{"id":28790,"date":"2022-12-01T21:43:11","date_gmt":"2022-12-01T14:43:11","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=28790"},"modified":"2022-12-01T21:43:11","modified_gmt":"2022-12-01T14:43:11","slug":"pengertian-nilai-karakteristik-dan-tingkatan-nilai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-nilai-karakteristik-dan-tingkatan-nilai\/","title":{"rendered":"Pengertian Nilai, Karakteristik dan Tingkatan Nilai"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-nilai-karakteristik-dan-tingkatan-nilai\/#Pengertian_Nilai\" >Pengertian Nilai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-nilai-karakteristik-dan-tingkatan-nilai\/#Karakteristik_dan_Tingkatan_Nilai\" >Karakteristik dan Tingkatan Nilai<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Nilai\"><\/span><strong>Pengertian Nilai<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebelum membahas tentang pengertian nilai secara khusus, akan disinggung sedikit tentang teori nilai. Karena kajian nilai dalam ilmu Filsafat berkaitan dengan kajian aksiologi terhadap sesuatu hal.[1]\u00a0Kata aksiologi barasal dari bahasa Yunani\u00a0<em>\u201caxios\u201d<\/em>\u00a0dan dalam bahasa Inggris\u00a0<em>\u201caxiology\u201d<\/em>; yang artinya layak; pantas; nilai, dan\u00a0<em>\u201clogos\u201d<\/em>\u00a0artinya ilmu.[2]\u00a0Aksiologi ialah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakekat nilai, pada umumnya ditinjau dari sudut pandangan kefilsafatan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Di dunia ini terdapat banyak cabang pengetahuan yang bersangkutan dengan masalah-masalah nilai yang khusus seperti epistimologis, etika dan estetika. Epistimologi bersangkutan dengan masalah kebenaran, etika bersangkutan dengan masalah kebaikan, dan estetika bersangkutan dengan masalah keindahan.[3]\u00a0Secara historis, istilah yang lebih umum dipakai adalah etika (ethics) atau moral (morals). Tetapi dewasa ini, istilah axios (nilai) dan logos (teori) lebih akrab dipakai dalam dialog filosofis.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pengertian nilai atau value[4]\u00a0secara terminology dapat diambil dari pendapat para tokoh, diantaranya: Menurut Fraenkel adalah ide atau konsep tentang apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh seseorang.[5]\u00a0Menurut Henry Hazlitt, sebagaimana yang dikutip oleh Amril M. mengatakan bahwa nilai adalah sesuatu yang menarik, dicari, menyenangkan, diinginkan dan disukai dalam pengertian yang baik atau berkonotasi positif.[6]\u00a0Lebih jelas lagi tentang hakikat nilai ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Muhmidayeli, bahwa nilai itu dapat bermakna benar dan salah, baik dan buruk, manfaat atau berguna, indah dan jelek, dan sebagainya.[7]<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Meskipun pada dasarnya Nilai memiliki pengertian yang sangat luas, namun ada kesamaan persepsi yang kita dapatkan, bahwa nilai adalah sesuatu yang menarik bagi kita, sesuatu yang kita cari, sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang disukai dan diinginkan, singkatnya bahwa nilai adalah sesuatu yang baik.[8]<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karakteristik_dan_Tingkatan_Nilai\"><\/span><strong>Karakteristik dan Tingkatan Nilai<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ada\u00a0beberapa karakteristik nilai yang berkaitan dengan teroi nilai, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Nilai subjektif atau objektif<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Orang dapat mengatakan bahwa nilai sepenuhnya berhakikat subyektif, karena nilai merupakan reaksi yang diberikan oleh manusia sebagai pelaku, mereka menganggap nilai sebagai sebuah fenomen kasadaran dan memandang nilai sebagai pengungkapan perasaan psikologis, sikap subyektif manusia kepada obyek yang dinilainya. Jadi, nilai itu subjektif jika eksistensinya, maknanya, dan validitasnya tergantung pada reaksi subjek yang melakukan penilaian, tanpa mempertimbangkan apakah ini bersifat psikis atau fisik.[9]\u00a0Sebaliknya, di katakan objektif jika ia tidak bergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Nilai constant atau berubah[10]<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Nilai dapat dikatakan constant karena nilai selalu bersifat tetap dan tidak berubah-ubah, atau absolut. Sesuatu yang baik, bajik, yang benar dan yang cantik atau bahkan yang menyenangkan dan lain sebagainya tidak dapat berubah secara fundamental dari generasi ke generasi, dari masyarakat yang satu ke masyarakat yang lain. Nilai dalam hal ini bukanlah produk manusia tetapi merupakan bagian dari alam raya, yang eksitensinya mengikuti sifat dan watak natural manusia yang sejati.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, nilai dapat berubah atau bersifat relative tidak permanen tetapi tampil karena perubahan budaya dan masyarakat. Ini tidak menunjukan bahwa nilai-nilai bersifat fluktuatif dari masa ke masa. Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perintah tertentu yang di anggap sebagai pengikat secara universal tanpa memperhatikan lingkungan dimana ia diakui\u00a0 dan di praktikan. Larangan \u201cjangan membunuh\u201d umpamanya bukanlah prinsip yang absolute atau constant. Suatu saat prilaku membunuh dapat saja menjadi benar ketika dilakukan untuk mempertahankan diri atau mungkin karena memelihara kehidupan orang lain.[11]<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>[1]\u00a0\u00a0Drs. Uyoh Sadulloh, M. Pd. Pengantar Filsafat Pendidikan. 2007. Bandung. Penerbit Alfabeta CV. Hal. 36.<\/p>\n<p>[2]\u00a0\u00a0Muhmidayeli,\u00a0<em>Filsafat Pendidikan Islam,\u00a0<\/em>(Yogyakarta, Aditya Media, Cetakan I, 2005), 72.<\/p>\n<p>[3]\u00a0\u00a0Louis O. Kattsoff. Pengantar Filsafat. Alih Bahasa Soejono Soemargono. 1996. Yogyakarta. Penerbit Tiara \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Wacana. 327.<\/p>\n<p>[4]\u00a0\u00a0Zahruddin AR,\u00a0<em>Pengantar Studi Akhlak,\u00a0<\/em>(Jakarta, RajaGrafindo Persada, Cetakan I, 2004), hlm. 85.<\/p>\n<p>[5]\u00a0\u00a0Risieri Frondizi,\u00a0<em>Filsafat Nilai<\/em>\u00a0(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), 16-19.<\/p>\n<p>[6]\u00a0\u00a0Amril M.,\u00a0<em>Implementasi Klarifikasi Nilai Dalam Pembelajaran Dan Fungsionalisasi Etika Islam,\u00a0<\/em>(Pekanbaru, \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0PPs \u00a0\u00a0\u00a0UIN Suska Press, Volume 5 Nomor 1, 2006), hlm. 58.<\/p>\n<p>[7]\u00a0\u00a0Muhmidayeli,\u00a0<em>Teori-Teori Pengembangan Sumber Daya Manusia,\u00a0<\/em>(Pekanbaru, PPs UIN Suska Riau, Cetakan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0I, 2007), hlm. 89.<\/p>\n<p>[8]\u00a0\u00a0K. Bertens,\u00a0<em>Etika,\u00a0<\/em>(Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, Cetakan VIII, 2004), hlm. 139.<\/p>\n<p>[9]\u00a0Risieri Frondizi,\u00a0<em>Filsafat Nilai<\/em>\u00a0(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), 19-20.<\/p>\n<p>[10]\u00a0Muhmidayeli,\u00a0<em>Teori-Teori Pengembangan Sumber Daya Manusia,\u00a0<\/em>(Pekanbaru, PPs UIN Suska Riau, Cetakan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0I, 2007), hlm. 89.<\/p>\n<p>[11]\u00a0Muhmidayeli.\u00a0<em>Filsafat Pendidikan.<\/em>(Bandung: PT Refika Aditama, 2011),hh.105-111.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Nilai Sebelum membahas tentang pengertian nilai secara khusus, akan disinggung sedikit tentang teori nilai. Karena kajian nilai dalam ilmu Filsafat berkaitan dengan kajian aksiologi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-28790","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28790"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28790\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}