{"id":27801,"date":"2022-11-24T19:40:49","date_gmt":"2022-11-24T12:40:49","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27801"},"modified":"2022-11-24T19:40:49","modified_gmt":"2022-11-24T12:40:49","slug":"tata-cara-menguburkan-jenazah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/","title":{"rendered":"Tata Cara Menguburkan Jenazah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#Dasar_Hukum_Menguburkan_Jenazah\" >Dasar Hukum Menguburkan Jenazah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#Siapa_yang_Bertanggung_Jawab_Menguburkan_Jenazah\" >Siapa yang Bertanggung Jawab Menguburkan Jenazah?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#Hak_Prioritas_dalam_Menguburkan_Jenazah\" >Hak Prioritas dalam Menguburkan Jenazah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#Tata_Cara_Menguburkan_Jenazah_Berdasarkan_Syariat\" >Tata Cara Menguburkan Jenazah Berdasarkan Syariat<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#1_Mempersiapkan_Liang_Lahat\" >1. Mempersiapkan Liang Lahat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#2_Memasukkan_Jenazah_ke_Liang_Lahat\" >2. Memasukkan Jenazah ke Liang Lahat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#3_Melepaskan_Tali_Kafan\" >3. Melepaskan Tali Kafan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#4_Menutup_Liang_Lahat\" >4. Menutup Liang Lahat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#5_Memberi_Tanda_pada_Kuburan\" >5. Memberi Tanda pada Kuburan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#6_Menyiram_Air_ke_Kuburan\" >6. Menyiram Air ke Kuburan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#7_Mendoakan_dan_Memohon_Ampunan\" >7. Mendoakan dan Memohon Ampunan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#8_Melontarkan_Tanah_ke_Kubur\" >8. Melontarkan Tanah ke Kubur<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-menguburkan-jenazah\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Menguburkan jenazah merupakan salah satu kewajiban terakhir bagi umat Islam setelah jenazah dimandikan, dikafankan, dan dishalatkan. Hukum menguburkan jenazah adalah fardhu kifayah, yaitu kewajiban yang gugur jika sudah dilaksanakan oleh sebagian kaum muslimin.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dasar_Hukum_Menguburkan_Jenazah\"><\/span>Dasar Hukum Menguburkan Jenazah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kewajiban menguburkan jenazah ditegaskan dalam Al-Qur\u2019an. Allah SWT berfirman:<\/p>\n<blockquote><p>\u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0623\u064e\u0645\u064e\u0627\u062a\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0623\u064e\u0642\u0652\u0628\u064e\u0631\u064e\u0647\u064f<br \/>\n<em>&#8220;Kemudian Dia mematikannya dan menguburkannya.&#8221;<\/em><br \/>\n(QS. \u2018Abasa: 21)<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah mensyariatkan penguburan jenazah sebagai penghormatan bagi manusia.<\/p>\n<p>Selain itu, terdapat contoh dari Rasulullah SAW dan para sahabat yang menunjukkan bahwa menguburkan jenazah adalah bagian dari pelaksanaan syariat Islam secara sempurna.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Siapa_yang_Bertanggung_Jawab_Menguburkan_Jenazah\"><\/span>Siapa yang Bertanggung Jawab Menguburkan Jenazah?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Penguburan jenazah idealnya dilakukan oleh kaum lelaki dengan alasan-alasan berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Mengikuti praktik para sahabat Rasulullah SAW<br \/>\nDalam sejarah Islam, tugas menguburkan jenazah dilakukan oleh para sahabat laki-laki. Hal ini menjadi sunnah yang terus diterapkan oleh umat Islam hingga saat ini.<\/li>\n<li>Kekuatan fisik<br \/>\nKaum lelaki umumnya memiliki kekuatan fisik lebih besar, sehingga lebih mampu menggali liang kubur dan mengangkat jenazah.<\/li>\n<li>Menjaga aurat<br \/>\nJika perempuan terlibat dalam proses penguburan, dikhawatirkan aurat mereka akan terbuka di hadapan laki-laki non-mahram. Oleh karena itu, tanggung jawab ini lebih diutamakan bagi kaum lelaki.<\/li>\n<\/ol>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hak_Prioritas_dalam_Menguburkan_Jenazah\"><\/span>Hak Prioritas dalam Menguburkan Jenazah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Dalam Islam, wali jenazah memiliki hak utama untuk mengurus dan menguburkan jenazah, sebagaimana firman Allah SWT:<\/p>\n<blockquote><p>\u0648\u064e\u0623\u064f\u0648\u06df\u0644\u064f\u0648\u0627\u06df \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u062d\u064e\u0627\u0645\u0650 \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064f\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0623\u064e\u0648\u06e1\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064d \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u0650 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650<br \/>\n<em>&#8220;Dan orang-orang yang memiliki hubungan kerabat sebagian mereka lebih berhak terhadap yang lain dalam Kitab Allah.&#8221;<\/em><br \/>\n(QS. Al-Anfal: 75)<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini menunjukkan bahwa keluarga dekat memiliki prioritas dalam mengurus jenazah.<\/p>\n<hr \/>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tata_Cara_Menguburkan_Jenazah_Berdasarkan_Syariat\"><\/span>Tata Cara Menguburkan Jenazah Berdasarkan Syariat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Berikut adalah tata cara penguburan jenazah sesuai dengan tuntunan Islam:<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mempersiapkan_Liang_Lahat\"><\/span>1. Mempersiapkan Liang Lahat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Liang lahat digali sepanjang jenazah, dengan kedalaman minimal setinggi orang dewasa ditambah lengan, dan lebarnya kira-kira satu meter. Bagian dasar liang lahat dibuat miring lebih dalam ke arah kiblat. Tujuan ini adalah untuk:<\/p>\n<ul>\n<li>Memastikan jenazah tetap stabil di tempatnya.<\/li>\n<li>Mencegah gangguan dari binatang buas setelah jenazah membusuk.<\/li>\n<\/ul>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Memasukkan_Jenazah_ke_Liang_Lahat\"><\/span>2. Memasukkan Jenazah ke Liang Lahat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Setelah tiba di tempat pemakaman, jenazah dimasukkan ke liang lahat dengan posisi miring ke kanan menghadap kiblat. Ketika meletakkan jenazah, disunnahkan membaca doa:<\/p>\n<blockquote><p>\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0645\u0650\u0644\u0651\u064e\u0629\u0650 \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650<br \/>\n<em>&#8220;Dengan menyebut nama Allah dan atas agama Rasulullah.&#8221;<\/em><\/p><\/blockquote>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Melepaskan_Tali_Kafan\"><\/span>3. Melepaskan Tali Kafan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Tali-tali pengikat kafan dilepaskan dengan hati-hati. Pipi kanan jenazah ditempelkan ke tanah, sementara ujung kaki juga diletakkan sedemikian rupa agar tetap menghadap kiblat.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Menutup_Liang_Lahat\"><\/span>4. Menutup Liang Lahat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Liang lahat ditutup dengan papan kayu atau bambu sebelum ditimbun dengan tanah. Setelah ditutup, tanah diratakan dan dibuatkan gundukan setinggi satu jengkal. Hal ini didasarkan pada hadits Jabir RA:<\/p>\n<blockquote><p><em>\u201cSesungguhnya Nabi SAW menggali liang lahat dan menancapkan batu bata serta meninggikan kuburan sekadar satu jengkal.\u201d<\/em><br \/>\n(HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi; dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)<\/p><\/blockquote>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Memberi_Tanda_pada_Kuburan\"><\/span>5. Memberi Tanda pada Kuburan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Sebuah batu nisan dipasang di atas kepala jenazah sebagai penanda. Tujuannya agar kuburan tidak terinjak atau digunakan untuk hal yang tidak semestinya.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Menyiram_Air_ke_Kuburan\"><\/span>6. Menyiram Air ke Kuburan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Tanah kuburan disiram dengan air biasa atau air yang dicampur mawar. Hal ini sesuai dengan kebiasaan Nabi SAW, sebagaimana disebutkan bahwa beliau pernah menyiram kuburan putra beliau, Ibrahim.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Mendoakan_dan_Memohon_Ampunan\"><\/span>7. Mendoakan dan Memohon Ampunan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Setelah jenazah dikubur, para pelayat disunnahkan untuk memohonkan ampun bagi jenazah. Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n<blockquote><p><em>\u201cApabila Nabi SAW selesai menguburkan jenazah, beliau berdiri di atasnya dan bersabda, \u2018Mohonkanlah ampun untuk saudaramu dan mintakanlah untuknya supaya diberi ketabahan, karena sesungguhnya ia sekarang sedang ditanya.\u2019\u201d<\/em><br \/>\n(HR. Abu Dawud)<\/p><\/blockquote>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Melontarkan_Tanah_ke_Kubur\"><\/span>8. Melontarkan Tanah ke Kubur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Sebelum meninggalkan kuburan, sunnah untuk mengambil segenggam tanah dan melontarkannya ke atas kubur sebanyak tiga kali sambil membaca ayat berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>\u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u06e1\u0646\u064e\u0670\u0643\u064f\u0645\u06e1<br \/>\n<em>&#8220;Dari tanah (itulah) Kami menciptakan kamu.&#8221;<\/em><\/li>\n<li>\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064f\u0639\u0650\u064a\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1<br \/>\n<em>&#8220;Dan ke dalamnya Kami akan mengembalikan kamu.&#8221;<\/em><\/li>\n<li>\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u06e1\u0647\u064e\u0627 \u0646\u064f\u062e\u06e1\u0631\u0650\u062c\u064f\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u062a\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064b \u0623\u064f\u062e\u06e1\u0631\u064e\u0649\u0670<br \/>\n<em>&#8220;Dan darinya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.&#8221;<\/em><br \/>\n(QS. Thaha: 55)<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Menguburkan jenazah adalah bagian dari penghormatan terakhir yang wajib dilakukan oleh umat Islam. Pelaksanaannya harus sesuai dengan syariat dan penuh kehormatan. Setiap tahapan, mulai dari menggali liang lahat hingga mendoakan jenazah, memiliki nilai ibadah dan menunjukkan perhatian Islam terhadap pemuliaan manusia, baik semasa hidup maupun setelah wafat.<\/p>\n<p>Melaksanakan tata cara penguburan sesuai tuntunan Rasulullah SAW adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan wujud nyata pengamalan sunnah Nabi Muhammad SAW. Wallahu a&#8217;lam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menguburkan jenazah merupakan salah satu kewajiban terakhir bagi umat Islam setelah jenazah dimandikan, dikafankan, dan dishalatkan. Hukum menguburkan jenazah adalah fardhu kifayah, yaitu kewajiban yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-27801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27801"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27801\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}