{"id":29119,"date":"2022-12-04T07:30:56","date_gmt":"2022-12-04T00:30:56","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=29119"},"modified":"2022-12-04T07:30:56","modified_gmt":"2022-12-04T00:30:56","slug":"manajemen-operasional-pengertian-sistem-operas-lokasi-bisnis-dan-pengelolaannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/manajemen-operasional-pengertian-sistem-operas-lokasi-bisnis-dan-pengelolaannya\/","title":{"rendered":"Manajemen Operasional : Pengertian, Sistem Operas, Lokasi Bisnis, dan Pengelolaannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/manajemen-operasional-pengertian-sistem-operas-lokasi-bisnis-dan-pengelolaannya\/#Pengertian_Manajemen_Operasi\" >Pengertian Manajemen Operasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/manajemen-operasional-pengertian-sistem-operas-lokasi-bisnis-dan-pengelolaannya\/#Unsur_Manajemen_terdiri_dari_perencanaan_pelaksanaan_pengawasan\" >Unsur Manajemen terdiri dari ; perencanaan, pelaksanaan, pengawasan.<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/manajemen-operasional-pengertian-sistem-operas-lokasi-bisnis-dan-pengelolaannya\/#Sistem_Operasi\" >Sistem Operasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/manajemen-operasional-pengertian-sistem-operas-lokasi-bisnis-dan-pengelolaannya\/#Lokasi_bisnis_Manufaktur_penghasil_barang\" >Lokasi bisnis Manufaktur (penghasil barang)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/manajemen-operasional-pengertian-sistem-operas-lokasi-bisnis-dan-pengelolaannya\/#Lokasi_bisnis_jasa\" >Lokasi bisnis jasa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/manajemen-operasional-pengertian-sistem-operas-lokasi-bisnis-dan-pengelolaannya\/#Pengaturan_Proses_Operasi\" >Pengaturan Proses Operasi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/manajemen-operasional-pengertian-sistem-operas-lokasi-bisnis-dan-pengelolaannya\/#Secara_umum_terdapat_dua_jenis_proses_produksi\" >Secara umum, terdapat dua jenis proses produksi :<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/manajemen-operasional-pengertian-sistem-operas-lokasi-bisnis-dan-pengelolaannya\/#Proses_produksi_Pelayanan\" >Proses produksi Pelayanan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/manajemen-operasional-pengertian-sistem-operas-lokasi-bisnis-dan-pengelolaannya\/#Sifat_dan_Teknis_Produksi\" >Sifat dan Teknis Produksi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/manajemen-operasional-pengertian-sistem-operas-lokasi-bisnis-dan-pengelolaannya\/#Pengelolaan_Dalam_Kegiatan_Operasi\" >Pengelolaan Dalam Kegiatan Operasi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Manajemen_Operasi\"><\/span><strong>Pengertian Manajemen Operasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Manajemen operasi adalah suatu proses yang berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi manajemen dan untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Operasi dapat diartikan sebagai segala aktivitas dalam mentransformasikan input menjadi output yang bisa menambah nilai pada suatu barang atau jasa. Jadi definisi manajemen operasional adalah area bisnis yang berfokus kepada proses produksi produk ataupun jasa. Dimana terdapat manajer operasi yang memiliki tanggung jawab terhadap proses input (material\/energi\/tenaga kerja) menjadi output (produk\/jasa).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Manajemen operasi adalah sebuah bentuk dari pengelolaan yang menyeluruh dan optimal pada masalah tenaga kerja, barang, mesin, peralatan, bahan baku atau produk apapun yang dapat dijadikan sebuah barang atau jasa yang tentunya dapat di perjualbelikan. Yang dimana ada tanggung jawab dari manajer operasional terhadap menghasilkan produk atau jasa, mengambil keputusan yang berhubungan dengan fungsi operasi dan sistem transformasi, dan menelaah pengambilan keputusan dari fungsi operasi itu sendiri.<\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Unsur_Manajemen_terdiri_dari_perencanaan_pelaksanaan_pengawasan\"><\/span><strong>Unsur Manajemen terdiri dari ; perencanaan, pelaksanaan, pengawasan.<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tahap\u00a0 Perencanaan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Tahap perencanaan\u00a0meliputi ; Penentuan strategi operasi; penentuan lokasi pabrik; Riset dan pengembangan produk; penentuan jumlah produk; penentuan luas dan pola produksi;penyusunan layout &amp; job design; serta penentuan standar kerja.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tahap Pelaksanaan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Tahap pelaksanaan\u00a0meliputi ; pengaturan bahan baku; pengturan proses produksi; pemeliharaan dan penggantian fasilitas; perbaikan lingkungan kerja; dan perbaikan kesejahteraan pekerja.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Tahap Pengawasan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Tahap pengawasan\u00a0meliputi ; pengawasan kuantitas ; pengawasan kualitas; dan pengawasan biaya produksi dan operasi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam perencanaan, manajer operasi menentukan tujuan subsistem operasi dari organisasi dan mengembangkan program, kebijakan dan prosedur penentuan peranan dan fokus dari operasi termasuk perencanaan produk, perencanaan fasilitas dan perencanaan penggunaan sumber daya produksi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, Manajemen Produksi atau Operasi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sistem_Operasi\"><\/span><strong>Sistem Operasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sistem operasi merupakan sistem yang mengacu pada sistem transformasi yang menghasilkan barang dan jasa. Gambaran sistem ini tidak hanya menjadi pijakan untuk definisi jasa dan manufaktur sebagai sistem transformasi, tetapi juga dasar yang kuat untuk rancangan dan analisis operasi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam sistem operasi, yang menjadi masukan adalah energi, material, tenaga kerja, modal dan informasi. Sedangkan sistem operasi yang disandarkan pada kendali syari\u2019at akan memastikan berjalannya proses transformasi yang amanah, disamping jaminan halal atas segala masukan yang digunakan serta semua keluaran yang dihasilkan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Lingkungan eksternal mempengaruhi ketiga subsistem manajemen operasi. Sebagai contoh, lingkungan eksternal menyediakan tenaga kerja, bahan mentah yang menjadi input. Perubahan teknologi dapat mengubah proses transformasi. Produk yang dihasilkan oleh organisasi dilempar kelingkungan eksternal, tetapi lingkungan eksternal juga mempengaruhi output yang dihasilkan.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lokasi_bisnis_Manufaktur_penghasil_barang\"><\/span><strong>Lokasi bisnis Manufaktur (penghasil barang)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Model-model penghitungannya:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Dengan penghitungan biaya angkut dan jarak yang paling rendah<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh: perusahaan konveksi, lebih memilih lokasi didaerah kudus yang dekat dengan pasar kliwon, untuk memasarkan produknya, bahan bakunya pun didaerah kudus banyak tersedia.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Metode perbandingan biaya operasi<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh:\u00a0Memilih beberapa alternatif lokasi, kemudian diperbandingkan dan dipilih alternatif lokasi dengan biaya operasi paling rendah.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Dengan pendekatan kualitatif<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh: pabrik semen dan minyak, memilih lokasi yang dekat dengan bahan baku.<\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lokasi_bisnis_jasa\"><\/span><strong>Lokasi bisnis jasa<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bisnis jasa lebih diprioritaskan yang lokasinya setrategis, karena tidak ada biaya angkut.Namun bisnis jasa yang mendatangi konsumen seperti jasa sedot WC, tidak perlu strategis yang terpenting adalah sarana komunikasinya kepada konsumen, cukup dengan menempel nomor telephon.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengaturan_Proses_Operasi\"><\/span><strong> Pengaturan Proses Operasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Secara_umum_terdapat_dua_jenis_proses_produksi\"><\/span><strong>Secara umum, terdapat dua jenis proses produksi :<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><em>Pertama<\/em><\/strong><em>, <\/em>sistem Produksi Intermiten<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sistem produki intermiten yaitu\u00a0Sistem produksi dimana pengelolaan kegiatan produksi bersifat tidak terus menerus, berkelanjutan dan menggunakan pola mulai selesai. Artinya,kepastian mengenai kapan\u00a0akan\u00a0memulai\u00a0suatu\u00a0proses\u00a0 produksi dan kapan\u00a0akan\u00a0menyelesaikan proses produksi\u00a0yang\u00a0jelas. Terdapat dua jenis pola produksi yang menggunakan sistem intermiten :<\/p>\n<p>Produksi massal ( mass production)<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Produksi massal umumnya berlaku pada prusahaan manufaktur.\u00a0Yang\u00a0dilakukan melalui standar produksi tertentu, prosedur tertentu dan jumlah unit produk tertentu yang secara rutin diproduksi.<\/p>\n<p>Pilihan masal (mass customization)<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bahwa produk yang dihasilkan oleh prusshaan memberikasn keleluasaan kepada konsumen untuk memilih sesuai selera dan daya beli masing-masing. Perusahaan memproduksi variasi produk yang lebih banyak,seperti HP,Komputer.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><em>Kedua<\/em><\/strong><em>,<\/em>sistem proses produksi yang terus menerus<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sistem proses produksi yang terus menerus<strong><em>\u00a0<\/em><\/strong>(<em>continous production system<\/em>)\u00a0Sistem produksi dimana pengelolaan kegiatan produksi bersifat terus menerus dan untuk jangka waktu yang relatif panjang kemudian disimpan dalam gudang, disalurkan ke penyalur dan dijual kepada konsumen. Contoh perusahaan manufaktur seperti perusahaan kimia, minyak bumi dan tambang, sedangkan perusahaan jasa seperti ttransportasi transportasi yang terus menerus memberatkan penumpang dari terminal.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_produksi_Pelayanan\"><\/span><strong> Proses produksi Pelayanan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Produksi yang standar<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Proses produksi yang didasarkan pada standar perusahaan. Standar tersebut di desain dari informasi konsumen. Konsemen membeli sebagaimana barang yang distandardisasikan tersebut.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Produksi menurut pesanan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Proses produksi dilakukan untuk membuat barang sebagaimana yang dipesan oleh konsemen. Jadi bentuknya tidak distandardisasikan tetapi sangat bervariasi.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sifat_dan_Teknis_Produksi\"><\/span><strong> Sifat dan Teknis Produksi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Teknik produksi pada perusahaan manufaktur ada beberapa jenis yaitu:<\/p>\n<p>a) Proses Ekstraktif merupakan proses produksi yang haanya mengambil dari alam dan sudah terjadi produksi akhir,\u00a0 misalnya emas, batu bara, dan sebagainya.<\/p>\n<p>b) Proses Analitis merupakan kegiatan produksi yang memisah misahkan bahan alam menjadi produk akhir, misalnya\u00a0 minyak, semen dan sebagainya.<\/p>\n<p>c) Proses sintetis merupakan kegiatan produksi dengan mencampur bahan-bahan kemudian diolah menjadi produk akhir, misalnya makanan, minuman, dan obat-obatan.<\/p>\n<p>d) Proses Pengubahan yaitu kegiatan produksi dengan mengubah bahan baku menjadi produk akhir, misalnya elektronik.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengelolaan_Dalam_Kegiatan_Operasi\"><\/span><strong> Pengelolaan Dalam Kegiatan Operasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><strong> Pengaturan Bahan Baku<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pengatuaran bahan baku dilakukan dalam mengefesienkan biaya pemasaran dan penyimpanan yang akan dikeluarkan dalam satu periode dengan penerapan metode EOQ (Economic Order Quantity) jika asumsinya dapat dipenuhi. Sedangkan untuk efesiensi biaya penyimpanan ekstra (Ekstra Carrying Cost) dan penganti bahan baku (Stoc Out Cost) dipergunakan metode ROP (Re Order Point).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Metode EOQ dan ROP memiliki asumsi yang sama yaitu : bahan baku selalau tersedia pada leveransir; pola produksi yang stabil dalam perusahaan; tarif biaya pesan dan simpan selalu tepat dalam satu periode; bahan baku yang dibeli tidak rusak akibat disimpan; perusahaan memiliki gedang.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Juga bisa menggunakan metode JIT (just in time) yaitu metode pengelolaan bahan baku tanpa harus memiliki gudang penyimpanan,karena bahan baku yang dibeli dari pemasok langsung diproduksi.jika bahan baku akan habis,levelansir selalu menyediakan dan menghantarkan sampai lokasi tempat produksi.dalam metode ini,levalinsir tidak boleh terlambat,sebab akan mengganggu proses produksi.<\/p>\n<p><strong>Keputusan Operasi<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pengambilan keputusan merupakan tema pokok dalam operasi perusahaan yaitu :<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00d8\u00a0Keputusan berkaitan dengan proses<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Keputusan mengenai proses fisik berkenaan dengan fasilitas yang akan dipakai untuk memproduksi barang dan jasa.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00d8\u00a0Keputusan berkaitan dengan kapasitas<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Keputusan\u00a0yang\u00a0mengenai kapasitas diperlukan untuk menghasilkan jumlah produk yang tepat, ditempat dan dalam waktu yang\u00a0tentunya\u00a0tepat pula.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00d8\u00a0Keputusan berkaitan dengan kesediaan<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Keputusan berkaitan kesediaan ini mencangkup apa yang akan dipesan, berapa banyak, dan kapan dipesan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00d8\u00a0Keputusan berkaitan dengan tenaga kerja<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Keputusan berkaitan dengan tenaga kerja mencangkup bagaimana rekrutmen, proses seleksi diselesaikan, pelatihan dan pengembangan, supervisi, kompensasi dan PHK.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00d8\u00a0Keputusan berkaitan dengan mutu<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Keputusan yang menyangkut penentuan mutu produk harus menjadi orientasi bersama dalam setiap proses operasi penetapan standar, desain peralatan, pemilihan orang-orang terlatih dan pengawasan terhadap produk yang dihasilkan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Muhammad Husni Mubarok, M.M.\u00a0<em>Pengantar Bisnis.<\/em>\u00a0Kudus:Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri(STAIN). 2010<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">http:\/\/id.shvoong.com\/social-sciences\/1995194-manajemen-produksi\/#ixzz1Xtb5kyHN<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"http:\/\/nurrahmanarif.wordpress.com\/2008\/11\/12\/manajemen-operasi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Manajemen Operasi<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Manajemen Operasi Manajemen operasi adalah suatu proses yang berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi manajemen dan untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-29119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29119"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29119\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}