/i><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Definisi lain menyebutkan informasi ialah data yang sudah diolah, atau dengan kata lain hasil olahan data yang dipakai untuk pengambilan keputusan. Informasi ini berbeda dengan isu atau issue. Pemerolehan informasi sanggup dari aneka macam sumber baik eksternal maupun internal.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Karakteristik informasi yang berkualitas\u00a0:<\/span><\/strong><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Tepat waktu:\u00a0 Informasi harus tepat waktu alasannya ialah apabila informasi tiba terlambat maka informasi tersebut tidak mempunyai kegunaan lagi. Ketepatan\u00a0 \u00a0 waktu sangat diharapkan Manajemen\u00a0dalam persaingan global.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Relevan : Relevan ialah kesesuaian informasi tersebut dengan kebutuhan Manajemen. Informasi yang relevan akan sangat\u00a0 mendukung Manajemen\u00a0dalam pengambilan keputusan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Akurat: Informasi yang akurat akan menjamin ketepatan dalam pengambilan keputusan Manajemen.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Broadscope : adalah keluasan informasi. Dengan informasi yang luas, Manajemen sanggup meminimalisir resiko yang mungkin timbul\u00a0 dari keputusan yang dibuat.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Pengertian Informasi Akuntansi Manajemen :\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Informasi\u00a0Akuntansi\u00a0Manajemen\u00a0mengacu pada proses perbaikan nilai secara terus menerus untuk menambah nilai produk atau jasa yang berkaitan dengan rencana, desain, ukuran dan operasi system informasi financial dan nonfinancial yang membimbing dan mengarahkan tindakan\u00a0Manajemen, memotivasi perilaku, dan mendukung serta membuat nilai budaya yang diharapkan untuk mencapai target organisasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Manfaat Informasi :<\/span><\/strong><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Dapat mengurangi ketidakpastian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Membantu\u00a0Manajemen\u00a0untuk bertindak lebih baik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Membantu\u00a0Manajemen\u00a0untuk mengenali lingkungan internal maupun eksternal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Membantu\u00a0Manajemen\u00a0dalam penilaian kinerja.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Membantu perencanaan\u00a0Manajemen.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Memotivasi\u00a0Manajemen.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Peranan Akuntansi Manajemen bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam Organisasi<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Secara hirarki\u00a0Manajemen\u00a0sanggup dikelompokan menjadi tiga potongan yaitu\u00a0Manajemen\u00a0atas(senior executive),\u00a0Manajemen\u00a0menengah(middle management), dan\u00a0Manajemen\u00a0bawah(operational level. Masing-masing tingkatan ini membutuhkan informasi yang berbeda-beda.(<i><em style=\"font-weight: inherit;\">\u00a0<\/em><\/i><i><em style=\"font-weight: inherit;\">Samsryn, L.M,\u00a0Akuntansi\u00a0Manajerial Suatu Pengantar 2002)<\/em><\/i><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Contoh\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0:<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Pada organisasi\u00a0\u00a0bengkel supervisor merupakan\u00a0Manajemen\u00a0tingkat bawah (operational level). Tugas supervisor ialah mengusut sepeda motor dll. Informasi yang dibutuhkan ialah jumlah kerusakan, keseringan kerusakan, jumlah komponen yang dibutuhkan dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Sementara manajer bengkel merupakan tingkatan\u00a0Manajemen\u00a0menengah, informasi yang dibutuhkan berbeda dari level operasional. Level menengah membutuhkan informasi menyerupai yang berkaitan dengan cara meningkatkan pendapatan (laba) perusahaan.\u00a0Manajemen\u00a0tingkat menengah ini lebih terfokus pada cara atau taktik yang sanggup meningkatkan keuntungan perusahaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Sedangkan pemilik (owner) atau jajaran direksi merupakan tumpuan dari\u00a0Manajemen\u00a0atas (senior executive). Pada level ini membutuhkan informasi perihal bagaimana cara untuk menyusun taktik mempertahankan market share bengkel, memperbesar omset perusahaan, diversifikasi perusahaan, loyalitas dan kepuasan pelanggan dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Tampak terang pada tumpuan diatas bahwa masing-masing tingkatan\u00a0Manajemen\u00a0perusahaan membutuhkan informasi berbeda satu dengan lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Peranan informasi bagi manajer<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Seperti yang telah kita ketahui informasi sangat berperan dalam pembuatan keputusan bagi manajer, alasannya ialah manajer merupakan pimpinan dan penerima aktif dalam proses perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Oleh alasannya ialah itu manajer sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan dan mengarahkan organisasi semoga sanggup mencapai sasaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Sedangkan informasi itu sendiri merupakan \u201cmesin\u201d yang membuat\u00a0Manajemen\u00a0berjalan. Dalam ketiadaan aliran informasi yang kontinyu\u00a0Manajemen\u00a0akan menjadi tidak berdaya dalam melaksanakan sesuatu. Oleh alasannya ialah itu, organisasi diharuskan mempunyai jaringan yang luas, semoga memungkinkan aneka macam tingkat\u00a0Manajemen\u00a0sanggup berafiliasi melalui kanal komunikasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Dengan adanya informasi yang actual dan terpercaya maka manajer sanggup mengambil keputusan dengn lebih terarah dan efektif.<\/span><\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Akuntansi_Manajemen_dan_Akuntansi_Keuangan\"><\/span><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan<\/span><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<table style=\"font-weight: 400;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"121\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Keterangan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"210\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Akuntansi\u00a0Keuangan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"307\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Akuntansi\u00a0Manajemen<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"121\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Audience<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"210\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Eksternal<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"307\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Internal<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"121\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Tujuan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"210\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Melaporkan kinerja masa kemudian pada pihak eksternal<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"307\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Memberitahukan perbuatan keputusan internal oleh tenaga dan manajer umpan balik dan pengendalian kinerja operasi<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"121\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Waktu<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"210\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Terlambat, historis<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"307\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Saat ini, orientasi masa yang akan datang.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"121\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Tipe Informasi<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"210\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Hanya mengukur keuangan.<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"307\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Keuangan dan operasional dan pengukuran fisik proses, teknologi, supplier, pelanggan dan kompetitor<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"121\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Batasan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"210\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Regulasi, dikendalikan oleh aturan-aturan standar keuangan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"307\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Tidak ada regulasi, system dan informasi ditentukan oleh\u00a0Manajemen\u00a0untuk mempertemukan kebutuhan stratejik dan operasional<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"121\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Sifat informasi<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"210\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Objektif, sanggup di audit,reliable, konsisten, dan tepat<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"307\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Lebih subjektif dengan pertimbangan valid, relevan dan akurat<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"121\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Cakupan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"210\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Laporan organisasi keseluruhan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\" width=\"307\">\n<p style=\"font-style: inherit; font-weight: inherit;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Memberitahukan keputusan\u00a0\u00a0dan tindakan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Selain mempunyai perbedaan antara\u00a0Akuntansi\u00a0keuangan dan\u00a0Manajemen\u00a0\u00a0juga mempunyai persamaan yaitu :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Prinsip\u00a0Akuntansi\u00a0yang lazim diterima baik dalam\u00a0Akuntansi\u00a0keuangan kemungkinan besar juga merupakan prinsip pengukuran yang relevan dalam\u00a0Akuntansi\u00a0Manajemen.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\"><i><\/i>Sama-sama memakai informasi operasi yang sama<i><em style=\"font-weight: inherit;\">.(Hariadi, Bambang,\u00a0Akuntansi\u00a0Manajemen\u00a02002)<\/em><\/i><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peran_Akuntan_Manajemen\"><\/span><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Peran Akuntan Manajemen<\/span><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Perilaku Etis Akuntan Manajemen<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Perilaku etis melibatkan pemilihan tindakan-tindakan yang benar dan sesuai serta tepat. Tingkah laris kita mungkin benar atau salah, sesuai atau menyimpang, dan keputusan yang kita buat sanggup adil atau berat sebelah. Orang sering berbeda pandangan terhadap arti istilah etis, tetapi nampaknya terdapat suatu prinsip umum yang mendasari semua system etika.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Ada 10 nilai\u00a0\u00a0inti yang diidentifikasi menghasilkan prinsip-prinsip yang melukiskan benar dan salah dalam kerangka umum, yaitu :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Kejujuran (honesty)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Integritas (integrity)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Memegang janji (promise keeping)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Kesetiaan (fidelity)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Keadilan (fairness)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Kepedulian terhadap sesama (caring for others)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Penghargaan kepada orang lain (respect for others)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Kewarganegaraan dan bertanggung jawab (responsible citizenship)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Pencapaian kesempurnaan (pursuir of excellence)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Akuntabilitas (accountibillity)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">IMA (Instititute of Management Accountants) mengeluarkan pernyataan\u00a0\u00a0tentang standar sikap etis akuntan\u00a0Manajemen. Standar tersebut ialah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Kompetensi<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Akuntan\u00a0Manajemen\u00a0bertanggungjawab untuk<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">a) Menjaga tingkat kompetensi professional yang dimiliki dengan terus menerus menyebarkan pengetahuan dan keahliannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">b) Melakukan tugas-tugas profesionalnya sesuai dengan hokum, peraturan, dan standar teknis yang berlaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">c) Menyusun laporan dan rekomendasi yang lengkap serta terang setelah melaksanakan analisis yang benar terhadap informasi yang relevan dan sanggup dipercaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Kerahasiaan<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Akuntan\u00a0Manajemen\u00a0bertanggungjawab untuk :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">a)Tidak membocorkan informasi diam-diam tanpa ijin, kecuali diharuskan secara hokum.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">b)Memberi tahu bawahan seperlunya dan memonitor kegiatan mereka untuk menjaga kerahasian tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Integritas<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Akuntan Manajemen\u00a0bertanggungjawab untuk :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">a) Menghindari konflik kepentingan actual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">b) Menahan diri dari kegiatan yang akan mengakibatkan kecurigaan terhadap kemampuan mereka untuk melakukam tugasnya secara etis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">c) Menolak pemberian, penghargaan,\u00a0\u00a0dan keramah-tamahan yang sanggup menghipnotis mereka dalam bertugas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">d) Menahan diri untuk tidak melaksanakan penggerogotan terhadap legitimasi organisasi dan tujuan-tujuan etis, baik secara aktif\u00a0\u00a0maupun pasif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">e) Mengkomunikasikan aneka macam batasan profesional<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">f) Mengkomunikasikan informasi yang baik atau buruk\u00a0\u00a0dan penilaian atau opini professional.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Objektivitas<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Akuntan\u00a0Manajemen\u00a0bertanggungjawab untuk :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">a) Mengkomunikasikan informasi dengan adil dan objektif<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">b) Mengungkapkan semua informasi yang relevan dan sanggup diharapkan menghipnotis pemahaman pengguna terhadap laporan, komentar, dan rekomendasi yang dikeluarkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Resolusi konflik etika<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\">Dalam pelaksanaan standar sikap etis, akuntan\u00a0Manajemen\u00a0mungkin menghadapi kasus dalam mengidentifikasi sikap yang tidak etis atau dalam menuntaskan konflik etika. Ketika menghadapi\u00a0\u00a0isu-isu sopan santun yang penting, akuntan\u00a0Manajemen\u00a0harus mengikuti kebijakan yang ditetapkan organisasi dalam mengatasi konflik. Jika kebijakan ini tidak menuntaskan konflik etika, akuntan\u00a0Manajemen\u00a0harus mempertimbangkan tindakan berikut ini :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">a) Mendiskusikan kasus tersebut dengan supervisor kecuali jikalau kasus tersebut melibatkan atasannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">b) Menjelaskan konsep-konsep\u00a0\u00a0yang relevan melalui diskusi diam-diam dengan seorang penasihat yang objective untuk mencapai pemahaman terhadap tindakan yang mungkin dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">c) Jika konflik sopan santun masih ada setelah dilakukan tindakan terhadap semua jenjang, akuntan Manajemen\u00a0mungkin tidak mempunyai jalan lain kecuali mengundurkan diri dari organisasi dan memperlihatkan memo yang informative kepada perwakilan organisasi yang ditunjuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-style: inherit;\">d) Kecuali diperintah secara hukum, mengkomunikasikan kasus tersebut kepada aneka macam otoritas atau individu yang tidak ada korelasi dengan organisasi bukanlah pertimbangan yang tepat.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"font-style: inherit;\">Daftar Pustaka<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\"><i><em style=\"font-weight: inherit;\">Hariadi, Bambang, Akuntansi Manajemen, edisi 1. Yogyakarta : BPFE 2002<\/em><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\"><i><em style=\"font-weight: inherit;\">Machfoedz, Mas\u2019ud, Akuntansi Manajemen, Jakarta : BPFE 2002<\/em><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\"><i><em style=\"font-weight: inherit;\">Samsryn, L.M, Akuntansi Manajerial Suatu Pengantar, Jakarta : Rajawali Pers, 2002<\/em><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-style: inherit;\"><i><em style=\"font-weight: inherit;\">Ray, H, Garrinson, D.B.A, Akuntansi Manajemen, Yogyakarta : Ak Group 1987<\/em><\/i><\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah Akuntansi Manajemen Pada tahun 1880an, perusahaan manufaktur di Amerika mulai berkonsentrasi dalam pengembangan teknologi produksi yang berkapasitas besar.\u00a0\u00a0Para manajer dan insinyur pada perusahaan metal&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-29124","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29124"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29124\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}