{"id":27350,"date":"2022-11-19T11:44:13","date_gmt":"2022-11-19T04:44:13","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27350"},"modified":"2022-11-19T11:44:13","modified_gmt":"2022-11-19T04:44:13","slug":"hadits-mutawatir-dan-hadits-ahad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hadits-mutawatir-dan-hadits-ahad\/","title":{"rendered":"Hadits Mutawatir dan Hadits Ahad"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hadits-mutawatir-dan-hadits-ahad\/#Hadis_Mutawatir\" >Hadis Mutawatir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/hadits-mutawatir-dan-hadits-ahad\/#Hadits_Ahad\" >Hadits Ahad<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Kuantitas hadits yaitu jumlah orang yang meriwayatkan suatu hadits atau dari segi jumlah sanadnya. Jumhur (mayoritas) ulama membagi hadis secara garis besar menjadi dua macam, yaitu hadits mutawatir dan hadits ahad, disamping pembagian lain yang diikuti oleh sebagian para ulama, yaitu pembagian menjadi tiga macam yaitu: hadits mutawatir, \u00a0hadits masyhur (hadis mustafidh) dan hadits ahad.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hadis_Mutawatir\"><\/span>Hadis Mutawatir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Mutawatir secara etimology berasal dari kata tawatara yang berarti beruntun, atau mutatabi, yakni beriring-iringan antara satu dengan lainnya tanpa ada jarak. Sedangkan secara terminology mutawatir adalah hadits yang di riwayatkan oleh orang banyak yang terhindar dari kesepakatan mereka untuk berdusta sejak awal sanad sampai akhir sanad dengan didasarkan pada panca.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Syarat-syarat Hadits Mutawatir<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Hadits mutawatir harus di riwayatkan oleh sejumlah besar perawi yang membawa keyakinan bahwa mereka itu tidak sepakat untuk berbohong.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Bedasarkan tanggapan panca indra, yakni bahwa berita yang mereka sampaikan harus benar-benar merupakan hasil pendengaran atau penglihatan sendiri.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Seimbang jumlah para perawi, sejak dalam thabaqat (lapisan\/tingkatan) pertama maupun thabaqat berikutnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Pembagian Hadits Mutawatir<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebagian jumhur ulama menyebutkan Hadits Mutawatir ada 3 yaitu:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Hadits Mutawatir Lafdhi<\/em>\u00a0adalah mutawatir dengan susunan redaksi yang persis sama.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh hadits mutawatir lafdhi yang artinya:\u00a0\u201cRasulullah SAW, bersabda:\u00a0<em>\u201cSiapa yang sengaja berdusta terhadapku, maka hendaklah dia menduduki tempat duduknya dalam neraka\u201d.<\/em>\u00a0(Hadis Riwayat Bukhari).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Hadits tersebut menurut keterangan Abu Bakar al-Bazzar, diriwayatkan oleh empat puluh orang sahabat, bahkan menurut keterangan ulama lain, ada enam puluh orang sahabat, Rasul yang meriwayatkan hadis itu dengan redaksi yang sama.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Hadits Mutawatir Maknawi<\/em>\u00a0adalah hadits mutawatir dengan makna umum yang sama, walaupun berbeda redaksinya dan berbeda perincian maknanya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh hadits mutawatir maknawi yang artinya:\u00a0<em>\u201cRasulullah SAW pada waktu berdoa tidak mengangkat kedua tangannya begitu tinggi sehingga terlihat kedua ketiaknya yang putih, kecuali pada waktu berdoa memohon hujan\u201d.\u00a0<\/em>(Hadis Riwayat Mutafaq\u2019 Alaihi).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Hadits Mutawatir \u2018Amali<\/em>\u00a0adalah hadits mutawatir yang menyangkut perbuatan Rasulullah SAW, yang disaksikan dan ditiru tanpa perbedaan oleh orang banyak, untuk kemudian juga dicontoh dan diperbuat tanpa perbedaan oleh orang banyak pada generasi-generasi berikutnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh : Hadits-hadits Nabi tentang waktu shalat, tentang jumlah rakaat shalat wajib, adanya shalat \u2018ied, adanya shalat jenazah, dan sebagainya.<\/p>\n<p><strong>Kedudukan Hadits Mutawatir<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Hadits-hadits yang termasuk kelompok hadits mutawatir adalah hadits-hadits yang pasti (<em>qath\u2019i<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>maqth\u2019u<\/em>) berasal dari Rasulullah SAW. Para ulama menegaskan bahwa hadits mutawatir membuahkan \u201cilmu qath\u2019i\u201d (pengetahuan yang pasti), yakni pengetahuan yang pasti bahwa perkataan, perbuatan atau persetujuan berasal dari Rasulullah SAW. Kedudukan hadits mutawatir sebagai sumber ajaran Islam tinggi sekali. Menolak hadits mutawatir sebagai sumber ajaran Islam sama halnya dengan menolak kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah. Kedudukan hadits mutawatir sebagai sumber ajaran Islam lebih tinggi dari kedudukan hadis ahad.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hadits_Ahad\"><\/span>Hadits Ahad<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ahad menurut bahasa adalah kata jamak dari wahid atau ahad. Bila wahid atau ahad berarti satu, maka ahad, sebagai jamaknya, berarti satu-satu. Sedangkan menurut istilah hadits ahad adalah hadits yang para rawinya tidak mencapai jumlah rawi hadist mutawatir, baik rawinya itu satu, dua, tiga, empat, lima atau seterusnya, tetapi jumlahnya tidak memberi pengertian bahwa hadits dengan jumlah rawi tersebut masuk dalam kelompok hadist mutawatir, atau dengan kata lain hadits ahad adalah hadits yang tidak mencapai derajat mutawatir.<\/p>\n<p><strong>Pembagian\u00a0hadits\u00a0ahad<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Hadits Masyhur (Hadits Mustafidah)\u00a0<\/em>adalah\u00a0Hadis yang diriwayatkan dari sahabat, tetapi bilangannya tidak sampai ukuran bilang mutawatir, kemudian baru mutawatir setelah para sahabat dan demikian pula setelah mereka.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cRasulullah SAW bersabda: \u201cSeorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin tidak mengganggu oleh lidah dan tangannya.\u201d<\/em>\u00a0(Hadist Riwayat Bukhari, Muslim, dan Turmudzi).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Hadits \u2018Aziz<\/em>\u00a0adalah\u00a0Hadis yang perawinya tidak kurang dari dua orang dalam\u00a0semua tabaqat sanad.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cRasulullah SAW bersabda: \u201cKita adalah orang-orang yang paling akhir (di dunia) dan yang paling terdahulu di hari\u00a0<\/em><em>k<\/em><em>iamat.\u201d<\/em>\u00a0(Hadist Riwayat Hudzaifah dan Abu Hurairah)<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Hadits Gharib<\/em>\u00a0adalah\u00a0Hadis gharib adalah hadis yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang menyendiri dalam meriwayatkannya tanpa ada orang lain yang meriwayatkan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cDari Umar bin Khattab, katanya: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:\u00a0<em>\u201cAmal itu hanya (dinilai) menurut niat, dan setiap orang hanya (memperoleh) apa yang diniatkannya.\u201d<\/em>\u00a0(Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan lain-lain)<\/p>\n<p><strong>Kedudukan\u00a0hadits\u00a0ahad<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bila hadits mutawatir dapat dipastikan sepenuhnya berasal dari Rasulullah SAW, maka tidak demikian hadits ahad . Hadist ahad tidak pasti berasal dari Rasulullah SAW, tetapi diduga (\u00a0<em>zhanni<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>mazhnun<\/em>) berasal dari beliau. Dengan ungkapan lain dapat dikatakan bahwa hadits ahad mungkin benar berasal dari Rasulullah SAW, dan mungkin pula tidak benar berasal dari beliau. Maka kedudukan hadits ahad, sebagai sumber ajaran Islam, berada dibawah kedudukan hadits mutawatir. Lain berarti bahwa bila suatu hadits, yang termasuk kelompok hadits ahad, bertentangan isinya dengan hadits mutawatir, maka hadits tersebut harus ditolak.<\/p>\n<p>REFERENSI<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Mudzakir, M,\u00a0<em>Ulumul Hadis<\/em>,\u00a0Bandung: CV Pustaka Setia, 1998.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Zeid B. Smeer,\u00a0<em>Ulumul Hadis Pengantar Studi Hadis Praktis,<\/em>\u00a0UIN-Malang Press: Oktober 2008.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Drs. H. Mudasir,\u00a0<em>Ilmu Hadis,\u00a0<\/em>Bandung: CV Pustaka Setia.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Abdul Majid Khon,\u00a0<em>Ulumul Hadits<\/em>,\u00a0cet. IV,\u00a0Jakarta: Amzah, 2010.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kuantitas hadits yaitu jumlah orang yang meriwayatkan suatu hadits atau dari segi jumlah sanadnya. Jumhur (mayoritas) ulama membagi hadis secara garis besar menjadi dua macam,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-27350","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27350"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27350\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}