{"id":27643,"date":"2022-11-22T11:48:41","date_gmt":"2022-11-22T04:48:41","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27643"},"modified":"2022-11-22T11:48:41","modified_gmt":"2022-11-22T04:48:41","slug":"hal-hal-yang-menyebabkan-seseorang-tidak-mendapatkan-harta-waris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hal-hal-yang-menyebabkan-seseorang-tidak-mendapatkan-harta-waris\/","title":{"rendered":"Hal-Hal Yang Menyebabkan Seseorang Tidak Mendapatkan Harta Waris"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hal-hal-yang-menyebabkan-seseorang-tidak-mendapatkan-harta-waris\/#Pembunuh\" >Pembunuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hal-hal-yang-menyebabkan-seseorang-tidak-mendapatkan-harta-waris\/#Budak\" >Budak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hal-hal-yang-menyebabkan-seseorang-tidak-mendapatkan-harta-waris\/#Orang_Murtad\" >Orang Murtad<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hal-hal-yang-menyebabkan-seseorang-tidak-mendapatkan-harta-waris\/#Agama_Perbedaan\" >Agama Perbedaan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Dalam kajian ilmu faraidh, hal-hal yang menyebabkan seseorang tidak mendapatkan harta warisan masuk dalam pembahasan <em>mawani\u2019ul irs <\/em>(penghalang- penghalang warisan). Penghalang yang dimaksud disini adalah hal-hal tertentu yang menyebabkan seseorang tidak mendapatkan warisan, padahal pada awal mulanya ia merupakan orang-orang yang semestinya mendapatkan harta waris.<\/p>\n<p>Orang yang terhalang mendapatkan warisan disebut dengan <em>mamnu\u2019 al-irs <\/em>atau <em>mahjub bil washfi <\/em>(terhalang karena adanya sifat tertentu). Mereka adalah; pembunuh, budak, murtad, dan orang yang berbeda agama dengan orang yang meninggalkan harta warisnya. Berikut penjelasan singkat ketiga kelompok manusia yang masuk dalam kategori <em>mamnu\u2019 al-irs <\/em>tersebut:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembunuh\"><\/span>Pembunuh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Orang yang membunuh salah satu anggota keluarganya maka ia tidak berhak mendapatkan harta warisan dari yang terbunuh. Dalam salah satu qaidah fiqhiyah dijelaskan:<\/p>\n<p><em>Artinya: <\/em><em>\u201dBarangsiapa yang tegesa-gesa untuk mendapatkan sesuatu, maka ia tidak diperbolehkan menerima sesuatu tersebut sebagai bentuk hukuman untuknya.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Rasulullah Saw. dalam salah satu sabdanya, menegaskan bahwa seorang pembunuh tidak akan mewarisi harta yang terbunuh. Beliau Saw. bersabda:<\/p>\n<p><em>\u201cBagi pembunuh tidak berhak mendapatkan warisan sedikitpun\u201d.(HR. an-Nasa\u2019i dan al-Daruqutni)<\/em><\/p>\n<p>Dalam masalah tidak berhaknya pembunuh mendapatkan harta warisan orang yang terbunuh, sebagiain ulama memisahkan sifat pembunuhan yang terjadi. Jika pembunuhan yang dilakukan masuk dalam kategori sengaja, maka pembunuh tidak mendapatkan harta warisan sepeser pun dari korban. Adapun jika pembunuhannya bersifat tersalah maka pelakunya tetap mendapatkan harta waris. Pendapat ini dianut oleh imam Malik bin Anas dan pengikutnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Budak\"><\/span>Budak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seseorang yang berstatus sebagai budak tidak berhak mendapatkan harta warisan dari tuannya. Demikian juga sebaliknya, tuannya tidak berhak mendapatkan warisan dari budaknya karena ia memang orang yang tidak mempunyai hak milik sama sekali. Terkait dengan hal ini Allah berfirman:<\/p>\n<p><em>Artinya: \u201cAllah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun.\u201d <\/em>(QS. An-Nah\u0323l: 75)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Orang_Murtad\"><\/span>Orang Murtad<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Murtad artinya keluar dari agama Islam. Orang murtad tidak berhak mendapat warisan dari keluarganya yang beragama Islam. Demikian juga sebaliknya. Rasulullah Saw. bersabda:<\/p>\n<p><em>\u201cOrang Islam tidak bisa mewarisi harta orang kafir, dan orang kafir tidak bisa mewarisi harta dari orang Islam <\/em>(Muttafaq &#8216;Alaih)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Agama_Perbedaan\"><\/span>Agama Perbedaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Orang Islam tidak dapat mewarisi harta warisan orang kafir meskipun masih kerabat keluarganya. Demikian juga sebaliknya. Dalil syar\u2019i terkait hal ini adalah hadis yang telah kita pelajari sebelumnya bahwa seorang muslim tidak akan menerima warisan orang kafir, sebagaimana juga orang kafir tidak akan menerima warisan orang muslim.<\/p>\n<p>Orang yang berbeda agama dengan pewaris tidak bisa saling mewarisi. Ini berlaku baik untuk orang yang beragama non-Islam yang tidak bisa mewarisi orang Islam, maupun sebaliknya. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:<\/p>\n<blockquote><p>\u0644\u0627\u064e \u064a\u064e\u0631\u0650\u062b\u064f \u0627\u0644\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064f \u0627\u0644\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064e \u0648\u064e\u0644\u0627\u064e \u0627\u0644\u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064f \u0627\u0644\u0645\u064f\u0633\u0652\u0644\u0650\u0645\u064e<\/p>\n<p>Artinya: \u201cSeorang Muslim tidak bisa mewarisi seorang kafir, dan seorang kafir tidak bisa mewarisi seorang Muslim.\u201d<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam kajian ilmu faraidh, hal-hal yang menyebabkan seseorang tidak mendapatkan harta warisan masuk dalam pembahasan mawani\u2019ul irs (penghalang- penghalang warisan). Penghalang yang dimaksud disini adalah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-27643","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27643","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27643"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27643\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}