{"id":27598,"date":"2022-11-22T10:55:25","date_gmt":"2022-11-22T03:55:25","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27598"},"modified":"2022-11-22T10:55:25","modified_gmt":"2022-11-22T03:55:25","slug":"pengertian-tergugat-tujuan-sumpah-syarat-syarat-orang-yang-bersumpah-lafadz-lafadz-sumpah-dan-pelanggaran-sumpah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tergugat-tujuan-sumpah-syarat-syarat-orang-yang-bersumpah-lafadz-lafadz-sumpah-dan-pelanggaran-sumpah\/","title":{"rendered":"Pengertian Tergugat, Tujuan Sumpah, Syarat-syarat Orang yang Bersumpah, Lafadz-lafadz Sumpah dan Pelanggaran Sumpah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tergugat-tujuan-sumpah-syarat-syarat-orang-yang-bersumpah-lafadz-lafadz-sumpah-dan-pelanggaran-sumpah\/#Pengertian_Tergugat\" >Pengertian Tergugat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tergugat-tujuan-sumpah-syarat-syarat-orang-yang-bersumpah-lafadz-lafadz-sumpah-dan-pelanggaran-sumpah\/#Tujuan_Sumpah\" >Tujuan Sumpah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tergugat-tujuan-sumpah-syarat-syarat-orang-yang-bersumpah-lafadz-lafadz-sumpah-dan-pelanggaran-sumpah\/#Syarat-syarat_Orang_yang_Bersumpah\" >Syarat-syarat Orang yang Bersumpah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tergugat-tujuan-sumpah-syarat-syarat-orang-yang-bersumpah-lafadz-lafadz-sumpah-dan-pelanggaran-sumpah\/#Lafadz-lafadz_Sumpah\" >Lafadz-lafadz Sumpah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tergugat-tujuan-sumpah-syarat-syarat-orang-yang-bersumpah-lafadz-lafadz-sumpah-dan-pelanggaran-sumpah\/#Pelanggaran_Sumpah\" >Pelanggaran Sumpah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Tergugat\"><\/span><strong>Pengertian Tergugat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Orang yang terkena gugatan dari penggugat disebut tergugat. Tergugat bisa membela diri dengan membantah kebenaran gugatan melalui dua cara:<\/p>\n<ul>\n<li>Menunjukkan bukti-bukti<\/li>\n<li>Bersumpah<\/li>\n<\/ul>\n<p>Rasulullh saw bersabda :<\/p>\n<p><em>Artinya: &#8220;Pendakwa harus menunjukkan bukti-bukti dan terdakwa harus bersumpah\u201c (HR al-Baihaqi)<\/em><\/p>\n<p>Dalam peradilan ada beberapa pengistilahan yang perlu dipahami:<\/p>\n<ul>\n<li>Materi gugatan disebut hak<\/li>\n<li>Penggugat disebut <em>mudda\u2019i<\/em><\/li>\n<li>Tergugat disebut <em>mudda\u2019a \u2018alaih<\/em><\/li>\n<li>Keputusan mengenai hak penggugat disebut <em>mahkum bih<\/em><\/li>\n<li>Orang yang dikenai putusan untuk diambil haknya disebut mahkum bih (istilah ini bisa jatuh pada tergugat sebagaimana juga bisa jatuh pada penggugat)<\/li>\n<\/ul>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tujuan_Sumpah\"><\/span><strong>Tujuan Sumpah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Tujuan sumpah dalam perspektif Islam ada dua, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Menyatakan tekad untuk melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab terhadap tugas tersebut<\/li>\n<li>Membuktikan dengan sungguh-sungguh bahwa yang bersangkutan di pihak yang benar<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tujuan sumpah yang kedua inilah yang dilakukan di pengadilan. Sumpah tergugat adalah sumpah yang dilakukan pihak tergugat dalam rangka mempertahankan diri dari tuduhan penggugat. Selain sumpah, tergugat juga harus menunjukkan bukti-bukti tertulis dan bahan-bahan yang meyakinkan hakim bahwa dirinya memang benar-benar tidak bersalah.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat-syarat_Orang_yang_Bersumpah\"><\/span><strong>Syarat-syarat Orang yang Bersumpah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Orang yang bersumpah harus memenuhi tiga syarat berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Mukallaf<\/li>\n<li>Didorong oleh kemauan sendiri tanpa ada paksaan dari siapapun<\/li>\n<li>Disengaja bukan karena terlanjur dan lain-lain<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lafadz-lafadz_Sumpah\"><\/span><strong>Lafadz-lafadz Sumpah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Ada tiga lafadz yang bisa digunakan untuk bersumpah, yaitu:<\/p>\n<p>Arti ketiga lafadz tersebut adalah <em>\u201cDemi Allah\u201d. <\/em>Rasulullah pernah bersumpah dengan menggunakan lafadz <em>Wallahi<\/em>, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut:<\/p>\n<p><em>Artinya: \u201c Demi Allah, sesungguhnya aku akan memerangi kaum quraisy. Kalimat ini belia ulangi tiga kali. (HR. Abu Daud)<\/em><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pelanggaran_Sumpah\"><\/span><strong>Pelanggaran Sumpah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Konsekuensi yang harus dilakukan oleh seseorang yang melanggar sumpah adalah membayar <em>kaffarah yamin <\/em>(denda pelanggaran sumpah) dengan memilih salah satu dari ketiga ketentuan berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Memberikan makanan pokok pada sepuluh orang miskin, dimana masing- masing dari mereka mendapatkan \u00be<\/li>\n<li>Memberikan pakaian yang pantas pada sepuluh orang<\/li>\n<li>Memerdekakan hamba<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jika pelanggar sumpah masih juga tidak mampu membayar kaffarah dengan melakukan salah satu dari tiga hal di atas, maka ia diperintahkan untuk berpuasa tiga hari. Sebagaimana hal ini Allah jelaskan dalam firman-Nya:<\/p>\n<p><em>Artinya: \u201cMaka kafarat ( melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan budak. Barang siapa yang tidak sanggup melakukan yang demikian maka kafaratnya adalah puasa selama tiga hari (QS. Al-Maidah : 89)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Tergugat Orang yang terkena gugatan dari penggugat disebut tergugat. Tergugat bisa membela diri dengan membantah kebenaran gugatan melalui dua cara: Menunjukkan bukti-bukti Bersumpah Rasulullh&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-27598","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27598","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27598"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27598\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27598"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27598"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27598"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}