{"id":27519,"date":"2022-11-21T23:24:03","date_gmt":"2022-11-21T16:24:03","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27519"},"modified":"2022-11-21T23:24:03","modified_gmt":"2022-11-21T16:24:03","slug":"macam-macam-jenis-pembunuhan-dalam-jinayat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/macam-macam-jenis-pembunuhan-dalam-jinayat\/","title":{"rendered":"Macam macam Jenis Pembunuhan dalam Jinayat"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/macam-macam-jenis-pembunuhan-dalam-jinayat\/#Pembunuhan_sengaja\" >Pembunuhan sengaja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/macam-macam-jenis-pembunuhan-dalam-jinayat\/#Pembunuhan_seperti_sengaja\" >Pembunuhan seperti sengaja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/macam-macam-jenis-pembunuhan-dalam-jinayat\/#Pembunuhan_tersalah\" >Pembunuhan tersalah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/macam-macam-jenis-pembunuhan-dalam-jinayat\/#Pembunuhan_secara_berkelompok\" >Pembunuhan secara berkelompok<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Berikut keterangan singkat tentang hukuman bagi pembunuh sesuai dengan macamnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembunuhan_sengaja\"><\/span>Pembunuhan sengaja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hukuman bagi pelaku pembunuhan sengaja adalah qishash yaitu pelaku harus diberikan sanksi yang berat. Dalam hal ini hakim menjadi pelaksana qishash, keluarga korban tidak diperbolehkan main hakim sendiri.<\/p>\n<p>Jika keluarga korban memaafkan pelaku pembunuhan, maka hukumannya adalah membayar diyat <em>mughalladzah <\/em>(denda berat) yang diambilkan dari harta pembunuh dan dibayarkan secara tunai kepada pihak keluarga. Selain itu pembunuh juga harus menunaikan <em>kaffarah<\/em>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembunuhan_seperti_sengaja\"><\/span>Pembunuhan seperti sengaja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pelaku pembunuhan seperti sengaja tidak <em>di-qishash<\/em>. Ia dihukum dengan membayar diyat <em>mughaladzah <\/em>(denda berat) yang diambilkan dari harta keluarganya dan dapat dibayarkan secara bertahap selama tiga tahun kepada keluarga korban, setiap tahunnya sepertiga. Selain itu pembunuh juga harus melaksanakan kaffarah. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:<\/p>\n<p><em>Artinya: \u201cBarang siapa membunuh dengan sengaja, ia diserahkan kepada keluarga terbunuh. Jika mereka (keluarga terbunuh) menghendaki, mereka dapat mengambil qishash. Dan jika mereka menghendaki (tidak mengambil qishash) mereka dapat mengambil diyat berupa 30 ekor hiqqah, 30 ekor jad\u2019ah, dan 40 ekor khilfah\u201d (H.R. Tirmidzi)<\/em><\/p>\n<p>Hadis Rasulullah tersebut merupakan dalil diwajibkannya diyat <em>mughaladzah <\/em>bagi pelaku tindak pembunuhan sengaja (yang dimaafkan keluarga korban) dan pelaku tindak pembunuhan semi sengaja.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembunuhan_tersalah\"><\/span>Pembunuhan tersalah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hukuman bagi pembunuhan tersalah adalah membayar diyat mukhaffafah (denda ringan) yang diambilkan dari harta keluarga pembunuh dan dapat dibayarkan secara bertahap selama tiga tahun kepada keluarga korban, setiap tahunnya sepertiga. Rasulullah SAW., bersabda:<\/p>\n<p><em>Artinya: \u201cDiyat khata\u2019 itu terdiri dari 5 macam hewan. 20 ekor unta berumur empat tahun, 20 ekor unta berumur limat tahun, 20 ekor unta betina berumur 1 tahun, 20 ekor unta betina berumur dua tahun, dan 20 ekor unta jantan berumur dua tahun.\u201d (H.R. Daruquthni)<\/em><\/p>\n<p>Selain itu pembunuh juga harus melaksanakan kaffarat, sesuai dengan firman Allah SWT :<\/p>\n<p><em>Artinya: \u201cDan barang siapa membunuh seorang mu\u2019min karena tersalah (hendaklah) ia harus memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya (yang terbunuh)\u201d (QS. A-Nisa\u2019 : 92)<\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembunuhan_secara_berkelompok\"><\/span>Pembunuhan secara berkelompok<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Apabila sekelompok orang secara bersama-sama membunuh seseorang, maka mereka harus dihukum qishash. Hal ini disandarkan pada pernyataan Umar bin Khattab terkait praktik pembunuhan secara berkelompok yang diriwayatkan Imam Bukhari berikut:<\/p>\n<p><em>Artinya: \u201cDari Sa\u2019id bin Musayyab bahwa Umar ra telah menghukum bunuh lima atau enam orang yang telah membunuh seseorang laki-laki secara dzalim (dengan ditipu) di tempat sunyi. Kemudian ia berkata : Seandainya semua penduduk Sun\u2019a secara bersama-sama membunuhnya niscaya akan aku bunuh semua.\u201d (HR. al- Bukhari)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut keterangan singkat tentang hukuman bagi pembunuh sesuai dengan macamnya. Pembunuhan sengaja Hukuman bagi pelaku pembunuhan sengaja adalah qishash yaitu pelaku harus diberikan sanksi yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44324,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-27519","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27519"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27519\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44324"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}