{"id":28723,"date":"2022-12-01T14:46:01","date_gmt":"2022-12-01T07:46:01","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=28723"},"modified":"2022-12-01T14:46:01","modified_gmt":"2022-12-01T07:46:01","slug":"sifat-dasar-ajaran-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-dasar-ajaran-islam\/","title":{"rendered":"Sifat Dasar Ajaran Islam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-dasar-ajaran-islam\/#Kederhanaan_rasionalitas_dan_praktis\" >Kederhanaan, rasionalitas, dan praktis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-dasar-ajaran-islam\/#Kesatuan_antara_materi_dan_rohani\" >Kesatuan antara materi dan rohani<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-dasar-ajaran-islam\/#Sebuah_cara_hidup_yang_lengkap\" >Sebuah cara hidup yang lengkap<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sifat-dasar-ajaran-islam\/#Keajegan_dan_perubahan\" >Keajegan dan perubahan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Konsep dasar ajaran Islam adalah seluruh alam semesta diciptakan oleh Allah SWT yang merupakan Tuhan dan penguasa alam semesta, Dialah pencipta alam semesta, Dan penguasa alam semesta dan Dia pula yang akan mencukupinya. Diciptakannya manusia, dan masing-masing manusia diberi umur tertentu, Allah SWT telah menentukan kode kehidupan tertentu yang paling tepat bagi manusia, tetapi pada saat yang sama manusia diberi kebebasan untuk memilih. Apakah akan menerima atau mengingkari dasar kehidupannya sendiri. Ajaran Islam memiliki sifat khas yang berbeda dengan ajaran Agama lainnya yang menjadikannya menarik bagi manusia sepanjang umur dan zaman.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sifat dasar Islam antara lain:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kederhanaan_rasionalitas_dan_praktis\"><\/span><strong>Kederhanaan, rasionalitas, dan praktis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Islam tidak memiliki mitologis, ajarannya cukup sederhana dan dapat dipahami. Didalamnya tidak pernah ada tempat bagi keberhalaan dan keyainan yang tidak rasional. Ajaran Islam bersifat rasional yang dapat dijelaskan oleh logika dan penalaran. Islam merangsang pemeluknya mempergunakan akal serta mendorong pemakaian intelek.. Ajarannya bersifat dan langsung yaitu setiap manusia dimungkinkan untuk memahami kitab Allah SWT secara langsung dan menerapkan ketentuan yang ada dalam kehidupan praktis. Sehingga jelaslah bahwa Islam merupakan agama yanng praktis dan tidak memperbolehkan manusia berpuas diri dalam kekosongan (kesia-siaan).<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesatuan_antara_materi_dan_rohani\"><\/span><strong>Kesatuan antara materi dan rohani<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Islam mendorong manusia untuk mencapai kepuasan dalam kehidupan. Islam tidak memisahkan secara yang material dengan yang moral, yang duniawi dengan yang ukhrawi, dan mengajak manusia agar selalu mencurahkan tenaga untuk mengkonstruksikan kehidupan atas dasar moral yang sehat. dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa Islam menyuruh untuk memadukan antara kehidupan moral dan materi. Sehingga keduanya saling selaras dan memberi kemanfa\u2019atan, bukan dengan kehidupan asketisme (kepertapaan) maupun dengan ideologi materialistik yang dapat mengabaikan sisi moral dan spiritual kehidupan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sebuah_cara_hidup_yang_lengkap\"><\/span><strong>Sebuah cara hidup yang lengkap<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Islam mempunyai cara hidup yang lengkap yang melingkupi seluruh aspek eksistensi kehidupan manusia. Islam memberikan tuntunan bagi seluruh aspek kehidupan baik pribadi dam sosial, material dan moral, ekonomi dan politik,, legal dan kultural, serta nasional dan internasional. Al-Qur\u2019an mengajak manusia agar memeluk Islam tanpa keraguan dan mengikuti tuntunan Ilahi dalam segala aspek kehidupan.<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Keseimbangan antara pribadi dan masyarakat . Islam menciptakan keserasian dan keseimbangan antara individualisme dan kolektivisme. Keduanya mempunyai hak dan kewajiban sehingga harus ditunaikan secara selaras dan sebaik-baiknya.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Universalitas dan Humanisme<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Islam bersifat menyeluruh dan sangat menjunjung tinggi kemanusiaan, Islam menghendaki perdamaian dan persatuan Umat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keajegan_dan_perubahan\"><\/span><strong>Keajegan dan perubahan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Yang dimaksud keajegan dalam Islam bukan berarti kaku, datar dalam setiap hal. Islam bisa menerima perubahan. Keduanya harus dijalankan secara luwes dan seimbang, sehingga prinsip Islam tetap ada tanpa terganggu oleh perubahab yang ada.<\/p>\n<p>REFERENSI<\/p>\n<p>Prof.H.Mohammad Daud Ali,S.H, Hukum Islam, Jakarta:Rajawali Pers,2011<\/p>\n<p>Mukti Ali, Metode Memahami Agama Islam, Jakarta: Bulan Bintang,1991<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsep dasar ajaran Islam adalah seluruh alam semesta diciptakan oleh Allah SWT yang merupakan Tuhan dan penguasa alam semesta, Dialah pencipta alam semesta, Dan penguasa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-28723","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28723"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28723\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}