{"id":27789,"date":"2022-11-24T19:17:21","date_gmt":"2022-11-24T12:17:21","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27789"},"modified":"2022-11-24T19:17:21","modified_gmt":"2022-11-24T12:17:21","slug":"cara-memandikan-jenazah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-memandikan-jenazah\/","title":{"rendered":"Cara Memandikan Jenazah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-memandikan-jenazah\/#Pengertian_dan_Hukum_Memandikan_Jenazah\" >Pengertian dan Hukum Memandikan Jenazah<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-memandikan-jenazah\/#Dalil_Syari\" >Dalil Syar&#8217;i<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-memandikan-jenazah\/#Syarat-Syarat_Jenazah_yang_Dimandikan\" >Syarat-Syarat Jenazah yang Dimandikan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-memandikan-jenazah\/#Syarat_Orang_yang_Memandikan_Jenazah\" >Syarat Orang yang Memandikan Jenazah<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-memandikan-jenazah\/#Orang_yang_Berhak_Memandikan_Jenazah\" >Orang yang Berhak Memandikan Jenazah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-memandikan-jenazah\/#Tata_Cara_Memandikan_Jenazah\" >Tata Cara Memandikan Jenazah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-memandikan-jenazah\/#Pentingnya_Adab_dan_Kehormatan\" >Pentingnya Adab dan Kehormatan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p data-pm-slice=\"1 1 []\">Memandikan jenazah merupakan salah satu kewajiban fardhu kifayah bagi kaum Muslimin. Proses ini bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan tubuh jenazah dari segala kotoran dan najis yang melekat. Hal ini penting dilakukan dengan penuh kehormatan dan mengikuti tata cara yang telah diajarkan dalam Islam. Dalam tulisan ini, akan dibahas secara mendalam mengenai tata cara, syarat, dan langkah-langkah memandikan jenazah berdasarkan dalil-dalil syar&#8217;i.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_dan_Hukum_Memandikan_Jenazah\"><\/span>Pengertian dan Hukum Memandikan Jenazah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Memandikan jenazah adalah proses membersihkan tubuh jenazah dengan air sesuai dengan ketentuan syariat. Hukum memandikan jenazah adalah fardhu kifayah, yaitu kewajiban yang cukup dilakukan oleh sebagian umat Islam sehingga menggugurkan kewajiban bagi yang lainnya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dalil_Syari\"><\/span>Dalil Syar&#8217;i<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam kitab <em>Safinatun Najah<\/em> dijelaskan:<\/p>\n<p>\u0627\u0644\u0627\u0644\u0627\u0633\u062a\u0642\u0633\u0627\u0621 \u0641\u064a \u063a\u0633\u0644 \u0627\u0644\u0645\u064a\u062a \u0647\u0648 \u0627\u0644\u0645\u063a\u0633\u0644\u0629 \u0648\u0627\u0644\u062a\u0637\u0647\u064a\u0631 \u0648\u0627\u0644\u062a\u0633\u064a\u0644 \u0627\u0644\u0643\u0644\u064a \u0644\u0644\u062c\u0633\u0645 \u0648\u0627\u0644\u0645\u0641\u0627\u0635\u0644<\/p>\n<p>Artinya, &#8220;Kesempurnaan memandikan mayit adalah dengan membasuh kedua pantatnya, menghilangkan kotoran dari hidungnya, mewudhukannya, menggosok badannya dengan daun bidara, dan mengguyurnya dengan air sebanyak tiga kali.&#8221;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat-Syarat_Jenazah_yang_Dimandikan\"><\/span>Syarat-Syarat Jenazah yang Dimandikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tidak semua jenazah wajib dimandikan. Adapun syarat jenazah yang wajib dimandikan meliputi:<\/p>\n<ol start=\"1\" data-spread=\"false\">\n<li>Jenazah adalah seorang Muslim.<\/li>\n<li>Anggota badannya masih utuh, meskipun terdapat cedera atau luka.<\/li>\n<li>Keadaan jasadnya masih memungkinkan untuk dimandikan.<\/li>\n<li>Bukan mati syahid, yaitu mereka yang wafat dalam peperangan membela Islam. Nabi Muhammad shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda:<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u0627\u0644\u0644\u0647 \u0644\u0627 \u062a\u063a\u0633\u0644 \u0647\u0645 \u0641\u0627\u0646 \u0643\u0644 \u062c\u0631\u062d \u0647\u0648 \u0641\u0648\u062d\u0627\u0646 \u064a\u0648\u0645 \u0627\u0644\u0642\u064a\u0627\u0645\u0629<\/p>\n<p>Artinya, &#8220;Janganlah engkau memandikan mereka, karena setiap luka atau darah yang menetes akan berbau wangi kelak di hari kiamat.&#8221; (HR Ahmad)<\/p>\n<p>Orang yang mati syahid tidak dimandikan, tidak dishalatkan, namun langsung dikafani dengan pakaian yang dikenakan saat wafat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Orang_yang_Memandikan_Jenazah\"><\/span>Syarat Orang yang Memandikan Jenazah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Orang yang memandikan jenazah harus memenuhi kriteria berikut:<\/p>\n<ol start=\"1\" data-spread=\"false\">\n<li>Seorang Muslim.<\/li>\n<li>Berakal sehat.<\/li>\n<li>Berniat untuk memandikan jenazah.<\/li>\n<li>Amanah dan mengetahui tata cara memandikan jenazah.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Orang_yang_Berhak_Memandikan_Jenazah\"><\/span>Orang yang Berhak Memandikan Jenazah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ol start=\"1\" data-spread=\"false\">\n<li><strong>Suami atau istri jenazah<\/strong>. Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda kepada Sayyidah Aisyah:<\/li>\n<\/ol>\n<p>\u0645\u0627 \u064a\u0647\u0645\u0643\u0650 \u0627\u0644\u064a \u0627\u0646 \u0645\u0627\u062a\u0642 \u063a\u0648\u0633\u0644\u062a\u0643<\/p>\n<p>Artinya, &#8220;Tidak ada yang membuatmu gundah, sebab jika kamu wafat sebelumku, akulah yang akan memandikanmu.&#8221; (HR Ahmad)<\/p>\n<ol start=\"2\" data-spread=\"false\">\n<li><strong>Mahram jenazah<\/strong>, yaitu keluarga yang memiliki hubungan darah atau pernikahan yang dekat.<\/li>\n<li><strong>Orang yang sejenis dengan jenazah<\/strong>. Jika jenazah adalah laki-laki, maka yang memandikan harus laki-laki kecuali mahramnya. Begitu pula sebaliknya.<\/li>\n<li><strong>Anak kecil<\/strong> boleh dimandikan oleh laki-laki atau perempuan karena tidak ada batasan aurat yang berlaku.<\/li>\n<li><strong>Jika tidak ada yang sejenis<\/strong>, maka jenazah cukup ditayamumkan dengan menggunakan sarung tangan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tata_Cara_Memandikan_Jenazah\"><\/span>Tata Cara Memandikan Jenazah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ol start=\"1\" data-spread=\"true\">\n<li><strong>Persiapan Alat dan Tempat<\/strong>\n<ul data-spread=\"false\">\n<li>Menyediakan air yang suci dan mensucikan, handuk, sabun, wangi-wangian seperti kapur barus, sarung tangan, dan peralatan lain.<\/li>\n<li>Ruangan harus tertutup dan terlindung dari pandangan orang banyak.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Persiapan Jenazah<\/strong>\n<ul data-spread=\"false\">\n<li>Jenazah dibaringkan di tempat yang tinggi, seperti dipan.<\/li>\n<li>Jenazah diselimuti kain untuk menutup aurat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Proses Memandikan<\/strong>\n<ul data-spread=\"false\">\n<li>Membersihkan kotoran dari tubuh jenazah dengan menggunakan sarung tangan.<\/li>\n<li>Mewudhukan jenazah dengan niat yang benar.<\/li>\n<li>Memandikan dengan air suci secara menyeluruh, dimulai dari sisi kanan, kemudian kiri.<\/li>\n<li>Menggunakan daun bidara atau sabun untuk membersihkan tubuh jenazah.<\/li>\n<li>Menyisir rambut dan membersihkan sela-sela jari tangan serta kaki.<\/li>\n<li>Siraman terakhir menggunakan air yang dicampur wangi-wangian seperti kapur barus.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Wudhu Jenazah<\/strong>\n<ul data-spread=\"false\">\n<li>Jenazah diwudhukan dengan memenuhi rukun dan sunnah wudhu sebagaimana wudhu shalat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Penanganan Khusus<\/strong>\n<ul data-spread=\"false\">\n<li>Bagian tubuh yang terlepas seperti rambut harus dimasukkan ke dalam kafan bersama jenazah.<\/li>\n<li>Jenazah yang tidak memungkinkan untuk dimandikan, seperti terbakar, cukup ditayamumkan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_Adab_dan_Kehormatan\"><\/span>Pentingnya Adab dan Kehormatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam memandikan jenazah, penting untuk menjaga adab, seperti tidak berbicara hal yang tidak perlu dan menjaga rahasia jenazah. Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda:<\/p>\n<p>\u0645\u0646 \u063a\u0633\u0644 \u0645\u064a\u062a\u0627 \u0641\u0633\u062a\u0631 \u0645\u0627 \u0631\u0623\u0649 \u0645\u0646 \u0633\u0648\u0621 \u0641\u0644\u0647\u0645 \u063a\u0641\u0631 \u0648\u0631\u062d\u0645\u0629<\/p>\n<p>Artinya, &#8220;Barang siapa memandikan jenazah dan menutupi segala kekurangannya, maka Allah akan memberikan ampunan dan rahmat kepadanya.&#8221;<\/p>\n<p>Dengan memahami tata cara memandikan jenazah secara benar, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan kewajiban ini dengan penuh penghormatan dan keikhlasan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memandikan jenazah merupakan salah satu kewajiban fardhu kifayah bagi kaum Muslimin. Proses ini bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan tubuh jenazah dari segala kotoran dan najis&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-27789","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27789"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27789\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}