{"id":27308,"date":"2022-11-19T11:07:25","date_gmt":"2022-11-19T04:07:25","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27308"},"modified":"2022-11-19T11:07:25","modified_gmt":"2022-11-19T04:07:25","slug":"janda-harus-berbicara-sedangkan-gadis-cukup-dengan-diam-dalam-masalah-nikah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/janda-harus-berbicara-sedangkan-gadis-cukup-dengan-diam-dalam-masalah-nikah\/","title":{"rendered":"Janda Harus Berbicara, Sedangkan Gadis Cukup Dengan Diam Dalam Masalah Nikah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/janda-harus-berbicara-sedangkan-gadis-cukup-dengan-diam-dalam-masalah-nikah\/#Wali_Nasab\" >Wali Nasab<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/janda-harus-berbicara-sedangkan-gadis-cukup-dengan-diam-dalam-masalah-nikah\/#Wali_Hakim\" >Wali Hakim<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/janda-harus-berbicara-sedangkan-gadis-cukup-dengan-diam-dalam-masalah-nikah\/#Wali_Tahkim\" >Wali Tahkim<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/janda-harus-berbicara-sedangkan-gadis-cukup-dengan-diam-dalam-masalah-nikah\/#Wali_Maula\" >Wali Maula<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Hadis Pertama:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cHadis Abu Hurairah, bahwasanya Nabi Saw bersabda: \u201cJanda tidak bisa dinikahkan sehingga ia diminta persetujuannya, dan gadis tidak bisa dinikahkan sehingga ia diminta izinnya\u201d. Para sahabat bertanya: \u201cWahai Rasulullah, bagaimana (tanda) izin itu?\u201d. Beliau bersabda: \u201cBila gadis itu diam.\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Hadis Kedua:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cHadis Aisyah ra. di mana ia berkata:\u201dSaya bertanya: \u201cWahai Rasulullah, apakah para wanita itu dimintai persetujuan dalam perkawinan mereka?\u201d. Beliau menjawab: \u201cYa\u201d. Saya berkata: \u201cSesungguhnya gadis itu bila dimintai persetujuan, ia akan malu lalu diam\u201d. Beliau bersabda: \u201cDiamnya itu menunjukkan izin (persetujuan)nya\u201d.<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Suatu ketentuan hukum bahwa wali dapat dipaksakan kepada orang lain sesuai dengan bidang hukumnya. Ada wali yang umum dan ada yang khusus. Wali yang khusus adalah yang berkenaan dengan manusia dan harta benda.\u00a0Wali nikah ada empat macam yaitu:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Wali_Nasab\"><\/span>Wali Nasab<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Wali nasab adalah wali nikah karena ada hubungan nasab dengan wanita yang akan melangsungkan pernikahan. Wali nasab dibagi dua yaitu <em>wali aqrab\u00a0<\/em>(dekat) dan\u00a0<em>wali ab\u2019ad\u00a0<\/em>(jauh). Dalam urutan diatas yang termasuk\u00a0<em>wali aqrab\u00a0<\/em>adalah wali nomor urut 1, sedangkan nomor 2 menjadi\u00a0<em>wali ab\u2019ad.\u00a0<\/em>Jika nomor 1 tidak ada, maka nomor 2 menjadi\u00a0<em>wali aqrab,\u00a0<\/em>dan nomor 3 menjadi\u00a0<em>wali ab\u2019ad\u00a0<\/em>dan seterusnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Adapun perpindahan <em>wali aqrab\u00a0<\/em>kepada\u00a0<em>wali ab\u2019ad\u00a0<\/em>adalah apabila wali aqrabnya non muslim, fasik, belum dewasa, gila, dan bisu\/ tuli.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Wali_Hakim\"><\/span>Wali Hakim<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Wali hakim adalah wali nikah dari hakim atau <em>qadli.\u00a0<\/em>Adanya wali hakim apabila terjadi hal-hal sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada wali nasab.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Tidak cukup syarat-syarat pada<em>wali aqrab\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>wali ab\u2019ad<\/em><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Wali aqrab gaib atau pergi dalam dua hari perjalanan.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Wali aqrab dipenjara dan tidak bisa ditemui.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Wali aqrab<em>adol<\/em><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Wali aqrabnya berbelit-belit (mempersulit)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Wali aqrabnya sedang ihram.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Wali aqrabnya sendiri yang akan menikah<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Wanita yang akan dinikahkan gila, tetapi sudah dewasa dan<em>wali mujbir\u00a0<\/em>tidak ada.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Wali_Tahkim\"><\/span>Wali Tahkim<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Wali Tahkim yaitu wali yang diangkat oleh calon suami dan atau calon isteri. Wali tahkim terjadi apabila wali nasab tidak ada, gaib (berpergian jauh), dan tidak ada Qadi atau pegawai pencatat nikah, talak, dan rujuk (NTR).<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Wali_Maula\"><\/span>Wali Maula<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Wali maula yaitu wali yang menikahkan budaknya, artinya majikannya sendiri. Laki-laki boleh menikahkan perempuan yang berada dalam perwaliannya, bilamana perempuan itu rela menerimanya. Malik berkata, \u201cAndaikata seorang janda berkata kepada walinya, nikahkanlah aku dengan lelaki yang engkau sukai oleh perempuan yang bersangkutan, maka sahlah nikahnya walaupun calon suaminya itu tidak dikenal sebelumnya. Pendapat senada juga disebutkan oleh Hanafi, Lais Sauri, dan Auza\u2019i.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sedang Syafi\u2019I berkata, \u201cYang menikahkannya haruslah hakim atau walinya yang lain, baik setingkat dengan dia atau lebih jauh. Sebab wali termasuk syarat pernikahan. Jadi, pengantin tidak boleh menikahkan dirinya sendiri sebagaimana penjual yang tidak boleh membeli barangnya sendiri.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ibnu Hazm tidak sependapat dengan Imam Syafi\u2019I dan Abu Dawud, ia mengatakan bahwa kalau masalah ini diqiyaskan dengan seorang penjual tidak boleh membeli barangnya sendiri adalah suatu pendapat yang tidak benar. Sebab jika seorang dikuasakan untuk menjual suatu barang kali membelinya sendiri, asal ia tidak melalaikan maka hukumnya diperbolehkan.<\/p>\n<p>Sumber: academia.edu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hadis Pertama: Artinya: \u201cHadis Abu Hurairah, bahwasanya Nabi Saw bersabda: \u201cJanda tidak bisa dinikahkan sehingga ia diminta persetujuannya, dan gadis tidak bisa dinikahkan sehingga ia&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[508],"class_list":["post-27308","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-pernikahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27308"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27308\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}