{"id":27618,"date":"2022-11-22T11:08:18","date_gmt":"2022-11-22T04:08:18","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27618"},"modified":"2022-11-22T11:08:18","modified_gmt":"2022-11-22T04:08:18","slug":"ijab-kabul-dalam-pernikahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/ijab-kabul-dalam-pernikahan\/","title":{"rendered":"Ijab Kabul dalam Pernikahan"},"content":{"rendered":"<p>Ijab yaitu ucapan wali (dari pihak perempuan) atau wakilnya sebagai penyerahan kepada pihak pengantin laki-laki. Sedangkan qabul yaitu ucapan pengantin laki-laki atau wakilnya sebagai tanda penerimaan.<\/p>\n<p><strong>Syarat Ijab Nikah<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Pernikahan yang dilakukan harus pernikahan yang tepat sesuai\u00a0tips menikah dalam islam. Tepat di sini berarti tepat pada tanggal yang sudah ditentukan dan calon mempelai yang sudah dipersiapkan untuk menikah.<\/li>\n<li>Tidak boleh merubah dan menggunakan kata kata yang dikarang sendiri. Misalnya \u201csaya nikahkan kamu dengan putriku Nazwa\u201d dan calon suami menjawab \u201cSaya bersedia menikahi Nazwa\u201d Kata kata ini tidak sah dalam pernikahan.<\/li>\n<li>Ijab harus diucapkan oleh wali nikah yaitu bapak dari calon pengantin wanita atau yang diwakilkan jika bapaknya sudah meninggal.<\/li>\n<li>Ijab tidak boleh dikaitkan dalam batas waktu tertentu atau nikah mut\u2019ah (kawin kontrak). Sudah jelas bahwa nikah mut\u2019ah atau kawin kontrak haram hukumnya.<\/li>\n<li>Ijab tidak boleh memiliki persyaratan ketika ijab dilafazkan. Misalnya \u201csaya nikahkan kamu dengan putriku jika kamu menjadi seorang direktur hari ini\u201d. Dan qobul pun tidak boleh mengucapkan hal yang demikian misalnya \u201csaya bersedia menikahinya asalkan mengangkatku menjadi seorang pengusaha\u201d.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Syarat Qobul Nikah<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Perkataan qobul harus sesuai dengan ucapan ijab. Seperti \u2018saya nikahkan dan kawinkan \u2026 Dengan \u2026 Binti \u2026 Dengan mas kawin \u2026 Tunai\u2019. Qabul harus menjawab \u2018saya terima nikah dan kawinnya \u2026 Binti \u2026 Dengan mas kawin \u2026 Tunai\u2019.<\/li>\n<li>Kata yang diucapkan tidak boleh mengandung kata kata sindiran.<\/li>\n<li>Diucapkan oleh calon pengantin pria. Jika calon suami tidak bisa berbicara boleh diwakilkan.<\/li>\n<li>Tidak boleh dikaitkan pada waktu tertentu (nikah mut\u2019ah)<\/li>\n<li>Tidak memiliki persyaratan pada saat qobul diucapkan, seperti contoh pada ijab nikah.<\/li>\n<li>Harus menyebutkan nama calon istrinya dengan binti siapa saat qobul diucapkan.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ijab yaitu ucapan wali (dari pihak perempuan) atau wakilnya sebagai penyerahan kepada pihak pengantin laki-laki. Sedangkan qabul yaitu ucapan pengantin laki-laki atau wakilnya sebagai tanda&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[508],"class_list":["post-27618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-pernikahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27618"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27618\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}