{"id":28398,"date":"2022-11-28T07:09:15","date_gmt":"2022-11-28T00:09:15","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=28398"},"modified":"2022-11-28T07:09:15","modified_gmt":"2022-11-28T00:09:15","slug":"jenis-paragraf-berdasarkan-letak-pikiran-utama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-paragraf-berdasarkan-letak-pikiran-utama\/","title":{"rendered":"jenis Paragraf Berdasarkan Letak Pikiran Utama"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan letak pikiran utamanya, paragraph dibedakan menjadi 4 yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Paragraf deduktif<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em><u>Kemauannya sulit untuk diikuti<\/u><\/em><em>. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.<\/em><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Paragraf Induktif<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Sepanjang hari hujan turun dengan lebatnya. Air sungai mulai meluap. Di mana-mana terjadi banjir bahkan banyak pohon yang roboh dan tumbang.\u00a0<u>Rupanya musim hujan sudah mulai tiba..<\/u><\/em><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Paragraf Campuran<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em><u>Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi<\/u><\/em><em>. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern.\u00a0<u>Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.<\/u><\/em><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Paragraf Deskriptif\/Naratif\/Menyebar<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Paragraf yang tidak memiliki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh 1<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan\u00a0 minuman. Harganya murah-murah, Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan sampah busuk. Dari sampah, lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. Orang yang makan\u00a0 tidak merasa terganggu oleh lalat itu. Enak saja makan dan minum sambil beristirahat dan berkelakar.<\/em><\/p>\n<p>DAFTAR PUSTAKA<\/p>\n<p>Ahmad Hasan,dkk. 1998. Tata Bahasa Baku Indonesia. Jakarta.: Balai Pustaka.<br \/>\nBadudu, J.S. 1995. Inilah Bahasa Indonesia yang Benar IV. Jakarta: Gramedia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasarkan letak pikiran utamanya, paragraph dibedakan menjadi 4 yaitu: Paragraf deduktif Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-28398","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28398"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28398\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}