{"id":28824,"date":"2022-12-01T22:13:28","date_gmt":"2022-12-01T15:13:28","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=28824"},"modified":"2022-12-01T22:13:28","modified_gmt":"2022-12-01T15:13:28","slug":"persamaan-dan-perbedaan-pendidikan-informal-non-formal-dan-formal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/persamaan-dan-perbedaan-pendidikan-informal-non-formal-dan-formal\/","title":{"rendered":"Persamaan dan Perbedaan Pendidikan Informal, Non Formal, Dan Formal"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\">Adapun persamaan antara pendidikan informal dengan\u00a0pendidikan\u00a0non formal\u00a0yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Kedua-duanya terjadi diluar pendidikan formal.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Clientele diterima tidak atas dasar credentials (seperti misalnya ijazah dan lain sebagainya), juga tidak atas dasar usia.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Dibidang pada pendidikan formal, pada keduanya materi pendidikan pada umumnya lebih banyak yang bersifat praktis.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Dapat menggunakan metode mengajar yang sama.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Dapat diselenggarakan atau berlangsung didalam atau di luar.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan\u00a0perbedaan\u00a0Antara\u00a0Pendidikan Informal dan Non Formal\u00a0yaitu:<\/p>\n<p><strong>Pendidikan Informal<\/strong><\/p>\n<p>a) Tidak pernah diselenggarakan secara khusus disekolah.<\/p>\n<p>b) Medan pendidikan yang bersangkutan tidak diadakan pertama-tama dengan maksud menyelenggarakan pendidikan.<\/p>\n<p>c) Pendidikan tidak deprogram secara tertentu.<\/p>\n<p>d) Tidak ada waktu belajar yang tertentu.<\/p>\n<p>e) Metode mengajar tidak formal.<\/p>\n<p>f)T idak ada evaluasi yang sistematis.<\/p>\n<p>g) Umumnya tidak diselenggarakan oleh pemerintah.<\/p>\n<p><strong>Pendidikan Non Formal<\/strong><\/p>\n<p>a) Bisa diselenggarakan dalam gedung sekolah.<\/p>\n<p>b) Medan pendidikan yang bersangkutan memang diadakan bagi kepentingan penyelenggaraan pendidikan.<\/p>\n<p>c) Pendidikan deprogram secara tertentu.<\/p>\n<p>d) Ada waktu belajar yang tertentu.<\/p>\n<p>e) Metode mengajarnya lebih formal<\/p>\n<p>f) Ada evaluasi yang sistematis.<\/p>\n<p>g) Diselenggarakan oleh pemerintah dan pihak swasta.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Adapun\u00a0persamaan antara\u00a0Pendidikan\u00a0Non Formal dan Pendidikan Formal\u00a0yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan Pendidikan Informal, medan Pendidikan keduanya ada adalah memang diadakan demi untuk menyelenggarakan pendidikan yang bersangkutan.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Materi pendidikan diprogram secara tertentu.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Ada clientele tertentunyang diharapkan datang ke medannya.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Memiliki jam belajar yang tertentu.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Menyelenggarakan evaluasi pelaksanaan programnya.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Diselenggarakan oleh pemerintah dan atau pun pihak swasta.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan\u00a0perbedaan antara Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Formal.<\/p>\n<p><strong>Pendidikan Non Formal<\/strong><\/p>\n<p>a) Pada umunya tidak dibagi atas jenjangan.<\/p>\n<p>b) Waktu penyampennya tidak deprogram lebih pendek.<\/p>\n<p>c) Usia siswa disuatu kursus tidak perlu sama.<\/p>\n<p>d) Para siswa umunya berorientasi studi jangka pendek, praktis, agar segera dapat menerapkan hasil pendidikannya dalam praktek kerja (berlaku dalam masyarakat sedang bermasyarakat sedang berkembang).<\/p>\n<p>e) Materi mata pelajaran pada umunya lebih banyak yang bersifat praktis dan khusus.<\/p>\n<p>f) Merupakan response dari pada kebutuhan khusus yang mendesak.<\/p>\n<p>g) Credentials (ijazah, dan sebagainya) umumnya kurang memegang peranan penting terutama bagi penerimaan siswa.<\/p>\n<p><strong>Pendidikan Formal<\/strong><\/p>\n<p>a) Selalu dibagi atas jenjang yang memiliki hiararkis.<\/p>\n<p>b) Waktu penyampian deprogram lebih panjang atau lebih lama.<\/p>\n<p>c) Usia siswa di suatu jenjang reletif homogeny, khususnya pada jenjang-jenjang permulaan.<\/p>\n<p>d) Para siswa umumnya berorientasi studi buat jangka waktu yang relatif lama, kurang berorientasi pada materi program yang bersifat praktis, dan kurang berorientasi kearah cepat bekerja.<\/p>\n<p>e) Materi pelajaran pada umunya lebih banyak bersifat akademis dam umum<\/p>\n<p>f) Merupakan response dari kebutuhan umum dan relative jangka panjang.<\/p>\n<p>g) Credentials memegang peran penting, terutama bagi penerimaan siswa pada tingkatan pendidikan lebih tinggi.<\/p>\n<p>REFERENSI:<\/p>\n<p>Zahra Idris, Jamal Lisma. Pengantar Pendidikan, Jakarta: PT. Grafindo, 1992<\/p>\n<p>Sardjana Kadir, Perencanaan Pendidikan Nonformal, Surabaya: Usaha Nasional, 1982,<\/p>\n<p>Sanapiah Faisal. Pendidikan non formal Di dalam Sistem Pendidikan dan Pembangunan Nasional, Surabaya: Usaha Offset Printing. 1981,<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Adapun persamaan antara pendidikan informal dengan\u00a0pendidikan\u00a0non formal\u00a0yaitu: Kedua-duanya terjadi diluar pendidikan formal. Clientele diterima tidak atas dasar credentials (seperti misalnya ijazah dan lain sebagainya), juga&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-28824","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28824"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28824\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}