{"id":28532,"date":"2022-11-30T09:17:02","date_gmt":"2022-11-30T02:17:02","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=28532"},"modified":"2022-11-30T09:17:02","modified_gmt":"2022-11-30T02:17:02","slug":"pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/","title":{"rendered":"Pengertian Pondok Pesantren, Elemen-elemen, Fungsi, Sistem pendidikan dan pengajaran"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/#1_Pengertian_Pondok_Pesantren\" >1. Pengertian Pondok Pesantren<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/#Kata_%E2%80%9CPondok%E2%80%9D_dan_Asal-usulnya\" >Kata &#8220;Pondok&#8221; dan Asal-usulnya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/#Pesantren_dalam_Sejarah_dan_Budaya_Jawa\" >Pesantren dalam Sejarah dan Budaya Jawa<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/#2_Elemen-elemen_Pondok_Pesantren\" >2. Elemen-elemen Pondok Pesantren<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/#Pondok_Tempat_Asrama_Santri\" >Pondok: Tempat Asrama Santri<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/#Masjid_Pusat_Keagamaan_Pesantren\" >Masjid: Pusat Keagamaan Pesantren<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/#Santri_Peserta_Didik_dalam_Tradisi_Pesantren\" >Santri: Peserta Didik dalam Tradisi Pesantren<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/#Kyai_Pemimpin_dan_Guru_Utama_Pesantren\" >Kyai: Pemimpin dan Guru Utama Pesantren<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/#Kitab_Kuning_Sumber_Ilmu_di_Pesantren\" >Kitab Kuning: Sumber Ilmu di Pesantren<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/#3_Sistem_Pendidikan_dan_Pengajaran_di_Pondok_Pesantren\" >3. Sistem Pendidikan dan Pengajaran di Pondok Pesantren<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/#4_Fungsi_Pondok_Pesantren_dalam_Masyarakat\" >4. Fungsi Pondok Pesantren dalam Masyarakat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-pondok-pesantren-elemen-elemen-fungsi-sistem-pendidikan-dan-pengajaran\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pengertian_Pondok_Pesantren\"><\/span>1. Pengertian Pondok Pesantren<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kata_%E2%80%9CPondok%E2%80%9D_dan_Asal-usulnya\"><\/span>Kata &#8220;Pondok&#8221; dan Asal-usulnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Kata &#8220;pondok&#8221; dalam bahasa Indonesia merujuk pada suatu bangunan sederhana, seperti gubuk atau rumah kecil. Pengertian ini menekankan pada kesederhanaan dan ketidakterlaluan mewah dari bangunannya. Dari sisi bahasa Arab, kata ini berasal dari \u201cfunduq\u201d yang berarti tempat penginapan atau tempat tinggal yang sederhana, sering kali terbuat dari bahan-bahan alam seperti bambu. Dalam konteks pondok pesantren, &#8220;pondok&#8221; menggambarkan tempat tinggal bagi para santri, yang sekaligus menjadi tempat mereka menerima pendidikan agama.<\/p>\n<p>Menurut pengertian etimologi (arti bahasa), kata &#8220;pesantren&#8221; berasal dari kata &#8220;santri&#8221; yang diberi awalan &#8220;pe-&#8221; dan akhiran &#8220;-an&#8221;, yang artinya tempat tinggal bagi para santri. Beberapa ahli memberikan pandangan berbeda mengenai asal-usul kata \u201csantri\u201d. Salah satunya, Profesor Jahus berpendapat bahwa kata &#8220;santri&#8221; berasal dari bahasa Tamil, yang berarti &#8220;guru mengaji&#8221;. Sementara itu, C.C. Berg mengemukakan bahwa &#8220;santri&#8221; berasal dari kata \u201cshastri\u201d, yang dalam bahasa India berarti orang yang mengerti buku-buku suci agama Hindu. Beberapa pandangan lain menyebutkan bahwa kata ini berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya adalah orang yang melek huruf.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, kata pesantren merujuk pada lembaga pendidikan Islam yang menjadi tempat para santri belajar, baik ilmu agama maupun nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam ajaran Islam.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pesantren_dalam_Sejarah_dan_Budaya_Jawa\"><\/span>Pesantren dalam Sejarah dan Budaya Jawa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Pesantren pertama kali berkembang di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, sebagai hasil dari pengaruh kebudayaan Islam yang datang setelah kedatangan agama tersebut ke Nusantara. Pada awalnya, pesantren lebih dikenal sebagai lembaga pendidikan yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan sosial masyarakat Jawa, dengan pola hubungan guru (Kyai) dan murid (santri) yang intens. Sistem pendidikan ini juga dipengaruhi oleh tradisi Jawa Kuno, yang memperkenalkan bentuk pendidikan berbasis asrama di mana Kyai dan santri hidup bersama dan saling berinteraksi.<\/p>\n<p>Beberapa ahli juga berpendapat bahwa istilah &#8220;santri&#8221; berasal dari kata \u201ccantrik\u201d dalam bahasa Jawa, yang berarti seseorang yang selalu mengikuti guru ke mana pun guru itu pergi atau menetap. Dengan kata lain, santri adalah orang yang berguru secara langsung pada seorang Kyai, baik dalam ilmu agama maupun kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Elemen-elemen_Pondok_Pesantren\"><\/span>2. Elemen-elemen Pondok Pesantren<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pondok pesantren bukan hanya sekedar tempat belajar. Ia merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki lima elemen utama yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Elemen-elemen ini adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Pondok: Sebagai tempat tinggal santri dan tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan.<\/li>\n<li>Masjid: Tempat ibadah yang menjadi pusat pengajian dan kegiatan keagamaan.<\/li>\n<li>Santri: Para siswa yang datang untuk belajar dan mendalami ilmu agama.<\/li>\n<li>Kitab Kuning: Kitab-kitab klasik yang digunakan sebagai bahan ajar di pesantren.<\/li>\n<li>Kyai: Pemimpin pesantren yang memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan pendidikan dan kehidupan di pesantren.<\/li>\n<\/ol>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pondok_Tempat_Asrama_Santri\"><\/span>Pondok: Tempat Asrama Santri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Pondok, sebagai elemen utama dalam pesantren, merupakan sebuah asrama tempat para santri tinggal. Pada mulanya, pondok bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai tempat santri belajar dan mengasah kemampuan mereka dalam hidup mandiri. Dalam kehidupan pesantren yang tradisional, para santri bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka sambil belajar.<\/p>\n<p>Pada perkembangan berikutnya, pondok pesantren berubah menjadi tempat tinggal yang lebih terstruktur. Para santri mendapatkan tempat tinggal yang lebih nyaman, dan mereka juga memiliki peran dalam pemeliharaan pondok tersebut, misalnya melalui kegiatan roan (kerja bakti) yang membudaya di kalangan santri. Pondok menjadi tempat di mana para santri tidak hanya belajar, tetapi juga menjalani kehidupan bersama dengan teman-teman sesama santri dalam suasana yang penuh dengan nilai-nilai agama dan sosial.<\/p>\n<p>Pondok memiliki peran besar dalam menciptakan iklim keilmuan di pesantren. Di sana, santri mengikuti jadwal yang ketat dari bangun tidur hingga tidur kembali. Semua kegiatan mereka diawasi oleh pengurus pondok yang bertindak sebagai pengganti Kyai dalam mengatur kehidupan sehari-hari santri.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masjid_Pusat_Keagamaan_Pesantren\"><\/span>Masjid: Pusat Keagamaan Pesantren<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Masjid adalah salah satu elemen penting yang ada di pesantren. Selain sebagai tempat untuk menunaikan ibadah shalat, masjid juga berfungsi sebagai tempat pengajian, baik untuk santri maupun masyarakat sekitar. Di dalam masjid, sering dilaksanakan pengajian kitab-kitab kuning, latihan khutbah jum&#8217;at, serta acara keagamaan lainnya seperti shalawat barzanji dan muhadarah.<\/p>\n<p>Menurut pendapat Dhofier, masjid memiliki peran strategis dalam mengembangkan wawasan keagamaan masyarakat sekitar pesantren. Pengajian rutin yang diadakan di masjid, seperti pengajian selapanan (8 hari) atau peringatan hari-hari tertentu (misalnya Maulid Nabi), tidak hanya diikuti oleh santri tetapi juga oleh masyarakat setempat.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Santri_Peserta_Didik_dalam_Tradisi_Pesantren\"><\/span>Santri: Peserta Didik dalam Tradisi Pesantren<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Santri dalam pesantren dibagi menjadi dua kategori utama: santri mukim dan santri kalong. Santri mukim adalah santri yang datang dari tempat yang jauh dan menetap di pesantren, sedangkan santri kalong adalah santri yang berasal dari daerah sekitar pesantren dan pulang pergi setiap hari.<\/p>\n<p>Santri mukim terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Santri mandiri: Mereka yang membiayai sendiri pendidikan mereka, termasuk biaya tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari.<\/li>\n<li>Santri khadim: Mereka yang mendapatkan bantuan biaya dari Kyai atau pengasuh pesantren, biasanya disebabkan oleh keterbatasan ekonomi orang tua santri.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Santri di pesantren bukan hanya sebagai peserta didik, tetapi mereka juga memegang peran aktif dalam kehidupan pesantren melalui kerja bakti dan keterlibatan dalam pengelolaan pesantren.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kyai_Pemimpin_dan_Guru_Utama_Pesantren\"><\/span>Kyai: Pemimpin dan Guru Utama Pesantren<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Kyai adalah sosok yang sangat penting dalam pesantren. Dalam tradisi pesantren, Kyai tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pemimpin yang memiliki kewenangan penuh dalam segala aspek kehidupan di pesantren. Kyai biasanya juga merupakan pendiri pesantren yang memiliki peran besar dalam menetapkan kebijakan dan arah pendidikan di pesantren.<\/p>\n<p>Dalam tradisi Jawa, istilah kyai memiliki beberapa makna. Pada awalnya, kyai digunakan sebagai gelar untuk benda-benda keramat atau sebagai gelar kehormatan bagi orang tua. Namun, seiring berjalannya waktu, istilah ini digunakan untuk merujuk pada seseorang yang ahli dalam ilmu agama dan memimpin pesantren.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kitab_Kuning_Sumber_Ilmu_di_Pesantren\"><\/span>Kitab Kuning: Sumber Ilmu di Pesantren<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Kitab kuning (al-kutub al-sofro\u2019a) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kitab-kitab Islam klasik yang diajarkan di pesantren. Kitab ini berwarna kuning karena menggunakan kertas kuning dan biasanya ditulis dengan aksara Arab gundul, yaitu huruf Arab tanpa tanda baca atau harakat. Pembelajaran kitab kuning menjadi sangat penting di pesantren karena mengandung ilmu-ilmu dasar dalam agama Islam, seperti fiqh, tauhid, ushul fiqh, hadits, tafsir, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari pembelajaran, santri diajarkan untuk membaca dan memahami kitab kuning, termasuk cara menambahkan harakat (tanda baca) yang benar agar makna dari teks tersebut dapat dipahami dengan tepat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Sistem_Pendidikan_dan_Pengajaran_di_Pondok_Pesantren\"><\/span>3. Sistem Pendidikan dan Pengajaran di Pondok Pesantren<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pendidikan di pesantren memiliki ciri khas yang berbeda dengan sekolah umum. Sistem pendidikan di pesantren lebih bersifat klasikal dan tradisional dengan metode pengajaran yang sudah lama digunakan, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Sorogan: Sistem belajar individu di mana santri menghadap langsung kepada Kyai untuk mempelajari kitab.<\/li>\n<li>Bandongan: Pengajaran kelompok di mana santri bersama-sama mendengarkan dan memahami kitab yang dibacakan oleh Kyai.<\/li>\n<li>Halaqah: Pembelajaran dalam kelompok kecil, di mana Kyai mengajarkan kitab secara bersama-sama kepada santri.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Fungsi_Pondok_Pesantren_dalam_Masyarakat\"><\/span>4. Fungsi Pondok Pesantren dalam Masyarakat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai lembaga dakwah dan lembaga sosial. Sebagai lembaga dakwah, pesantren berusaha menumbuhkan kesadaran beragama dan mengajarkan umat Islam untuk hidup sesuai dengan ajaran agama. Sebagai lembaga sosial, pesantren turut serta dalam membangun masyarakat dengan memberikan pendidikan karakter dan mental yang kokoh kepada para santri.<\/p>\n<p>Selain itu, pesantren juga berfungsi sebagai pusat pemecahan masalah sosial. Di beberapa pesantren, para santri diberi pelajaran keterampilan dan kegiatan sosial yang mengajarkan mereka cara mengatasi masalah sosial di lingkungan mereka.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang memiliki kedudukan sangat penting dalam masyarakat Indonesia. Melalui berbagai elemen yang membentuknya\u2014pondok, masjid, santri, kitab kuning, dan Kyai\u2014pesantren mendidik generasi penerus bangsa dengan ilmu agama dan karakter moral yang kuat. Peranannya tidak hanya terbatas pada pendidikan agama, tetapi juga berfungsi sebagai tempat pengembangan sosial dan dakwah, yang memiliki dampak besar dalam menjaga kelangsungan ajaran Islam di Indonesia.<\/p>\n<p>Daftar Pustaka:<\/p>\n<ul class=\"marker:text-textOff list-disc pl-8\">\n<li>Bahri Ghazali. (2002).\u00a0<em>Pesantren berwawasan lingkungan<\/em>. Jakarta: Prasasti.<\/li>\n<li>Bahtiar Effendy. (1998).\u00a0<em>Transformasi pemikiran dan praktik politik Islam<\/em>. Jakarta: Paramadina.<\/li>\n<li>Hasbullah. (1999).\u00a0<em>Sejarah pendidikan Islam di Indonesia: Lintasan sejarah pertumbuhan dan perkembangan<\/em>. Jakarta: Raja Grafindo Press.<\/li>\n<li>Martin Van Brunessen. (1999).\u00a0<em>Kitab Kunig, pesantren dan tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia<\/em>. Bandung: Mizan.<\/li>\n<li>Masdar, Umaruddin. (1999).\u00a0<em>Membaca pikiran Gus Dur dan Amien Rais tentang demokrasi<\/em>. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.<\/li>\n<li>Musthafa Syarif. (1982).\u00a0<em>Administrasi pesantren<\/em>. Jakarta: Paryu Barkah.<\/li>\n<li>Sahal Mahfudh. (2003).\u00a0<em>Nuansa fiqih sosial<\/em>\u00a0(Cet. II). Yogyakarta: LkiS.<\/li>\n<li>Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI. (2007).\u00a0<em>Bagian IV: Pendidikan lintas bidang<\/em>. Bandung: Imperial Bhakti Utama.<\/li>\n<li>Zamakhsyari. (n.d.).\u00a0<em>Tradisi pesantren<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Pengertian Pondok Pesantren Kata &#8220;Pondok&#8221; dan Asal-usulnya Kata &#8220;pondok&#8221; dalam bahasa Indonesia merujuk pada suatu bangunan sederhana, seperti gubuk atau rumah kecil. Pengertian ini&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44735,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-28532","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28532","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28532"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28532\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}