{"id":27178,"date":"2022-11-18T10:32:21","date_gmt":"2022-11-18T03:32:21","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27178"},"modified":"2022-11-18T10:32:21","modified_gmt":"2022-11-18T03:32:21","slug":"zakat-fitrah-dalil-dan-ketentuannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zakat-fitrah-dalil-dan-ketentuannya\/","title":{"rendered":"Zakat fitrah : Dalil dan Ketentuannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\">Zakat fitrah dilihat dari komposisi kalimat yang membentuknya terdiri dari kata \u201czakat\u201d dan \u201cfitrah\u201d. Zakat secara umum sebagaimana dirumuskan oleh banyak ulama\u2019 bahwa dia merupakan hak tertentu yang diwajibkan oleh Allah terhadap harta kaum muslimin menurut ukuran-ukuran tertentu (nishab dan khaul) yang diperuntukkan bagi fakir miskin dan para mustahiq lainnya sebagai tanda syukur atas nikmat Allah swt. Dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, serta untuk membersihkan diri dan hartanya. Dengan kata lain, zakat merupakan kewajiban bagi seorang muslim yang berkelebihan rizki untuk menyisihkan sebagian dari padanya untuk diberikan kepada saudara-saudara mereka yang sedang kekurangan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sabda Rasulullah saw,:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cBarang siapa membayar fitrah sebelum shalat, maka itu adalah zakat yang makbul, akan tetapi barang siapa membayarnya sesudah shalat Id maka merupakan shadaqah biasa.\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, fitrah dapat diartikan dengan suci sebagaimana hadits Rasul \u201c<em>kullu mauludin yuladu ala al fitrah\u201d<\/em>\u00a0(setiap anak Adam terlahir dalam keadaan suci) dan bisa juga diartikan juga dengan ciptaan atau asal kejadian manusia.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dari pengertian di atas dapat ditarik dua pengertian tentang zakat fitrah. Pertama, zakat fitrah adalah zakat untuk kesucian. Artinya, zakat ini dikeluarkan untuk mensucikan orang yang berpuasa dari ucapan atau perilaku yang tidak ada manfaatnya. Kedua, zakat fitrah adalah zakat karena sebab ciptaan. Artinya bahwa zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap orang yang dilahirkan ke dunia ini. Oleh karenanya zakat ini bisa juga disebut dengan zakat badan atau pribadi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Zakat fitrah ialah zakat pribadi yang harus dikeluarkan pada hari raya fitrah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Seperti hadits Nabi saw.:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cRasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah guna menyucikan orang yang berpuasa dari ucapan dan perbuatan yang tidak baik dan guna makanan bagi para miskin.\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Yang wajib dizakati :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Untuk dirinya sendiri; tua,muda,baik laki- laki maupun perempuan<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang yang hidup dibawah tanggungannya<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201dDari ibnu Umar ra,berkata ia: telah bersabda Rasulullah saw: Bayarlah zakat fithrah orang \u2013orang yang menjadi tanggunganmu.\u201d<\/em>\u00a0(HR.Daruquthni dan Baihaqi).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Syarat-syarat wajib zakat fithrah :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Islam<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Mempunyai kelebihan makanan untuk sehari semalam bagi seluruh keluarga pada waktu terbenam matahari dari penghabisan bulan ramadhan<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang yang bersangkutan hidup dikala matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Zakat yang perlu dikeluarkan :<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Zakat fithrah untuk tiap- tiap jiwa 1sha = 2,305 kg dibulatkan menjadi 2,5 kg dari beras atau lainnya yang menjadi makanan pokok bagi penduduk negeri.Lebih utama dikeluarkan sebelum shalat \u2019Idul Fithri. Boleh juga dikeluarkan semenjak permulaan bulan Ramadhan sebagai ta\u2019jil\u00a0 Seperti yang tercantum dalam hadits nabi yaitu:<br \/>\nDari Ibnu Umar ra, ia berkata: Rasulullah Saw telah mewajibkan zakat fithrah dengan kurma satu sha atau dengan sya\u2019ir satu sha atas hamba sahaya, orang merdeka, laki-laki,perempuan, anak-anak, orang tua, dari golongan kaum muslimin dan beliau menyuruh zakat fithrah itu ditunaikan sebelum orang-oranng keluar(selesai) shalat \u2019Ied Muttafaq \u2019alaih Dan dalam riwayat Ibnu \u2019Ady dan Daraquthni dengan sanad yang lemah:\u00a0<em>\u201d Cukuplah mereka (orang \u2013orang miskin) jangan sampai berkeliling (mencari nafkah) pada hari itu (hari raya).<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Untuk zakat fithrah dari seorang yang makanan pokoknya beras tidak boleh dikeluarkan zakat dari jagung ,walaupun jagung termasuk makanan pokok tetapi, jagung nilainya lebih rendah dari pada beras.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dilihat dari aspek dasar penentuan kewajiban antara zakat fitrah dan zakat yang lain ada perbedaan yang sangat mendasar. Zakat fitrah merupakan kewajiban yang bersumber pada keberadaan pribadi-pribadi (badan), sementara zakat-zakat selain zakat fitrah adalah kewajiban yang diperuntukkan karena keberadaan harta. Meskipun dalam hal pendistribusian zakat fitrah terdapat perbedaan pendapat, yakni antara yang memperbolehkan dibagikan kepada seluruh ashnaf yang delapan dan antara yang hanya memperbolehkan kepada fakir dan miskin, akan tetapi apabila dilihat dari maqashid al syari\u2019ah atau berbagai pertimbangan logis disyariatkannya zakat fitrah, maka tampak bahwa yang paling mendekati ke arah sana adalah pendapat yang hanya mengkhususkan zakat fitrah kepada fakir dan miskin.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Amil zakat fitrah sebagaimana lazim disebut orang tidak bisa dikategorikan ke dalam amil zakat. Sebab, panitia zakat fitrah hanya bersifat temporer, sementara amil bersifat jangka panjang. Paniti zakat fitrah tidak bisa dijadikan sebagai sumber mata pencaharian sementara amil diorientasikan sebagai lapangan pekerjaan yang sekaligus menjadi mata pencaharian bagi mereka yang berkecimpung di sana.<\/p>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Al-Zuhayly, Wahbah. 1997.\u00a0<em>Zakat Kajian Berbagai Mazhab.\u00a0<\/em>Bandung: PT. Remaja Rosdakarya<\/li>\n<li>Moh. Rowi Latief &amp; A. Shomad Robith. 1987.\u00a0<em>Tuntunan Zakat Praktis<\/em>. Surabaya: Indah, 1987<\/li>\n<li>K.H.M. Syukri Ghozali,\u00a0<em>dkk<\/em>. 1997.\u00a0<em>Pedoman Zakat 9 Seri<\/em>. Jakarta: Proyeksi Peningkatan Sarana Keagamaan Islam, Zakat dan Wakaf<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zakat fitrah dilihat dari komposisi kalimat yang membentuknya terdiri dari kata \u201czakat\u201d dan \u201cfitrah\u201d. Zakat secara umum sebagaimana dirumuskan oleh banyak ulama\u2019 bahwa dia merupakan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-27178","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27178","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27178"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27178\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}