{"id":29045,"date":"2022-12-03T15:13:30","date_gmt":"2022-12-03T08:13:30","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=29045"},"modified":"2022-12-03T15:13:30","modified_gmt":"2022-12-03T08:13:30","slug":"zak-aditif-makanan-dan-pengaruhnya-terhadap-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zak-aditif-makanan-dan-pengaruhnya-terhadap-kesehatan\/","title":{"rendered":"Zak Aditif Makanan Dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zak-aditif-makanan-dan-pengaruhnya-terhadap-kesehatan\/#Definisi_Zat_Aditif\" >Definisi Zat Aditif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zak-aditif-makanan-dan-pengaruhnya-terhadap-kesehatan\/#Pengaruh_Penggunaan_Zat_Aditif_Bagi_Kesehatan_Tubuh_Manusia\" >Pengaruh Penggunaan Zat Aditif Bagi Kesehatan Tubuh Manusia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zak-aditif-makanan-dan-pengaruhnya-terhadap-kesehatan\/#Pewarna\" >Pewarna<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zak-aditif-makanan-dan-pengaruhnya-terhadap-kesehatan\/#Pemanis\" >Pemanis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zak-aditif-makanan-dan-pengaruhnya-terhadap-kesehatan\/#Pengawet\" >Pengawet<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zak-aditif-makanan-dan-pengaruhnya-terhadap-kesehatan\/#Penyedap_rasa_dan_aroma\" >Penyedap rasa dan aroma<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zak-aditif-makanan-dan-pengaruhnya-terhadap-kesehatan\/#Anti-oksidan\" >Anti-oksidan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Definisi_Zat_Aditif\"><\/span><strong>Definisi Zat Aditif<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Zat aditif adalah suatu bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan dengan maksud dan tujuan tertentu. Biasanya zat aditif ditambahkan ke dalam makanan pada saat proses pengolahan.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengaruh_Penggunaan_Zat_Aditif_Bagi_Kesehatan_Tubuh_Manusia\"><\/span><strong>Pengaruh Penggunaan Zat Aditif Bagi Kesehatan Tubuh Manusia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada sub-bab sebelumnya, saya telah membahas keuntungan dan kerugian penggunaan zat aditif secara umum. Pada sub-bab ini, saya akan membahas secara khusus pengaruh penggunaan zat aditif bagi kesehatan tubuh manusia. Terutama pengaruh penggunaan zat aditif buatan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kerugian dari penggunaan zat aditif yang telah di sebutkan di atas adalah terdapat beberapa jenis zat aditif yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Untuk memperjelasnya, berikut ini adalah akibat-akibat yang ditimbulkan dari penggunaan zat aditif sintetis bagi kesehatan:<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pewarna\"><\/span><strong>Pewarna<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya penggunaan pewarna pada makanan tidak terlalu berpengaruh bagi kesehatan tubuh manusia, asalkan pewarna tersebut adalah jenis pewarna untuk makanan dan telah mendapatkan izin dari BPOM dan Departemen Kesehatan. Akan tetapi, akhir-akhir ini, banyak produsen makanan yang menggunakan pewarna tekstil ataupun benda untuk membuat produk mereka terlihat menarik. Zat pewarna tekstil dan benda inilah yang sebenarnya bersifat racun bagi tubuh kita. Berikut adalah dampak pengunaan zat pewarna yang tidak sesuai dengan aturan :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Rhodamin B (pewarna tekstil) dapat menyebabkan kanker dan menimbulkan keracunan pada paru-paru, tenggorokan, hidung, dan usus.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan zat pewarna dengan dosis terlalu tinggi dapat menyebabkan diare.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Pewarna sintetis makanan, dapat menyebabkan kanker hati dan menimbulkan alergi.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Menyebabkan hypertrophy, hyperplasia, carcinomas kelenjar tiroid.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Pewarna Tartazine dapat menyebabkan kanker, meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada masa kanak-kanak.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Pewarna Sunset Yellow dapat menyebabkan kerusakan kromosom.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Pewarna Ponceau 4R dapat menyebabkan anemia dan menyebabkan kepekatan pada hemoglobin.<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemanis\"><\/span><strong>Pemanis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Adanya pemanis buatan sebenarnya sangat membantu untuk orang yang menderita penyakit Diabetes karena pemanis buatan tidak terlalu banyak mengandung gliserol (gula darah). Namun, jika tidak disesuaikan dengan aturan, penggunaan pemanis buatan dapat menyebabkan :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Kanker, terutama pada siklamat yang ternyata ditemukan adanya bahan karsinogenik (bahan yang dapat memicu timbulnya kanker).<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Infeksi atau kanker kantung kemih (saccarin).<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Gangguan saraf dan tumor otak (aspartan)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Mutagenik<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengawet\"><\/span><strong>Pengawet<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Belakangan ini, publik diramaikan oleh berita mengenai penggunaan formalin (pengawet mayat) pada mie basah. Pengawet yang bukan merupakan pengawet khusus untuk makanan tentu memiliki efek samping yang cukup besar terhadap kesehatan. Begitu juga dengan penggunaan pengawet sintetis secara berlebihan.<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Formalin, dapat menyebabkan kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan, penyakit jantung dan merusak sistem saraf.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai macam penyakit.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Boraks, dapat menimbulkan rasa mual, muntah, diare, penyakit kulit, kerusakan ginjal, serta gangguan pada otak dan hati.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Natamysin, bisa menyebabkan\u00a0mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan perlukaan kulit.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Kalium Asetat dapat menyebabkan kerusakan fungsi ginjal.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Nitrit dan Nitrat<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Sulfur dioksida,\u00a0<strong>menyebabkan perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.<\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Kalsium dan Natrium propionate<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang disarankan adalah 0,32% atau 3,2 gram\/kg bahan. Sedangkan untuk makanan berbahan keju, dosis maksimumnya adalah 0,3% atau 3 gram\/kg bahan. Penggunaaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.<\/p>\n<ol start=\"9\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Natrium metasulfat, dapat menyebabkan alergi pada kulit.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Asam sorbat.<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyedap_rasa_dan_aroma\"><\/span><strong>Penyedap rasa dan aroma<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Penyedap rasa yang paling sering digunakan oleh masyarakat pada umumnya adalah mono-natrium dan monosodium glutamate (vetsin). Namun, jenis penyedap ini pula lah yang memiliki dampak yang cukup serius bagi kesehatan tubuh, yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Kelainan hati<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Trauma<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Hipertensi<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Stress<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Demam tinggi<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Mempercepat proses penuaan<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Alergi kulit<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Mual<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Muntah<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Migren<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Asma<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Ketidakmampuan belajar<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Depresi<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Anti-oksidan\"><\/span><strong>Anti-oksidan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan BHA dan BHT dapat menyebabkan kelainan kromosom pada orang yang alergi terhadap aspirin. Selain itu, penggunaan BHA jug adapt menyebabkan penyakit hati dan memicu kanker.<\/p>\n<p>Sumber: academia.edu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Definisi Zat Aditif Zat aditif adalah suatu bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan dengan maksud dan tujuan tertentu. Biasanya zat aditif ditambahkan ke dalam&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-29045","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29045","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29045"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29045\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29045"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29045"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29045"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}