{"id":28650,"date":"2022-12-01T11:28:25","date_gmt":"2022-12-01T04:28:25","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=28650"},"modified":"2022-12-01T11:28:25","modified_gmt":"2022-12-01T04:28:25","slug":"sejarah-munculnya-ilmu-kalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-munculnya-ilmu-kalam\/","title":{"rendered":"Sejarah Munculnya Ilmu Kalam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-munculnya-ilmu-kalam\/#Teori_Pertama\" >Teori Pertama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-munculnya-ilmu-kalam\/#Teori_Kedua\" >Teori Kedua<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teori_Pertama\"><\/span><strong>Teori Pertama<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada masa Nabi Muhammad SAW. Umat islam bersatu, mereka satu akidah, satu syariah dan satu akhlaqul karimah, ketika mereka berselisih pendapat, maka diatasi dengan wahyu. Awal mula perselisihan dipicu oleh persoalan politik yang menyangkut peristiwa pembunuhan Utsman bin Affan yang berbuntut pada penolakan Muawiyah atas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, dan persoalan kalam yang pertama kali muncul adalah persoalan siapa yang kafir dan siapa yang bukan kafir. Dalam arti siapa yang telah keluar dari Islam dan siapa yang masih tetap Islam.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam sejarah Islam diterangkan bahwa perpecahan golongan itu tampak memuncak setelah terbunuhnya khalifah Utsman bin Affan, sebagaimana dikatakan oleh Hudhari Bik,\u00a0<em>Hal itu menjadi sebab perpecahan pendapat kaum muslimin, yaitu satu golongan yang dendam atas Utsman bin Affan dan mereka yang adalah orang-orang yang membai\u2019at Ali bin Abu Thalib r.a, dan satu golongan yang dendam atas terbunuhnya Utsman dan mereka adalah golongan yang mengikuti Muawiyah bin Abu Sofyan r.a.<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Setelah terbunuhnya khalifah Utsman bin Affan perpecahan memuncak, kemudian terjadilah perang jamal yaitu perang antara Ali dengan Aisyah dan perang Shiffin yaitu perang antara Ali dengan Mu\u2019awiyah, bermula dari itulah akhirnya timbul berbagai aliran di kalangan umat islam, masing-masing kelompok juga terpecah belah menjadi banyak diantaranya yakni golongan Khawarij adalah suatu sekte\/kelompok\/aliran pengikut Ali bin Abi Thalib yang keluar meninggalkan barisan karena ketidak sepakatan terhadap putusan Ali yang menerima arbitrase (tahkim) dalam perang Shiffin pada tahun 37H\/648 M, dengan kelompok bughat (pemberontak) Muawiyah bin Abi Sufyan perihal persengketaan khilafah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Golongan Murji`ah adalah orang yang menunda penjelasan kedudukan seseorang yang bersengketa yakni Ali dan Muawiyah serta pasukannya masing-masing ke hari kiamat kelak. Kemudian ada golongan Syi`ah yaitu orang-orang yang tetap mencintai Ali dan keluarganya. Sedangakan Khawarij memandang bahwa Ali, Muawiyah, Amr ibn Ash, Abu Musa Al-Asy`ari atau pihak-pihak yang menerima abitrase (tahkim) adalah kafir, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur`an :<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cBarangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir\u201d.<\/em>\u00a0Dari ayat inilah mereka mengambil semboyan La hukma illa lillah (tidak ada hukum selain dari hukum Allah).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana telah dikatakan diatas bahwa persoalan kalam yang pertama adalah persoalan siapa yang kafir dan siapa yang bukan kafir. Dalam arti siapa yang kafir dan siapa yang masih tetap dalam Islam. Khawarij\u00a0sebagaimana telah disebutkan, memandang bahwa orang-orang yang terlibat dalam peristiwa\u00a0tahkim<em>,\u00a0<\/em>adalah kafir berdasarkan firman Allah pada surat Al-Ma\u2019idah ayat 44.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Persoalan tahkim ini telah memunculkan beberapa aliran teologi dalam Islam, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><em>Aliran Khawarij,<\/em>\u00a0menegaskan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir, dalam arti telah keluar dari Islam, atau tegasnya murtad dan wajib dibunuh.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><em>Aliran Syi\u2019ah,\u00a0<\/em>segolongan kaum muslimin yang dalam bidang aqidah dan keagamaannya selalu merujuk kepada ahlul bait.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><em>Aliran Murji\u2019ah,\u00a0<\/em>menegaskan bahwa orang yang berbuat dosa besar masih tetap mukmin dan bukan kafir. Adapun masalah dosa yang dilakukannya, hal itu\u00a0 adalah terserah kepada Allah untuk mengampuni atau menghukumnya<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><em>Aliran Mu\u2019tazilah,\u00a0<\/em>yang tidak menerima kedua pendapat diatas. Bagi mereka, orang yang berdosa besar bukan kafir, tetapi bukan pula mukmin. Mereka mengambil posisi antara mukmin dan kafir, yang dalam bahasa Arabnya terkenal dengan istilah\u00a0<em>al-manzilah<\/em>\u00a0manzilatain (posisi diantara dua posisi).<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teori_Kedua\"><\/span><strong>Teori Kedua<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Teori ini menyatakan bahwa munculnya ilmu kalam itu bukan karena perseteruan politik di kalangan umat Islam. Terjadinya peperangan diantara sahabat Nabi dan kaum muslimin itu sesuatu yang terpisah, berbeda jauh dengan latar belakang munculnya ilmu kalam.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ilmu kalam adalah ilmu yang membahas kalam (firman) Allah, sehingga sumbernya adalah al Qur\u2019an itu sendiri, artinya walaupun tanpa dilatarbelakangi oleh pertumpahan darah para sahabat Nabi dan kaum muslimin, ilmu kalam pasti ada sepanjang al Qur\u2019an itu ada, dan melihat al Qur\u2019an dari segi qadim atau haditsnya, sifat-sifat Allah yang disebutkan al Qur\u2019an, tentang dosa dan pahala, tentang akhirat, dan sebagainya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><b><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Shobirin. 2013.\u00a0<em>Ilmu Kalam.\u00a0<\/em>Jakarta : Dharma Bhakti.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Rozak, Abdul, Rosihin Anwar. 2012.\u00a0<em>Ilmu Kalam.\u00a0<\/em>Bandung : Pustaka Setia.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Nasir, Sahilun A. 2010.\u00a0<em>Pemikiran Kalam (Teologi Islam).\u00a0<\/em>Jakarta : Rajawali Pers.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Hanafi A., 2010.\u00a0<em>Teologi Islam (Ilmu Kalam).\u00a0<\/em>Jakarta : Bulan Bintang.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Nurdin, M. Amir. 2014.\u00a0<em>Sejarah Perkembangan Islam.<\/em>\u00a0Jakarta :<em>\u00a0<\/em>Amzah.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Madjid, Nurcholis. 1984.\u00a0<em>Khazanah Intelektual Islam<\/em>. Jakarta : Bulan Bintang.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teori Pertama Pada masa Nabi Muhammad SAW. Umat islam bersatu, mereka satu akidah, satu syariah dan satu akhlaqul karimah, ketika mereka berselisih pendapat, maka diatasi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-28650","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28650","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28650"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28650\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}