{"id":28190,"date":"2022-11-27T10:23:27","date_gmt":"2022-11-27T03:23:27","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=28190"},"modified":"2022-11-27T10:23:27","modified_gmt":"2022-11-27T03:23:27","slug":"pengertian-investasi-tujuan-jenis-pengambilan-keputusan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-tingkat-investasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-investasi-tujuan-jenis-pengambilan-keputusan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-tingkat-investasi\/","title":{"rendered":"Pengertian Investasi Tujuan, Jenis, Pengambilan Keputusan dan Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-investasi-tujuan-jenis-pengambilan-keputusan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-tingkat-investasi\/#Pengertian_Investasi\" >Pengertian Investasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-investasi-tujuan-jenis-pengambilan-keputusan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-tingkat-investasi\/#Tujuan_Investasi\" >Tujuan Investasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-investasi-tujuan-jenis-pengambilan-keputusan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-tingkat-investasi\/#Tahapan_Pengambilan_Keputusan_Investasi\" >Tahapan Pengambilan Keputusan Investasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-investasi-tujuan-jenis-pengambilan-keputusan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-tingkat-investasi\/#Jenis-jenis_Investasi3\" >Jenis-jenis Investasi[3]<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-investasi-tujuan-jenis-pengambilan-keputusan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-tingkat-investasi\/#Faktor-faktor_yang_mempengaruhi_tingkat_investasi5\" >Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi[5]<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Investasi\"><\/span><b><strong>Pengertian Investasi<\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Kata investasi merupakan adopsi dari bahasa Inggris, yaitu\u00a0<em>investment<\/em>. Kata\u00a0<em>invest\u00a0<\/em>sebagai kata dasar dari\u00a0<em>investment<\/em>\u00a0memiliki arti menanam. Dalam\u00a0<em>Webster\u2019s New Collegiate Dictionary<\/em>, kata\u00a0<em>invest<\/em>\u00a0didefinisikan sebagai\u00a0<em>to make use of for future benefits or advantage and to commit (money) in order to earn a financial return<\/em>. Menurut Salim dan Budi Sutrisno, investasi adalah penanaman modal yang dilakukan oleh investor, baik investor luar negeri (asing) maupun dalam negeri (domesik) dalam berbagai bidang usaha\u00a0\u00a0yang terbuka untuk invetasi, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Sedangkan menurut A. Abdurrahman, mengemukakan investment (investasi) mempunyai dua makna yaitu<em>\u00a0pertama<\/em>\u00a0: investasi berarti pembelian saham, obligasi dan benda-benda tidak bergerak, setelah diadakan analisis akan menjamin modal yang diletakkan dan memberikan hasil yang memuaskan. Faktor-faktor tersebut yang membedakan investasi dengan spekulasi.\u00a0<em>Kedua<\/em>, dalam teori ekonomi, investasi berarti pembelian alat produksi (termasuk didalamnya benda-benda untuk dijual) dengan modal berupa uang.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Investasi pada umumnya merupakan suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi,\u00a0<em>to use (money) make more money out of something that expected to increase in value<\/em>. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.[1]<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tujuan_Investasi\"><\/span><b><strong>Tujuan Investasi<\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi. Kamaruddin Ahmad, mengemukakan tiga alasan sehingga banyak orang melakukan investasi, yaitu:[2]<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak dimasa mendatang. Seseorang yang bijaksana akan berfikir bagaimana cara meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidak-tidaknya bagaimana berusaha unuk mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang dimasa yang akan datang.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Mengurangi tekanan inflasi<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dengan melakukan investasi dalam memilih perusahaan atau objek lain, seseorang dapat menghindarkan diri agar kekayaan atau harta miliknya tidak merosot nilainya karena di gerogoti oleh inflasi.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Dorongan untuk menghemat pajak<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Beberapa negara di dunia banyak melakukan kebijakan yang sifatnya mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat melalui fasilitas perpajakan yang di berikan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, orang melakukan investasi karena dipicu oleh kebutuhan akan masa depan. Tetapi sangat disayangkan, banyak orang belum memikirkan kebutuhan akan masa depannya. Padahal semakin ke depan, biaya hidup seseorang pasti akan semakin bertambah. Selain kebutuhan akan masa depan, orang melakukan investasi dipicu oleh banyaknya ketidakpastian atau hal-hal lain yang tidak terduga dalam hidup, misalnya keterbatasan dana, kondisi kesehatan, datangnya musibah secara tiba-tiba dan kondisi pasar investasi.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tahapan_Pengambilan_Keputusan_Investasi\"><\/span><b><strong>Tahapan Pengambilan Keputusan Investasi<\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Menurut Sharpe (1995), pada dasarnya ada beberapa tahapan dalam pengambilan keputusan investasi antara lain :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Menentukan kebijakan investasi<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada tahap ini, investor menentukan tujuan investasi\u00a0\u00a0dan kemampuan\/ kekayaannya yang dapat diinvestasikan. Dikarekan ada hubungan positif antara resiko dan return, maka hal yang tepat bagi para investor untuk menyatakan tujuan investasinya tidak hanya untuk memperoleh banyak keuntungan saja, tetapi juga memahami bahwa ada kemungkinan resiko yang berpotensi menyebabkan kerugian. Jadi, tujuan investasi harus dinyatakan baik dalam keuntungan maupun resiko.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Analisis sekuritas<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada tahap ini berarti melakukan analisis sekuritas yang meliputi penilaian terhadap sekuritas secara individual atau beberapa kelompok sekuritas. Salah satu tujuannya melakukan penilaian tersebut adalah untuk mengidentifikasi sekuritas yang salah harga (<em>mispriced<\/em>).<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Pembentukan portofolio<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada tahap ketiga ini adalah membentuk portofolio yang melibatkan identifikasi aset khusus mana yang akan diinvestasikan dan juga menentukan seberapa besar investasi pada tiap aset tersebut. Disini masalah selektivitas, penentuan waktu, dan diversifikasi perlu menjadi perhatian investor.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam investasi, investor sering melakukan diversifikasi dengan mengombinasikan berbagai sekuritas dalam investasi mereka dengan kata lain investor membentuk portofolio. Selektivitas juga disebut sebagai\u00a0<em>microforecasting\u00a0<\/em>memfokuskan pada peramalan pergerakan harga setiap sekuritas. Penentuan waktu juga disebut\u00a0<em>macroforecasting<\/em>\u00a0yang memfokuskan pada peramalan pergerakan harga saham biasa relative terhadap sekuritas pendapatan tetap, misal obligasi perusahaan. Sedangkan diversifikasi meliputi konstruksi portofolio sedemikian rupa sehingga meminimalkan risiko dengan memerhatikan batasan tertentu.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Melakukan revisi portofolio<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada tahap ini, berkenaan dengan pengulangan secara periodik dari tiga langkah sebelumnya. Sejalan dengan waktu, investor mungkin merubah tujuan investasinya yaitu mementuk portofolio baru yang lebih optimal. Motivasi lainnya disesuaikan dengan preferensi investor tentang resiko dan\u00a0<em>return<\/em>\u00a0itu sendiri.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Evaluasi kinerja portofolio<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pada tahap terakhir ini, investor melakukan penilaian terhadap kinerja portofolio secara periodic dalam arti tidak hanya\u00a0<em>return<\/em>\u00a0yang diperhatikan tetapi juga resiko yang dihadapi. Jadi, diperlukan ukuran yang tepat tentang\u00a0<em>return<\/em>\u00a0dan resiko juga standar yang relevan.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-jenis_Investasi3\"><\/span><b><\/b><b><strong>Jenis-jenis Investasi<\/strong><\/b>[3]<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Investasi berdasarkan asetnya<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Investasi ini merupakan penggolongan investasi dari aspek modal atau kekayaannya. Investasi ini dibagi menjadi dua jenis yatu\u00a0<em>pertama<\/em>,\u00a0<em>real asset<\/em>\u00a0merupakan investasi yang berwujud seperti gedung-gedung dan kendaraan;\u00a0<em>kedua<\/em>,\u00a0<em>financial asset<\/em>\u00a0yaitu berupa dokumen (surat-surat berharga) yang diperdagangkan dipasar uang seperti deposito,<em>commercial paper<\/em>, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan sebagainya.\u00a0<em>Financial accets<\/em>\u00a0juga diperdagangkan dipasar modal seperti saham,obligasi,warrant,opsi dn sebagainya.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Invetasi berdasarkan pengaruh<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Invetasi model ini merupakan investasi yang berdasarkan pada factor dan keadaan yang mempengaruhi atau tidak berpengaruh dari kegiatan investasi. Invetasi berdasatkan pengaruh dibagi menjadi dua yaitu\u00a0<em>pertama<\/em>, investasi\u00a0<em>autonomous<\/em>\u00a0(berdiri sendiri), yaitu invetasi yang tidak dipengaruhi tingkat pendapatan,bersifat spekulatif,misalnya pembelian surat-surat berharga;\u00a0<em>kedua<\/em>, investasi\u00a0<em>induced<\/em>\u00a0(mempengaruhi-menyebabkan), yakni investasi yang dipegaruh oleh kenaikan permintaan akan barang dan jasa serta tingkat pendapatan misalnya penghasilan transitori (penghasilan yang didapat selain dari bekerja),yaitu bungan tabungan dan sebagainya.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Investasi berdasarkan sumber pembiayaan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Investasi ini berdasarkan kepada pembiayaa asal atau asal usul investasi itu memperoleh dana. Invetasi ini dibagi menjadi dua macam:\u00a0<em>pertama<\/em>,investasi yang bersumber dari dana dalam negeri (PMDN), investornya dari dalam negeri :\u00a0<em>kedua,\u00a0<\/em>investasi yang bersumber dari modal asing ,pembiayaan investasi bersumber dari investor asing.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Investasi berdasarkan bentuk<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Investasi yang didasarkan pada cara menanamkan investasinya. Investasi modal ini dibagi menjadi dua bentuk yaitu\u00a0<em>pertama<\/em>, investasi lansung dilaksanakan oleh pemiliknya sendiri,seperti membangun pabrik, membangun gedung selaku konraktor, membeli total, atau mengakuisi perusahaan;\u00a0<em>kedua<\/em>, investasi tidak langsung yang disebut dengan investasi portofilio,investasi tidak langsung dilakukan melalui pasar modal dengan instrument surat \u2013 surat berharga seperti saham,obligasi,reksadana beserta turunannya.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Investasi berdasarkan waktu[4]<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Investasi berdasarkan waktu dibagi dua, yaitu: investasi berdasarkan jangka pendek dan investasi berdasarkan jangka panjang. Investasi jangka pendek merupakan penanaman modal oleh seseorang yang\u00a0\u00a0jangka waktunya relative pendek misalnya setahun, atau dua tahun. Contohnya tabungan di Bank, deposito, instrument pasar uang, dll. Sedangkan investasi jangka panjang adalah penanaman atau penyertaan sebagian kekayaan suatu perusahaan dengan maksud untuk meperoleh pendapatan tetap dan untuk menguasai atau mengendalikan perusahaan tersebut dengan waktu 5 tahun dan seterusnya. Contohnya, saham, reksadana, obligasi, emas batangan, properti, barang koleksi, dll.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor-faktor_yang_mempengaruhi_tingkat_investasi5\"><\/span><b><\/b><b><strong>Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi<\/strong><\/b>[5]<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Tingkat pengembalian yang diharapkan (<em>expected rate of return<\/em>).<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Kemampuan perusahaan menentukan tingkat investasi yang diharapkan sangat dipengaruhi oleh kondisi internal dan external perusahaan.<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Kondisi internal perusahaan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Kondisi internal adalah factor-faktor yang berada dibawah control perusahaan, misalnya tingkat efisiensi, kualitas SDM dan teknologi yang digunakan. Ketiga aspek tersebut berhubungan positif dengan tingkat pengembalian yang diharapkan<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Kondisi eksternal perusahaan<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Kondisi eksternal yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan akan investasi terutama adalah perkiraan tentang tingkat produksi dan pertumbuhan ekonomi domestic maupun internasional.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Selain pekiraan kondisi ekonomi, kebijakan yang ditempuh pemerintah juga dapat menentukan tingkat investasi. Kebijakan menaikan pajak, misalnya diperkirakan akan menurunkan tingkat permintaan akan agregat. Akibatnya tingkat investasi akan menurun. Faktor sosial politik juga menentukan gairah investasi, juga sosial politik makin stabil maka investasi umumnya juga meningkat. Demikian pula factor keamanan (Kondisi keamanan Negara).<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">Biaya investasi<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Biaya perolehan suatu investasi mencangkup biaya perolehan lain disamping harga beli, seperti komisi broker, jasa bank, dan pemungutan oleh bursa efek. Yang paling menentukan biaya investasi adalah tingkat bunga dan pinjaman, makin tinggi tingkat bunganya maka biaya investasi makin mahal. Akibatnya minat berinvestasi semakin menurun.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Namun tidak jarang, walaupun tingat bunga pinjaman rendah permintaan akan investasi tetap rendah. Hal ini disebabkan biaya total investasi masih tinggi. Faktor yang mempengaruhi terutama adalah masalah kelembagaan. Misalnya, prosedur izin investasi yang berbelit-belit dan lama (&gt;3 tahun), menyebabkan biaya ekonomi dengan memperhitungkan nilai waktu uang dari investasi makin mahal. Demikian halnya dengan keberadaan dan efesiensi lembaga keuangan, tingkat kepastian hukum, stabilitas politik, dan keadaan keamanan.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li style=\"font-weight: 400;\"><em>Marginal Efficiency Of Capital (MEC)<\/em>, tingkat bunga, dan\u00a0<em>Marginal Efficiency of Investment(MEI)<\/em><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><em>Marginal Efficiency Of Capital (MEC)<\/em>, investasi, dan tingkat bunga,<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Yang dimaksud\u00a0<em>efficiency of capital<\/em>\u00a0(MEC) atau efisiensi modal marginal (EMM) adalah tingkat pengembalian yang diharapkan dari setiap tambahan barang modal.<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><em>Marginal Efficiency Of Capital (MEC)I\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>Marginal Efficiency of Investment(MEI).<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sama halnya dengan kurva permintaan akan investasi, kurva MEC secara nasional secara dapat diturunkan dengan menjumlahkan secara horizontal kurva-kurva MEC dari perusahaan-perusahaan yang ada dalam perokonomian, tetapi ada beberapa ekonomi yang tidak sependapat dengan cara penurunan kurva MEC. Padahal jika permintaan barang akan modal secara nasional meningkat, logikanya tingkat bunga akan naik. Akibatnya kenaikan permintaan akan investasi tidak sebesar kurva MEC. Kurva yang lebih relevan adalah kurva yang\u00a0<em>marginal efficiency of investment<\/em>\u00a0(MEI).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\n<p>[1]\u00a0Aziz Abdul. \u201c<em>Manajemen Investasi Syari\u2019ah\u201d<\/em>. Bandung: Alfabeta, 2010. Hal 29<\/p>\n<p>[2]\u00a0Manan H. Abdul.\u00a0<em>\u201cHukum Ekonomi Syari\u2019ah(Dalam Perspektif Kewenangan Peradilan Agama)\u201d.\u00a0<\/em>Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2012. Hal 152-153<\/p>\n<p>[3]\u00a0Manan H. Abdul.\u00a0<em>\u201cHukum Ekonomi Syari\u2019ah (Dalam Perspektif Kewenangan Peradilan Agama)\u201d.<\/em>\u00a0Jakarta: Kencana Prenadamedia Grop, 2012. Hal 155-159<\/p>\n<p>[4]\u00a0http:\/\/www.afandimuhgresblogspot<\/p>\n<p>[5]\u00a0Rahardja Prathama dan Manurung Mandala.\u00a0<em>\u201cPengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi dan Makroekonomi).\u201d<\/em>Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2004. Hal 278-283<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Investasi Kata investasi merupakan adopsi dari bahasa Inggris, yaitu\u00a0investment. Kata\u00a0invest\u00a0sebagai kata dasar dari\u00a0investment\u00a0memiliki arti menanam. Dalam\u00a0Webster\u2019s New Collegiate Dictionary, kata\u00a0invest\u00a0didefinisikan sebagai\u00a0to make use of&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-28190","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28190"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28190\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}