{"id":27735,"date":"2022-11-23T12:19:54","date_gmt":"2022-11-23T05:19:54","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27735"},"modified":"2022-11-23T12:19:54","modified_gmt":"2022-11-23T05:19:54","slug":"pengertian-khiyar-dasar-hukum-macam-macam-khiyar-dan-hikmah-khiyar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-khiyar-dasar-hukum-macam-macam-khiyar-dan-hikmah-khiyar\/","title":{"rendered":"Pengertian Khiyar, Dasar Hukum, Macam-macam Khiyar dan Hikmah Khiyar"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-khiyar-dasar-hukum-macam-macam-khiyar-dan-hikmah-khiyar\/#Pengertian_Khiyar\" >Pengertian Khiyar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-khiyar-dasar-hukum-macam-macam-khiyar-dan-hikmah-khiyar\/#Dasar_Hukum_Khiyar\" >Dasar Hukum Khiyar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-khiyar-dasar-hukum-macam-macam-khiyar-dan-hikmah-khiyar\/#Macam-Macam_Khiyar\" >Macam-Macam Khiyar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-khiyar-dasar-hukum-macam-macam-khiyar-dan-hikmah-khiyar\/#Hikmah_Khiyar\" >Hikmah Khiyar<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Khiyar\"><\/span><strong>Pengertian Khiyar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kata &#8220;khiyar&#8221; secara bahasa berarti memilih antara dua pilihan. Dalam istilah, khiyar adalah hak bagi penjual atau pembeli untuk memutuskan apakah transaksi jual beli akan dilanjutkan atau dibatalkan. Hak ini diberikan agar kedua belah pihak memiliki kesempatan untuk memastikan bahwa transaksi dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan tanpa paksaan. Dalam hukum Islam, khiyar diperbolehkan asalkan disepakati oleh kedua belah pihak saat akad berlangsung.<\/p>\n<p>Konsep khiyar ini memberikan manfaat besar karena memungkinkan penjual maupun pembeli untuk mempertimbangkan baik buruknya sebuah transaksi. Dengan adanya khiyar, penyesalan akibat kurangnya kehati-hatian, tergesa-gesa, atau kurang teliti dalam bertransaksi dapat diminimalkan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dasar_Hukum_Khiyar\"><\/span><strong>Dasar Hukum Khiyar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hukum khiyar dalam jual beli bersifat mubah, artinya diperbolehkan, selama digunakan dengan niat yang jujur dan tidak mengandung tipu daya. Apabila khiyar dimanfaatkan untuk menipu atau berbohong, maka hukumnya berubah menjadi haram. Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n<p><em>&#8220;Engkau berhak memilih dalam setiap barang yang engkau beli selama tiga malam. Jika engkau suka, ambillah, dan jika tidak suka, kembalikan kepada pemiliknya.&#8221;<\/em> (HR. Ibnu Majah).<\/p>\n<p>Hadis ini menunjukkan bahwa khiyar bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kepastian dalam transaksi, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Macam-Macam_Khiyar\"><\/span><strong>Macam-Macam Khiyar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Khiyar memiliki beberapa jenis yang masing-masing memberikan hak berbeda kepada pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Khiyar Majlis<\/strong><br \/>\nKhiyar ini berlangsung selama penjual dan pembeli masih berada di tempat transaksi. Jika keduanya sudah berpisah, maka hak khiyar ini tidak berlaku lagi. Ukuran &#8220;berpisah&#8221; ditentukan oleh kebiasaan atau adat di masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Contoh penerapan khiyar majlis adalah pernyataan penjual seperti &#8220;barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan&#8221;. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:<br \/>\n<em>&#8220;Orang yang melakukan jual beli diperbolehkan untuk memilih selama keduanya belum berpisah dari tempat akad.&#8221;<\/em> (HR. Al-Bukhari).<\/li>\n<li><strong>Khiyar Syarat<\/strong><br \/>\nKhiyar ini memberikan hak kepada salah satu atau kedua belah pihak untuk melanjutkan atau membatalkan transaksi selama masa tenggang tertentu yang telah disepakati sebelumnya. Masa tenggang biasanya berlangsung selama tiga hari tiga malam, meskipun dapat diperpanjang sesuai kesepakatan.<\/p>\n<p>Hak khiyar ini tidak diwariskan. Jika salah satu pihak meninggal dunia, hak tersebut otomatis gugur, dan transaksi dianggap sah. Contoh dari khiyar syarat adalah pembeli yang berkata, &#8220;Saya membeli barang ini jika keluarga saya menyukainya. Jika tidak, saya akan mengembalikannya,&#8221; lalu penjual menyetujui kesepakatan tersebut.<\/li>\n<li><strong>Khiyar Aibi<\/strong><br \/>\nKhiyar ini berkaitan dengan adanya cacat pada barang yang diperjualbelikan. Jika barang memiliki cacat yang signifikan dan mengurangi manfaatnya, pembeli berhak untuk membatalkan transaksi atau tetap melanjutkannya. Rasulullah SAW bersabda:<br \/>\n<em>&#8220;Seorang laki-laki membeli budak, lalu ia menemukan cacat pada budak itu. Nabi SAW memerintahkan agar budak tersebut dikembalikan kepada pemiliknya.&#8221;<\/em> (HR. Abu Dawud).<\/p>\n<p>Penjual wajib mengungkapkan cacat pada barang yang dijual. Apabila cacat tersebut tidak diberitahukan, maka penjual dianggap melanggar hukum Islam.<\/li>\n<li><strong>Khiyar Ru\u2019yah<\/strong><br \/>\nKhiyar ini memberikan hak kepada pembeli untuk memilih melanjutkan atau membatalkan transaksi setelah melihat barang yang sebelumnya belum terlihat saat akad berlangsung. Pembeli dapat memeriksa barang secara cermat untuk memastikan kesesuaiannya.<\/p>\n<p>Dalam konteks modern, khiyar ru\u2019yah dapat diterapkan pada transaksi online. Barang yang dipesan melalui internet dikirimkan bersama faktur untuk memastikan barang sesuai pesanan. Jika ditemukan cacat, pembeli berhak untuk mengembalikan barang tersebut.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hikmah_Khiyar\"><\/span><strong>Hikmah Khiyar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ketentuan khiyar dalam Islam mengandung hikmah yang sangat besar, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Menghindarkan penyesalan dalam transaksi sejak awal.<\/li>\n<li>Mencegah terjadinya penipuan dan memberikan rasa aman kepada kedua belah pihak.<\/li>\n<li>Mengajarkan pentingnya sikap hati-hati, cermat, dan teliti dalam bertransaksi.<\/li>\n<li>Menciptakan hubungan yang saling ridha dan harmonis antara penjual dan pembeli.<\/li>\n<li>Membentuk sikap toleransi dalam proses jual beli.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Khiyar adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya, yang bertujuan untuk menciptakan keadilan dan keberkahan dalam setiap transaksi jual beli. Dengan memahami dan mengamalkan ketentuan ini, diharapkan umat Islam dapat menjalankan jual beli yang adil dan sesuai syariat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Khiyar Kata &#8220;khiyar&#8221; secara bahasa berarti memilih antara dua pilihan. Dalam istilah, khiyar adalah hak bagi penjual atau pembeli untuk memutuskan apakah transaksi jual&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-27735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27735"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27735\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}