{"id":27751,"date":"2022-11-24T18:41:53","date_gmt":"2022-11-24T11:41:53","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27751"},"modified":"2022-11-24T18:41:53","modified_gmt":"2022-11-24T11:41:53","slug":"pengertian-ariyah-dasar-hukum-rukun-dan-syarat-macam-kewajiban-muir-dan-mustair-hal-hal-yang-harus-diperhatikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-ariyah-dasar-hukum-rukun-dan-syarat-macam-kewajiban-muir-dan-mustair-hal-hal-yang-harus-diperhatikan\/","title":{"rendered":"Pengertian Ariyah, Dasar Hukum, Rukun dan Syarat, Macam, Kewajiban Mu\u2019ir dan Musta\u2019ir, Hal-hal yang harus diperhatikan"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-ariyah-dasar-hukum-rukun-dan-syarat-macam-kewajiban-muir-dan-mustair-hal-hal-yang-harus-diperhatikan\/#Pengertian_Ariyah\" >Pengertian Ariyah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-ariyah-dasar-hukum-rukun-dan-syarat-macam-kewajiban-muir-dan-mustair-hal-hal-yang-harus-diperhatikan\/#Dasar_Hukum_Ariyah\" >Dasar Hukum Ariyah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-ariyah-dasar-hukum-rukun-dan-syarat-macam-kewajiban-muir-dan-mustair-hal-hal-yang-harus-diperhatikan\/#Hukum_Ariyah\" >Hukum Ariyah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-ariyah-dasar-hukum-rukun-dan-syarat-macam-kewajiban-muir-dan-mustair-hal-hal-yang-harus-diperhatikan\/#Rukun_Ariyah\" >Rukun Ariyah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-ariyah-dasar-hukum-rukun-dan-syarat-macam-kewajiban-muir-dan-mustair-hal-hal-yang-harus-diperhatikan\/#Macam-macam_Ariyah\" >Macam-macam Ariyah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-ariyah-dasar-hukum-rukun-dan-syarat-macam-kewajiban-muir-dan-mustair-hal-hal-yang-harus-diperhatikan\/#Kewajiban_Muir_dan_Mustair\" >Kewajiban Mu\u2019ir dan Musta\u2019ir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-ariyah-dasar-hukum-rukun-dan-syarat-macam-kewajiban-muir-dan-mustair-hal-hal-yang-harus-diperhatikan\/#Hal-hal_yang_harus_diperhatikan_dalam_Ariyah\" >Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Ariyah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Ariyah\"><\/span><strong>Pengertian <em>Ariyah<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ariyah adalah konsep dalam hukum Islam yang merujuk pada pemberian manfaat suatu barang kepada orang lain tanpa imbalan, dengan syarat barang tersebut tetap utuh dan dikembalikan setelah digunakan. Secara etimologis, kata <em>ariyah<\/em> berasal dari akar kata <em>&#8216;ara<\/em> yang berarti kosong, menunjukkan ketiadaan kompensasi dalam transaksi ini. Dalam terminologi fikih, <em>ariyah<\/em> didefinisikan sebagai akad pemberian manfaat dari suatu barang halal oleh pemiliknya kepada orang lain tanpa mengurangi esensi barang tersebut, dengan kewajiban mengembalikannya setelah manfaatnya selesai diambil.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dasar_Hukum_Ariyah\"><\/span><strong>Dasar Hukum <em>Ariyah<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dasar hukum <em>ariyah <\/em>bersumber pada:<\/p>\n<p><strong>Al-Qur\u2019an<\/strong><\/p>\n<p>Artinya: \u201c<em>Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya<\/em>.\u201d (QS. Al-Maidah [5]: 2).<\/p>\n<p><strong>Hadis<\/strong><\/p>\n<p>Rasulullah Saw. bersabda:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cPinjaman itu wajib dikembalikan dan orang-orang yang menanggung sesuatu harus membayar dan hutang harus ditunaikan.\u201d <\/em>(HR. At-Tirmizi).<\/p>\n<p>Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanad yang <em>jayyid <\/em>dari Shafwan bin Umayyah, dinyatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah meminjam perisai kepada Shafwan bin Umayyah pada waktu perang Hunain. Shafwan bertanya: \u201c<em>Apakah Engkau merampasnya wahai Muhammad<\/em>? <em>Nabi Saw. menjawab:\u201d Cuma meminjam dan aku yang bertanggung jawab\u201d.<\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hukum_Ariyah\"><\/span><strong>Hukum <em>Ariyah<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hukum pinjam meminjam dalam syariat Islam dibagi menjadi empat yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Mubah, artinya Ini merupakan hukum asal dari pinjam meminjam.<\/li>\n<li>Sunnah, artinya pinjam meminjam yang dilakukan memenuhi suatu kebutuhan yang cukup penting, misalnya meminjamkan sepeda untuk mengantarkan anak ke sekolah, meminjamkan buku pelajaran dan sebagainya.<\/li>\n<li>Wajib, artinya pinjam meminjam yang merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dan kalau tidak meminjam akan menemukan suatu Misalnya meminjamkan baju dan sarung untuk shalat wajib, apabila tidak dipinjami maka orang tersebut tidak bisa shalat karena bajunya najis. Hal ini wajib bagi peminjam dan juga orang yang meminjamkan.<\/li>\n<li>Haram, artinya pinjam meminjam yang dipergunakan untuk kemaksiatan atau untuk berbuat Misalnya seseorang meminjam pisau untuk mencuri, pinjam tempat (rumah) untuk berbuat maksiat dan hal-hal lain yang dilarang oleh agama. Hukum haram ini berlaku bagi peminjam dan orang yang meminjamkan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rukun_Ariyah\"><\/span><strong>Rukun <em>Ariyah<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208044\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph\" data-key=\"23208044\">\n<div class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR\"><span class=\"Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 lmbERM\" data-qa-id=\"story-paragraph\">Menurut ulama Hanafiyyah, <strong data-key=\"23208139\">rukun <\/strong><strong data-key=\"23208141\"><em data-key=\"23208140\">ariyah <\/em><\/strong><strong data-key=\"23208142\">terdiri dari <\/strong>ijab dan qabul. Ijab qabul tidak diwajibkan untuk diucapkan, namun cukup dengan menyerahkan pemilik kepada peminjam barang yang dipinjam.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR\">Namun menurut sebagian besar ulama berendapat bahwa terdapat beberapa rukun ariyah, yakni:<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208059\">\n<div class=\"sc-5mlv5q-0 hZqCOq\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208060\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph\" data-key=\"23208060\">\n<div class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR\"><strong><span class=\"Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 lmbERM\" data-qa-id=\"story-paragraph\"><em data-key=\"23208143\">1. Mu\u2019ir <\/em>atau orang yang memberikan pinjaman dengan syarat:<\/span><\/strong><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208067\">\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208068\">\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208069\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph\" data-key=\"23208069\">\n<ul>\n<li><span class=\"Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 lmbERM\" data-qa-id=\"story-paragraph\">Inisiatif sendiri bukan paksaan<\/span><\/li>\n<li>Dianggap sah amal baiknya, bukan dari golongan anak kecil, orang gila, budak mukatab tanpa ijin tuannya dan bukan dari orang yang mengalokasikannya terbatasi dengan sebab bangkrut atau tidak ada kecakapan dalam mengelola harta.<\/li>\n<li>Memiliki manfaat barang yang dipinjamkan meskipun tidak mempunyai hak pada barang semisal dengan menyewanya bukan dengan hasil pinjaman dari orang lain karena manfaat barang yang di pinjam bukan menjadi haknya melainkan diperkenankan untuk memanfaatkannya.<\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208081\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph\" data-key=\"23208081\">\n<div class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR\"><strong><span class=\"Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 lmbERM\" data-qa-id=\"story-paragraph\">2. <em data-key=\"23208144\">Mutsa\u2019ir <\/em>atau orang yang mendapat pinjaman dengan syarat:<\/span><\/strong><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208088\">\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208089\">\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208090\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph\" data-key=\"23208090\">\n<ul>\n<li class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR\"><span class=\"Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 lmbERM\" data-qa-id=\"story-paragraph\">Telah ditentukan, maka tidak sah akad \u2018ariyah pada salah satu dari dua musta\u2019ir yang tidak ditentukan.<\/span><\/li>\n<li class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR\">Bebas dalam mengalokasikan harta benda, maka tidak sah dari anak kecil, orang gila atau orang yang mengalokasikannya terbatasi dengan sebab tidak memiliki kecakapan dalam mengelola harta kecuali melalui sebab tidak memiliki kecakapan dalam mengelola harta kecuali melalui wali masing-masing<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208097\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph\" data-key=\"23208097\">\n<div class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR\"><strong><span class=\"Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 lmbERM\" data-qa-id=\"story-paragraph\">3. <em data-key=\"23208145\">Mu\u2019ar <\/em>atau barang yang dipinjamlan dengan syarat:<\/span><\/strong><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208104\">\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208105\">\n<div class=\"components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi\" data-key=\"23208106\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph\" data-key=\"23208106\">\n<ul>\n<li class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR\"><span class=\"Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 lmbERM\" data-qa-id=\"story-paragraph\">Manfaatnya sesuai dengan yang dimaksud dari benda tersebut. Maka tidak sah akad ariyah pada koin emas atau perak dengan maksud untuk dijadikan sebagai hiasan, karena pada dasarnya manfaat dari koin tersebut bukan untuk hiasan.<\/span><\/li>\n<li class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR\"><em data-key=\"23208146\">Musta\u2019ir <\/em>dapat mengambil kemanfaatan mu\u2019ar atau sesuatu yang dihasilkan darinya seperti meminjam kambing untuk diambil susu dan anaknya atau meminjam pohon untuk diambil buahnya. Maka tidak sah akad ariyah pada barang yang tidak dapat dimanfaatkan seperti sapi yang lumpuh.<\/li>\n<li class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR\"><em data-key=\"23208147\">Mu\u2019ar <\/em>dimanfaatkan dengan membiarkannya tetap dalam kondisi utuh, Maka tidak sah akad ariyah pada makanan untuk dikonsumsi atau pada sabun untuk mandi karena pemanfaat tersebut dapat menghabiskan barang yang dipinjamkan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Macam-macam_Ariyah\"><\/span><strong>Macam-macam Ariyah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong><em>Ariyah Mutlaqah<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Yaitu pinjam meminjam barang yang dalam akadnya tidak dijelaskan persyaratan apapun atau tidak dijelaskan penggunaannya. Misalnya meminjam sepeda motor di mana dalam akad tidak disebutkan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan sepeda motor tersebut. Meskipun demikian, penggunaan barang pinjaman harus disesuaikan dengan adat kebiasaan dan tidak boleh berlebihan.<\/p>\n<p><strong><em>Ariyah Muqayyadah<\/em><\/strong><\/p>\n<p><em>Ariyah muqayyadah <\/em>adalah meminjamkan suatu barang yang dibatasi dari segi waktu dan kemanfaatannya, baik disyaratkan oleh kedua orang yang berakad maupun salah satunya. Oleh karena itu, peminjam harus menjaga barang dengan baik, merawat, dan mengembalikannya sesuai dengan perjanjian.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kewajiban_Muir_dan_Mustair\"><\/span><strong>Kewajiban <em>Mu\u2019ir <\/em>dan <em>Musta\u2019ir<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam akad <em>ariyah<\/em>, ada kewajiban bagi pemberi pinjaman dan peminjam, yakni:<\/p>\n<p><strong>Kewajiban pemberi pinjaman <em>(mu\u2019ir):<\/em><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Menyerahkan atau memberikan benda yang dipinjam dengan ikhlas dan suka rela<\/li>\n<li>Barang yang dipinjam harus barang yang bersifat tetap dan memberikan manfaat<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kewajiban peminjam <em>(musta\u2019ir):<\/em><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Harus memelihara benda pinjaman dengan rasa tanggungjawab<\/li>\n<li>Dapat mengembalikan barang pinjaman tepat waktu<\/li>\n<li>Biaya ditanggung peminjam, jika harus mengeluarkan biaya.<\/li>\n<li>Bertanggung jawab terhadap barang yang dipinjam<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hal-hal_yang_harus_diperhatikan_dalam_Ariyah\"><\/span><strong>Hal-hal yang harus diperhatikan dalam <em>Ariyah<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam akad <em>ariyah, <\/em>antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Pinjam meminjam barang harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang halal dan tidak melanggar norma Pinjam meminjam barang untuk perbuatan maksiat atau melanggar norma agama maka hukumnya haram.<\/li>\n<li>Orang yang meminjam barang hanya boleh menggunakan barang pinjaman sebatas yang diizinkan oleh pemilik barang atau kurang dari batasan yang ditentukan oleh pemilik Misalnya, seseorang meminjamkan buku dengan akad hanya untuk dibaca maka buku tersebut tidak boleh difotocopy.<\/li>\n<li>Menjaga dan merawat barang pinjaman dengan baik seperti miliknya<\/li>\n<\/ol>\n<p>Hal ini selaras dengan hadis Rasulullah Saw:<\/p>\n<p>Artinya<em>: \u201cDari Samurah, Nabi Saw. bersabda: \u201cTanggung jawab barang yang diambil atas yang mengambil sampai dikembalikannya barang itu.\u201d <\/em>(HR. Ibnu Majah).<\/p>\n<ol>\n<li>Jika dalam proses mengembalikan barang itu memerlukan biaya maka yang menanggung adalah pihak peminjam.<\/li>\n<li>Akad pinjam-meminjam boleh diputus dengan catatan tidak merugikan salah satu<\/li>\n<li>Akad pinjam-meminjam dihukumi batal\/selesai jika salah seorang dari kedua belah pihak meninggal dunia, atau karena gila. Jika hal itu terjadi, maka ahli waris wajib mengembalikannya dan tidak boleh memanfaatkan barang pinjaman<\/li>\n<li>Jika terjadi perselisihan antara pemberi pinjaman dan peminjam, misalnya pemberi pinjaman mengatakan bahwa barangnya belum dikembalikan, sedangkan peminjam mengatakan bahwa barangnya sudah dikembalikan, maka pengakuan yang diterima adalah pengakuan pemberi pinjaman dengan catatan disertai<\/li>\n<li>Peminjam wajib mengembalikan barang pinjaman jika waktunya telah berakhir dan tidak boleh memanfaatkan barang itu lagi.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Ariyah Ariyah adalah konsep dalam hukum Islam yang merujuk pada pemberian manfaat suatu barang kepada orang lain tanpa imbalan, dengan syarat barang tersebut tetap&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-27751","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27751","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27751"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27751\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}