{"id":28138,"date":"2022-11-27T09:16:06","date_gmt":"2022-11-27T02:16:06","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=28138"},"modified":"2022-11-27T09:16:06","modified_gmt":"2022-11-27T02:16:06","slug":"prinsip-etika-bisnis-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/","title":{"rendered":"Prinsip Etika Bisnis Islam: Membangun Kultur Bisnis yang Sehat dan Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#Dasar_Pemikiran_Etika_Bisnis_Islam\" >Dasar Pemikiran Etika Bisnis Islam<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#Prinsip-Prinsip_Etika_Bisnis_Islam\" >Prinsip-Prinsip Etika Bisnis Islam<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#1_Prinsip_Otonomi\" >1. Prinsip Otonomi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#2_Prinsip_Kejujuran\" >2. Prinsip Kejujuran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#3_Prinsip_Keadilan\" >3. Prinsip Keadilan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#4_Prinsip_Saling_Menguntungkan\" >4. Prinsip Saling Menguntungkan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#5_Prinsip_Integritas_Moral\" >5. Prinsip Integritas Moral<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#Aspek_Dasar_Prinsip_Etika_Bisnis_Islam\" >Aspek Dasar Prinsip Etika Bisnis Islam<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#1_Barometer_Ketaqwaan\" >1. Barometer Ketaqwaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#2_Mendatangkan_Keberkahan\" >2. Mendatangkan Keberkahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#3_Mendapatkan_Derajat_Seperti_Para_Nabi_Shiddiqin_dan_Syuhada\" >3. Mendapatkan Derajat Seperti Para Nabi, Shiddiqin, dan Syuhada<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#4_Berbisnis_Merupakan_Sarana_Ibadah\" >4. Berbisnis Merupakan Sarana Ibadah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#Nilai-Nilai_Dasar_Etika_Bisnis_Islam\" >Nilai-Nilai Dasar Etika Bisnis Islam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#Aplikasi_Prinsip_Etika_Bisnis_Islam\" >Aplikasi Prinsip Etika Bisnis Islam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/prinsip-etika-bisnis-islam\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Etika bisnis Islam adalah prinsip-prinsip moral yang mendasari segala aktivitas ekonomi dan bisnis dalam kehidupan umat Islam, dengan tujuan menciptakan keseimbangan antara keuntungan duniawi dan spiritual. Islam memberikan petunjuk yang jelas tentang bagaimana seseorang seharusnya berbisnis, baik dalam hal niat, pelaksanaan, maupun dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Prinsip-prinsip etika bisnis dalam Islam tidak hanya berfokus pada pencapaian materi, tetapi juga pada kesejahteraan sosial, keberkahan, dan ketakwaan kepada Allah SWT.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dasar_Pemikiran_Etika_Bisnis_Islam\"><\/span>Dasar Pemikiran Etika Bisnis Islam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pembangunan kultur bisnis yang sehat idealnya dimulai dengan perumusan etika yang akan menjadi norma perilaku bagi pelaku bisnis sebelum aturan hukum diterapkan. Hal ini menciptakan dasar yang kuat untuk berbisnis dengan kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan tanpa diskriminasi. Etika bisnis yang kuat dapat menjadi kontrol sosial terhadap perilaku individu dalam bisnis, menciptakan lingkungan yang adil, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas keuntungan pribadi.<\/p>\n<p>Sebagaimana ditegaskan oleh Aziz (2013), etika bisnis hanya dapat berperan dalam komunitas moral. Hal ini menunjukkan bahwa etika bisnis bukan hanya komitmen pribadi, tetapi juga merupakan bagian dari kerangka sosial yang lebih luas. Bisnis yang dijalankan dengan etika yang baik akan memperpanjang keberlanjutan dan dapat berfokus pada keuntungan jangka panjang, bukan hanya keuntungan instan. Dalam konteks ini, etika bisnis berperan untuk menciptakan kepuasan bagi pegawai, yang merupakan salah satu stakeholder penting dalam keberhasilan suatu perusahaan.<\/p>\n<p>Selain itu, etika bisnis Islam mendorong pelaku bisnis untuk memasuki pasar internasional dengan landasan profesionalisme yang tinggi. Prinsip-prinsip etika yang mendasarinya antara lain adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Pengelolaan bisnis secara profesional.<\/li>\n<li>Berdasarkan keahlian dan keterampilan khusus.<\/li>\n<li>Mempunyai komitmen moral yang tinggi.<\/li>\n<li>Menjalankan usaha dengan prinsip profesi\/keahlian.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Prinsip-Prinsip_Etika_Bisnis_Islam\"><\/span>Prinsip-Prinsip Etika Bisnis Islam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Suarny Amran (2013) mengidentifikasi lima prinsip utama yang harus dijalankan dalam etika bisnis Islam. Prinsip-prinsip ini berfungsi sebagai pedoman dalam memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tidak hanya menguntungkan, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Berikut adalah kelima prinsip tersebut:<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Prinsip_Otonomi\"><\/span>1. Prinsip Otonomi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Otonomi dalam konteks ini berarti kebebasan untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai moral. Pelaku bisnis diharapkan untuk mampu mengambil keputusan yang baik secara mandiri, berdasarkan pertimbangan yang matang, serta bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Dalam Islam, prinsip otonomi tidak berarti kebebasan tanpa batas, melainkan kebebasan yang dilandasi dengan prinsip moral dan akuntabilitas.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Prinsip_Kejujuran\"><\/span>2. Prinsip Kejujuran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Kejujuran adalah kunci kesuksesan dalam bisnis. Islam sangat menekankan pentingnya berbicara dan bertindak dengan jujur dalam semua aspek bisnis, baik itu dalam kontrol terhadap konsumen, hubungan kerja, ataupun transaksi dengan pihak lain. Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang pedagang yang jujur dan amanah akan bersama dengan para nabi, shiddiqin, dan syuhada di akhirat (HR. Turmudzi).<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Prinsip_Keadilan\"><\/span>3. Prinsip Keadilan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Prinsip ini mengharuskan setiap individu yang terlibat dalam bisnis untuk diperlakukan sesuai dengan haknya. Tidak ada seorang pun yang boleh dirugikan dalam aktivitas bisnis. Dalam Islam, keadilan adalah nilai yang sangat ditekankan, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun, seperti penimbangan dan pengukuran barang, yang harus dilakukan secara tepat dan tidak curang.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Prinsip_Saling_Menguntungkan\"><\/span>4. Prinsip Saling Menguntungkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Dalam bisnis yang kompetitif, prinsip saling menguntungkan adalah hal yang penting. Bisnis tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi harus memberikan manfaat kepada semua pihak yang terlibat, baik itu pelanggan, pekerja, maupun masyarakat secara umum. Prinsip ini menghindari praktik eksploitasi dan mendorong terciptanya kesejahteraan bersama.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Prinsip_Integritas_Moral\"><\/span>5. Prinsip Integritas Moral<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Integritas moral dalam bisnis sangat penting untuk menjaga nama baik perusahaan dan memastikan bahwa perusahaan tersebut dipercaya oleh masyarakat. Tanpa integritas, perusahaan akan kehilangan kredibilitasnya, dan ini dapat merusak hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan stakeholder lainnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aspek_Dasar_Prinsip_Etika_Bisnis_Islam\"><\/span>Aspek Dasar Prinsip Etika Bisnis Islam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Islam memberikan petunjuk yang sangat jelas mengenai bagaimana etika bisnis seharusnya dijalankan. Hal ini berdasarkan pada prinsip-prinsip dasar yang termuat dalam Al-Qur&#8217;an dan Hadis, yang mencakup:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Barometer_Ketaqwaan\"><\/span>1. Barometer Ketaqwaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ketaqwaan seseorang menjadi ukuran dalam menilai apakah suatu tindakan bisnis dapat diterima dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 188:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cDan janganlah kalian memakan harta sebagian yang lain dengan cara yang bathil. Dan janganlah pula kalian membawa urusan harta itu kepada hakim, agar kamu dapat memakan sebagian dari harta manusia dengan cara yang dosa, padahal kamu mengetahui.\u201d (QS. Al-Baqarah: 188)<\/p><\/blockquote>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mendatangkan_Keberkahan\"><\/span>2. Mendatangkan Keberkahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Islam mengajarkan bahwa bisnis yang dijalankan dengan niat baik dan sesuai dengan prinsip-prinsip Allah akan mendatangkan keberkahan. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A&#8217;raf:<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi\u2026&#8221; (QS. Al-A&#8217;raf: 96)<\/p><\/blockquote>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mendapatkan_Derajat_Seperti_Para_Nabi_Shiddiqin_dan_Syuhada\"><\/span>3. Mendapatkan Derajat Seperti Para Nabi, Shiddiqin, dan Syuhada<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang pedagang yang jujur dan amanah akan ditempatkan di derajat yang sangat tinggi di akhirat, bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada. Ini menunjukkan betapa besar penghargaan Islam terhadap etika bisnis yang didasari dengan kejujuran dan amanah.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Berbisnis_Merupakan_Sarana_Ibadah\"><\/span>4. Berbisnis Merupakan Sarana Ibadah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam Islam, aktivitas bisnis yang dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai dengan tuntunan agama akan dianggap sebagai ibadah. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tawbah:<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Dan katakanlah &#8216;Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu&#8230;'&#8221; (QS. At-Tawbah: 105)<\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Nilai-Nilai_Dasar_Etika_Bisnis_Islam\"><\/span>Nilai-Nilai Dasar Etika Bisnis Islam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Etika bisnis Islam mengusung nilai-nilai dasar yang harus diterapkan dalam dunia bisnis. Nilai-nilai ini berakar pada ajaran Tauhid, Khilafah, Ibadah, Tazkiyah, dan Ihsan, yang memberi panduan moral bagi umat Islam dalam berbisnis.<\/p>\n<ol>\n<li>Tauhid: Konsep kesatuan yang mengintegrasikan seluruh aspek kehidupan, termasuk bisnis, untuk berjalan sejalan dengan ajaran Islam.<\/li>\n<li>Khilafah: Menekankan tanggung jawab dan akuntabilitas dalam setiap tindakan bisnis.<\/li>\n<li>Ibadah: Menjadikan setiap aktivitas bisnis sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.<\/li>\n<li>Tazkiyah: Menjaga kejujuran, keterbukaan, dan keadilan dalam setiap transaksi bisnis.<\/li>\n<li>Ihsan: Melakukan segala sesuatu dengan profesionalisme, mengutamakan kepentingan bersama, dan menjaga kebersamaan dalam masyarakat.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aplikasi_Prinsip_Etika_Bisnis_Islam\"><\/span>Aplikasi Prinsip Etika Bisnis Islam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam praktiknya, penerapan etika bisnis Islam dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Niat ikhlas mengharap ridha Allah SWT.<\/li>\n<li>Profesionalisme dalam pekerjaan.<\/li>\n<li>Kejujuran dan amanah dalam setiap transaksi.<\/li>\n<li>Mengutamakan etika sebagai seorang muslim dalam setiap interaksi.<\/li>\n<li>Tidak melanggar prinsip syariah dalam setiap tindakan bisnis.<\/li>\n<li>Menjalin ukhuwah Islamiyah yang harmonis di dalam dan luar dunia bisnis.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Etika bisnis Islam memberikan panduan yang jelas mengenai bagaimana menjalankan bisnis dengan prinsip moral yang tinggi, mengutamakan kejujuran, keadilan, dan integritas. Prinsip-prinsip ini tidak hanya penting dalam konteks bisnis sehari-hari, tetapi juga dalam membentuk dunia usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia. Dengan mengikuti prinsip-prinsip etika bisnis Islam, pelaku bisnis tidak hanya meraih kesuksesan duniawi, tetapi juga keberkahan dan pahala dari Allah SWT.<\/p>\n<p><em>Referensi:<\/em><\/p>\n<ol>\n<li>Aziz, Abdul M.Ag. (2013). &#8220;Etika Bisnis Perspektif Islam&#8221;. Bandung, Penerbit Alfabeta.<\/li>\n<li>Surah Al-Baqarah 188, Al-A&#8217;raf 96, At-Tawbah 105, Al-Isra&#8217; 35, Al-Maidah 8.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Etika bisnis Islam adalah prinsip-prinsip moral yang mendasari segala aktivitas ekonomi dan bisnis dalam kehidupan umat Islam, dengan tujuan menciptakan keseimbangan antara keuntungan duniawi dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44824,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-28138","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28138"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28138\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}