{"id":27346,"date":"2022-11-19T11:39:57","date_gmt":"2022-11-19T04:39:57","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27346"},"modified":"2022-11-19T11:39:57","modified_gmt":"2022-11-19T04:39:57","slug":"beriman-kepada-malaikat-malaikat-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/beriman-kepada-malaikat-malaikat-allah\/","title":{"rendered":"Beriman Kepada Malaikat-Malaikat Allah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/beriman-kepada-malaikat-malaikat-allah\/#Pengertian_Beriman_Kepada_Malaikat-Malaikat_Allah\" >Pengertian Beriman Kepada Malaikat-Malaikat Allah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/beriman-kepada-malaikat-malaikat-allah\/#Sifat-Sifat_Malaikat\" >Sifat-Sifat Malaikat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/beriman-kepada-malaikat-malaikat-allah\/#Tugas-Tugas_Malaikat\" >Tugas-Tugas Malaikat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/beriman-kepada-malaikat-malaikat-allah\/#Pengaruh_Beriman_Kepada_Para_Malaikat\" >Pengaruh Beriman Kepada Para Malaikat.<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/beriman-kepada-malaikat-malaikat-allah\/#Hikmah_Beriman_Kepada_Malaikat\" >Hikmah Beriman Kepada Malaikat<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Beriman_Kepada_Malaikat-Malaikat_Allah\"><\/span><strong>Pengertian Beriman Kepada Malaikat-Malaikat Allah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Yaitu kepercayaan yang pasti tentang keberadaan para malaikat dan bahwasanya mereka adalah salah satu jenis makhluk Allah yang tidak pernah mendurhakai apa yang diperintahkan Allah di atas mereka dan senantiasa melakukan apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cSebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.\u201d <\/em>(QS. Al-Anbiya\u2019: 26-27).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Beriman kepada para malaikat mencakup empat hal yaitu:<\/p>\n<ol style=\"font-weight: 400;\">\n<li>Beriman kepada keberadaan mereka.<\/li>\n<li>Beriman kepada mereka yang kita ketahui nama-namanya dan terhadap mereka yang tidak kita ketahui nama-namanya, kita beriman kepada mereka secara global.<\/li>\n<li>Beriman kepada apa yang kita ketahui dari sifat-sifat mereka.<\/li>\n<li>Beriman kepada apa yang kita ketahui dari tugas-tugas yang mereka lakukan atas perintah Allah, seperti bertasbih dan beribah kepada-Nya siang dan malam tanpa lelah ataupun jenuh.[4]<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Beriman kepada malaikat-malaikat Allah adalah salah satu rukun dan rukun-rukun imam. Allah berfirman:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cRasul telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadanya dari Tuhannya dan juga orang-orang yang beriman. Semua telah beriman kepada Allah, kepada malaikat, kepada kitab-kitab dan rasul-Nya. . .\u201d.\u00a0<\/em>(QS. Al-Baqarah: 285).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Nabi Saw bersabda tentang iman:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cHendaklah engkau beriman kepada Allah para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada qadar (takdir)yang baik maupun yang buruk.\u201d\u00a0<\/em>(HR. muslim).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Rukun iman kedua ialah beriman kepada malaikat. Kata malaikat adalah kata jama\u2019 dari kata\u00a0<em>malak<\/em>\u00a0yang berasal dari kata\u00a0<em>alukah<\/em>\u00a0(\u0627\u0644\u064f\u0648\u0652\u0643\u064e\u0629\u0652) yang berarti\u00a0<em>risalah<\/em>. Dalam Al-Qur\u2019an terdapat banyak ayat yang mewajibkan setiap mukmin untuk beriman kepada adannya malaikat.[5]<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam Al-Qur\u2019an terdapat kira-kira 75 ayat yang di dalamnya disebut kata \u201cmalaikat\u201d dalam berbagai munasabah. Ada yang berkaitan dengan tugasnya dengan sifatnya, hakikatnya. Setiap orang mukallaf menurut syara\u2019 wajib mengimani para malaikat alaihimus shalaatuwassalaam. Artinya ialah harus mengitikadkan dengan seteguh-teguhnya, bahwa malaikat itu benar-benar ada bahwa mereka itu adalah hamba Allah yang mukminin serta dimuliakan.[6]<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sifat-Sifat_Malaikat\"><\/span><strong>Sifat-Sifat Malaikat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Di antara sifat (ciri) fisik malaikat, sebagaimana yang disebutkan Rasulullah Saw, adalah bahwa mereka diciptakan dari cahaya Rasulullah Saw bersabda:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cMalaikat itu diciptakan dari cahaya. . .\u00a0<\/em>(HR. muslim).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dan Allah SWT menggambarkan bahwa Dia menjadikan sayap-sayap untuk para malakat yang jumlah bilangannya berbeda-beda sesuai dengan Firman Allah dan surat Al-Fathir ayat 1. Adapun hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim bahwa malaikat Jibril memiliki 600 sayap.[7]\u00a0Malaikat-malaikat itu disesuaikan dari kesyahwatan-kesyahwatan hawawaniah, terhindar sama sekali dari keinginan-keinginan hawa nafsu, terjauh dari perbuatan-perbuatan dosa dan salah. Mereka tidak seperti manusia yang suka makan, minum, berjenis laki-laki atau perempuan. jadi mereka mempunyai suatu alam yang tersendiri, berdiri dalam bidangnya sendiri, bebas menurut hal ihwalnya sendiri, tidak dihinggapi oleh sifat yang biasa diterapkan terhadap manusia, misalnya hubungannya dengan kebendaan (materi keduniaan). Mereka mempunyai kekuasaan dapat menjelma dalam rupa manusia atau bentuk lain yang dapat dicapai oleh rasa dan penglihatan.[8]<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Di antara sifat-sifat malaikat itu ialah:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Malaikat diciptakan Allah dari cahaya (Nur).<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Malaikat tidak dapat dilihat oleh manusia walaupun berada tengah mereka.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Malaikat dapat membentuk diri dalam wujud manusia rupawan seperti malaikat yang datang bertamu kepada Nabi Luthr, sehingga kaumnya terpedaya dengannya. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Hud\/11: 77.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Malaikat mempunyai kekuatan yang luar biasa dengan izin Allah. Allah berfirman dalam surat Al-Najmi\/53: 4-5.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Malaikat senantiasa bertasbih siang dan malam memuji Allah dan tidak pernah durhaka kepada-Nya. Allah berfirman dalam surat Al-Anbiya\/21: 19-20.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Malaikat tidak mempunyai hawa nafsu dan karenanya mereka tidak makan dan tidak kawin dan tidak beranak. Mereka tidak tidur dan tidak mempunyai sifat-sifat manusia, seperti sakit lupa, ketawa, mengeluh, kecewa dan sebagainya. Allah mencela ornag-orang kafir yang mengatakan bahwa malaikat itu mempunyai isteri. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Zukhruf\/43: 19.[9]<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Malaikat senantiasa tunduk dan patuh sepenuhnya kepada perintah Allah dan tidak melanggar sedikitpun larangan-Nya sesuai dengan firman Allah dalam surat An-Nahl\/6: 49-50.<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tugas-Tugas_Malaikat\"><\/span><strong>Tugas-Tugas Malaikat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Adapun tugas-tugas malaikat antara lain adalah:<\/p>\n<ol style=\"font-weight: 400;\">\n<li>Jibril bertugas menyampaikan wahyu yang diterima dari Allah SWT kepada para Rasul. Dalam Al-Qur\u2019an Jibril disebut juga sebagai Ruhul Amin atau Ruhul Qudus, seperti yang tersebut dalam firman Allah SUrat Asy-Syu\u2019ara\/26: 192-193 dan surat Al-Baqarah\/2: 87.<\/li>\n<li>Mikail bertugas membagi rezeki kepada seluruh makhluk, seperti makan, minum, hujan, panas. Dalam Al-Qur\u2019an malaikat ini disebut Mikail seperti dalam firman Allah dalam surat Al-Baqarah\/2: 98.<\/li>\n<li>Israfil ditugaskan Allah untuk meniup terompet sangkakala pada hari kiamat (hari pembalasan\/penghabisan) untuk mematikan seluruh makhluk dan juga untuk membangkitkan kembali semua makhluk yang mati, untuk diperiksa amal-amal perbuatannya baik yang baik maupun yang buruk dan inilah yang disebut Al-Hisab. Allah berfirman dalam surat An-Naba\u2019\/78: 18.<\/li>\n<li>Izrail ditugaskan Allah untuk mengambil ruh manusia (mencabut nyawa seluruh makhluk) dengan disertai beberapa pembantu seperti yang disebut dalam firman Allah dalam surat As-Sajadah\/32: 11 dan Al-An\u2019am\/6: 61.<\/li>\n<li>Munkar dan Nakir, dua malaikat ini bertugas megajukan pertanyaan kepada orang-orang yang baru dikuburkan.<\/li>\n<li>Raqib dan Atid, tugasnya mencatat semua kebaikan dan keburukan manusia (amal baik dan amal buruk manusia).<\/li>\n<li>Malik tugasnya sebagai penjaga neraka Jahanam. Malaikat Malik disebut juga malaikat Zabaniyyah (surat Al-Alaq\/96: 17-18, Al-Muddasir\/74: 27-30, dan Zukhruf\/43: 77).<\/li>\n<li>Ridwan tugasnya sebagai penjaga surge (surat Ar-Ra\u2019d\/13: 23-24).<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Itulah 10 nama malaikat dan tugas-tugasnya masing-masing yang wajib diketahui dan dipercayai oleh setiap orang beriman. Adapun malaikat-malaika yang lainnya tidak wajib diketahui hanya cukup diyakini serta dipercayai saja. Perhatikanlah firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 98 sebagai berikut:[10]<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cBarang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Jibril, Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh orang-orang kafir.\u201d\u00a0<\/em>(QS. Al-Baqarah: 98).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Adapun tugas atau pekerjaan para malaikat menurut Al-Qur\u2019an dan hadis antara lain sebagai berikut:<\/p>\n<ol style=\"font-weight: 400;\">\n<li>Mendoakan orang mukmin, memohon rahmat da ampunan bagi mereka (Al-Mu\u2019min\/40: 7-9).<\/li>\n<li>Mencatat perbuatan manusia (AL-Muhaffin\/83: 10-12), (Al-Qaf\/50: 16-19).<\/li>\n<li>Memperkukuh pendirian orang mukmin (Al-Anfal\/8: 12).<\/li>\n<li>Mencabut nyawa (Al-An\u2019am\/6: 61) dan (As-Sajdah\/32: 11).<\/li>\n<li>Menggembirakan hati orang mukmin (Fushilah\/41: 30).<\/li>\n<li>Membaca doa bersama orang-orang shalat.<\/li>\n<li>Hadir dalam shalat-shalat Subuh dan Ashar.<\/li>\n<li>Mendengarkan bacaan Al-Qur\u2019an.<\/li>\n<li>Menghadiri majelis dzikir dan pengajian.<\/li>\n<li>Memberitahu tentang orang-orang yang dicintai Allah dan orang-orang yang dibenci-Nya.[11]<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengaruh_Beriman_Kepada_Para_Malaikat\"><\/span><strong>Pengaruh Beriman Kepada Para Malaikat.<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Beriman kepada para malaikat memiliki pengaruh yang agung dalam kehidupan setiap mukmin, di antaranya:<\/p>\n<ol style=\"font-weight: 400;\">\n<li>Mengetahui keagungan, kekuatan serta kesempurnaan kekuasaan-Nya.<\/li>\n<li>Senantiasa istiqamah (meneguhkan pendirian) dalam mentaati Allah.<\/li>\n<li>Bersabar dalam mentaati Allah serta merasakan ketenangan dan kedamaian.<\/li>\n<li>Bersyukur kepada Allah atas perlindungan-Nya kepada anak Adam, di mana ia menjadikan di antara para malaikat sebagai penjaga mereka.<\/li>\n<li>Waspada bahwa dunia ini adalah fana dan tidak kekal yakni untuk mencabut nyawanya. Karena itu, ia akan semakin rajin mempersiapkan diri menghadapi hari akhir dengan beriman dan beramal shalih.[12]<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hikmah_Beriman_Kepada_Malaikat\"><\/span><strong>Hikmah Beriman Kepada Malaikat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Adapun hikmah dari beriman kepada malaikat yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<ol style=\"font-weight: 400;\">\n<li>Membangkitkan semangat mukmin untuk selalu berbuat baik di segala tempat dan waktu.<\/li>\n<li>Mendorong mukmin untuk menghampirkan diri kepada Allah dan malaikat-Nya, mensucikan hati, dan membersihkan diri dari sifat-sifat yang tak disukai Allah dan Rasul-Nya.[13]<\/li>\n<\/ol>\n<p>[1]\u00a0Muhammad Chirzin,\u00a0<em>Konsep dan Hikmah Akidah Islam,\u00a0<\/em>Cet. 1, Jakarta Mitra Pustaka, 1997, h. 57-59.<\/p>\n<p>[2]\u00a0Abdullah Akiy Al-Kaaf,\u00a0<em>Muara Ilmu Tauhid,\u00a0<\/em>Bandung: Pustaka Setia, h. 105-107.<\/p>\n<p>[3]\u00a0Shiekh Mohammed bin Saleh Al-Uthaimin,\u00a0<em>Aqidah Ahli Sunnah Waljamaah,\u00a0<\/em>Departemen Agama, Wakaf, Dakwah dan Bimbingan Islam Arab Saudi: 1416H. h. 40-41<\/p>\n<p>[4]\u00a0<em>Pelajaran Tauhid Untuk Tingkat Lanjutan<\/em>, Cet II, Jakarta: Yayasan Al-Sofwa, 2000, h. 36-37<\/p>\n<p>[5]\u00a0Ahmad Daudy,\u00a0<em>Kuliah Akidah Islam,\u00a0<\/em>Cet. 1, Jakarta: Bulan Bintang, 1997, h. 93<\/p>\n<p>[6]\u00a0\u00a0Sayyid Husen Afandy Al-Jisr Ath-Thorabilisiy,\u00a0<em>Memperkokoh Aqidah Islamiyah Dalam Perspektif Ahlussunah Waljamaah,\u00a0<\/em>Cet. 1, Bandung: CV. Pustaka Setia, 1999, h. 141.<\/p>\n<p>[7]\u00a0Opc. h. 38<\/p>\n<p>[8]\u00a0Sayid Sabid,\u00a0<em>Aqidah Islam Pola Hidup Manusia Beriman,\u00a0<\/em>Cet. II, Bandung: CV. Diponegoro, 1974, h. 174.<\/p>\n<p>[9]\u00a0Ahmad Daudy,\u00a0<em>Kuliah Akidah Islam,\u00a0<\/em>Cet. 1, Jakarta: Bulan Bintang, 1997, h. 94-101<\/p>\n<p>[10]\u00a0Abdullah Zakiy Al-Kaaf,\u00a0<em>Mutiara Ilmu Tauhid,\u00a0<\/em>Bandung: Pustaka Setia, h. 108.<\/p>\n<p>[11]\u00a0Muhammad Chirzin,\u00a0<em>Konsep dan Hikmah Akidah Islam,\u00a0<\/em>Cet. 1, Jakarta: Mitra Pustaka, 1997, h. 60-66<\/p>\n<p>[12]\u00a0<em>Pelajaran Tauhid Untuk Tingkat Lanjutan,\u00a0<\/em>Cet. II, Jakarta: Yayasan AL-Sofwa, 2000, h. 40<\/p>\n<p>[13]\u00a0<em>Ibid,\u00a0<\/em>h. 69<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Beriman Kepada Malaikat-Malaikat Allah Yaitu kepercayaan yang pasti tentang keberadaan para malaikat dan bahwasanya mereka adalah salah satu jenis makhluk Allah yang tidak pernah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-27346","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27346"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27346\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}