{"id":27152,"date":"2022-11-18T10:09:15","date_gmt":"2022-11-18T03:09:15","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=27152"},"modified":"2022-11-18T10:09:15","modified_gmt":"2022-11-18T03:09:15","slug":"etika-bisnis-islam-konsep-dasar-sistem-dan-perbandingannya-dengan-etika-umum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/etika-bisnis-islam-konsep-dasar-sistem-dan-perbandingannya-dengan-etika-umum\/","title":{"rendered":"Etika Bisnis Islam : Konsep Dasar, Sistem dan Perbandingannya dengan Etika Umum"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/etika-bisnis-islam-konsep-dasar-sistem-dan-perbandingannya-dengan-etika-umum\/#Konsep_Dasar_Etika\" >Konsep Dasar Etika<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/etika-bisnis-islam-konsep-dasar-sistem-dan-perbandingannya-dengan-etika-umum\/#Bisnis_Pada_Umumnya_Dan_Islami\" >Bisnis Pada Umumnya Dan Islami<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/etika-bisnis-islam-konsep-dasar-sistem-dan-perbandingannya-dengan-etika-umum\/#Sistem_Etika_Islam\" >Sistem Etika Islam<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsep_Dasar_Etika\"><\/span><strong>Konsep Dasar Etika<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa konsep dasar yang berhubungan dengan etika. Masing-masing konsep tersebut memiliki arti berbeda, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Etika adalah norma manusia harus berjalan, bersikap sesuai nilai\/norma yang ada.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Moral merupakan aturan dan nilai kemanusiaan (<em>human conduct &amp; value)\u00a0<\/em>, seperti sikap, perilaku dan nilai.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Etika adalah tata karma\/sopan santun yang dianut oleh suatu masyarakat dalam kehidupannya.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Nilai adalah penetapan harga sesuatu sehingga sesuatu itu memiliki nilai yang terukur.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Moralitas adalah aturan yang bberhubungan dengan apakah sumber hokum selalu sesuai dengan moral?<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Hokum adalah ketentuan tentang apakah kegiatan yang tidak dilarang oleh hokum selalu sesuai dengan moral?<\/li>\n<\/ul>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bisnis_Pada_Umumnya_Dan_Islami\"><\/span><strong>Bisnis Pada Umumnya Dan Islami<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bisnis adalah sebuah aktivitas yang mengarah pada peningkatan nilai tambah melalui proses penyerahan jasa, perdagangan atau pengolahan barang (produksi). Dalam terminology bahasan ini, pembiayaan merupakan pendanaan, baik aktif maupun pasif, yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan kepada nasabah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Sedangkan bisnis merupakan aktivitas berupa jasa, perdagangan dan industry guna memaksimalkan nilai keuntungan<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sementara Anoraga &amp; Soegiastuti (1996) mendefinisikan bisnis sebagai aktivitas jual beli barang jasa. Straub &amp; Attner (1994) mendefinisikan bisnis adalah suatu organisasi yang menjalankan aktivitas produk dan penjualan barang dan jasa\u00a0\u00a0akhirnya yang diinginkan oleh konsumen untuk memperoleh profit.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Menurut Issa Rafiq Beekun, etika dapat didefinisikan sebagai seperangkat prinsip moral yang membedakan yang baik dari\u00a0\u00a0yang buruk. Etika adalah bidang ilmu yang bersifat normative karena ia berperan menentukan apa yang harus dilakukan atau tidak dilakukan oleh seseorang individu. Etika bisnis, kadangkala merujuk kepada etika manajemen atau etika organisasi, yang secara sederhana membatasi kerangka acuannya kepada konsepsi sebuah organisasi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam islam, istilah yang paling dekat berhubungan dengan istialh etika di dalam al-Qur\u2019an adalah\u00a0<em>khuluq.\u00a0<\/em>Al-Qur\u2019an juga mempergunakan sejumlah istilah lain untuk menggambarkan konsep tentang kebaikan yaitu\u00a0<em>khayr\u00a0<\/em>(kebaikan),\u00a0<em>birr\u00a0<\/em>(kebenaran),\u00a0<em>qist\u00a0<\/em>(persamaan),\u00a0<em>\u2018adl\u00a0<\/em>(kesetaraan dan keadilan),\u00a0<em>haqq\u00a0<\/em>(kebenaran dan kebaikan),\u00a0<em>ma\u2019ruf\u00a0<\/em>(mengetahui dan menyetujui), dan\u00a0<em>taqwa\u00a0<\/em>(ketakwaan). Tindakan yang terpuji disebut sebagai\u00a0<em>salihat\u00a0<\/em>dan tindakan yang tercela disebut sebagai\u00a0<em>sayyi\u2019at.<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Adapun terma yang berhubungan dengan etika dalam al-Qur\u2019an yang secara langsung adalah\u00a0<em>al-khuluq. Al-khuluq\u00a0<\/em>dari kata dasar\u00a0<em>khaluqa-khuluqan,\u00a0<\/em>yang berarti tabi\u2019at, budi pekerti, kebiasaan, kesatriaan, keprawiraan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Kata dasar\u00a0<em>khuluq\u00a0<\/em>\u00a0yaitu\u00a0<em>khaluqa\u00a0<\/em>\u00a0sangat berdekatan sekali dengan kata dasar\u00a0<em>khalaqa-khalaqan\u00a0<\/em>\u00a0yang berarti menjadikan, menciptakan.Di dalam al-Qur\u2019an kata\u00a0<em>khuluq\u00a0<\/em>\u00a0ini disebut dua kali yaitu pada surat al-Qalam[(68):4], dalam pengertian berbudi pekerti yang luhur.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>\u201cDan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Makna berbudi pekerti yang luhur inilah yang dimaksud dengan akhlak. Adapun kata akhlak sendiri terambil secara jelas dari hadits Nabi yang terkenal, yang artinya\u00a0<em>\u00a0\u201cSesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Ayat keempat pada surat al-Qalam diatas menegaskan bahwa Allah telah menjadikan nabi Muhammad mempunyai rasa malu, mulia hati, pemberani, penyabar dan segala akhlak yang mulia. Digambarkan oleh Siti Aisyah bahwa akhlak Nabi adalah al-Qur\u2019an yang berjalan. Mempunyai kasih sayang terhadap manusia, menjalankan sikap pemaaf, menyeru untuk mengerjakan yang makruf dan berpaling dari orang-orang yang bodoh. Ayat ini juga mengisyarakat bahwa akhlak yang mulia tidak akan berada bersama kegilaan. Semakin baik akhlak manusia, maka kan semakin jauh dari kegilaan. Dari sisi historis-sosiologis, ayat ini mengandung bantahan atas tuduhan sikap gila, karena secara menurut pandangan historis-sosiologis(<em>asbabunnuzul)<\/em>\u00a0ayat sebelumnya, yaitu ayat 2, dijelaskan bahwa orang kafir menuduh nabi sebagai orang gila, bahkan sebagai syaitan. Di dalam\u00a0<em>asbabunnuzul<\/em>, ayat ke-4 dijelaskan bahwa akhlak Nabi tidak ada yang melebihinya. Apabila seorang memanggilnya baik ia sahabat, keluarga atau isi rumahnya, beliau selalu menjawab \u201c<em>labbaik\u201d.\u00a0<\/em>Dengan demikian ayat ini menegaskan bahwa Nabi berakhlak terpuji.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam tradisi pemikiran Islam dari kata\u00a0<em>khuluq\u00a0<\/em>\u00a0ini kemudian lebih dikenal dengan tema\u00a0<em>akhlak,\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>al-falsafah al-adabiyyah.\u00a0<\/em>\u00a0Menurut Ahmad Amin akhlak adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia kepada lainnya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat. Atau merupakan gambaran rasional mengenai hakikat dan dasar perbuatan dan keputusan yang benar serta prinsip-prinsip yang menentukan klaim bahwa perbuatan dan keputusan tersebut secara moral diperintahkan dan dilarang.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Karena adanya pengertian\u00a0<em>khuluq-akhlak<\/em>\u00a0yang pada intinya merupakan gambaran atau studi kritis tentang perilaku manusia dari sudut pandang kebaikan dan keburukan, maka etika al-Qur\u2019an dapat dikembangkan dari terma-terma yang terkait langsung dengan ruang lingkup akhlak. Terma-terma yang dimksud misalnya,\u00a0<em>al-khair, al-birr, al-qist, al-adl, al-haqq, al-ma\u2019ruf, at-taqwa, ash-shalihat, as-syayyi\u2019att, asy-syar\u00a0<\/em>dan lain-lain. Hal ini pula yang telah dilakukan . oleh golongan yang mengembangkan tipologi etika Islam moralitas scriptural.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Etika al-Qur\u2019an mempunyai sifat humanistic dan rasionalistik. Humanistic dalam pengertian mengarahkan manusia pada pencapaian hakikat kemanusiaan yang tertinggi dan tidak bertentangan dengan fitrah manusia itu sendiri. Sebaliknya bersifat rasionalistik bahwa semua pesan-pesan yang di ajarkan al-Qur\u2019an terhadap manusia sejalan dengan prestasi rasionalitas manusia yang tertuang dalam karya-karya para filosof. Pesan-pesan al-Qur\u2019an seperti ajakan kepada kebenaran, keadilan, kejujuran, kebersihan, meghormati orang tua, bekerja keras, cinta ilmu semuanya tidak ada yang berlawanan dengan kedua sifat diatas.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dari penjelaskan di atas dapat disimpulkan bahwa secara normative, etika dalam al-Qur\u2019an belum memperlihatkan sebagai suatu struktur yang berdiri sendiri dan terpisah dari struktur lainnya, sebagaimana terpahami dari ilmu akhlak struktur etika dalam al-Qur\u2019an lebih banyak menjelaskan tentang nilai-nilai kebaikan dan kebenaran baik pada tataran niat atau ide hingga perilaku dan perangai. Hal ini lebih tegas lagi bila dilihat dari penggambaran sikap dan perilaku Nabi Muhammad yang disebut al-Qur\u2019an sebagai yang memiliki akhlak yang agung. Keberadaan nilai-nilai ini bersifat terbuka, menjelajah memasuki semua lini bidang kehidupan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian etika bisnis dalam al-Qur\u2019an dari sudut pandang ini, tidak hanya dapat dilihat dari aspek etika secara parsial, akrena bsinis pun dalam pandangan al-Qur\u2019an telah menyatu dengan nilai-nilai etika itu sendiri. Al-Qur\u2019an secara jelas menggambarkan perilaku-perilaku bisnis yang tidak etis, yang dapat ditelusuri dari muara kebatilan dalam bisnis.<\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sistem_Etika_Islam\"><\/span><strong>Sistem Etika Islam<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pembahasan diatas, sejumlah parameter kunci system etika Islam telah terungkap, dan dapat dirangkum sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Berbagai tindakan ataupun keputusan disebut etis bergantung pada niat individu yang melakukannya. Allah Maha Kuasa dan mengetahui apapun niat kita sepenuhnya dan secara sempurna.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Niat baik yang diikuti tindakan yang baik akan dihitung sebagai ibadah. Niat yang halal tidak dapat mengubah tindakan yang haram menjadi halal.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Islam memberikan kebebasan kepada individu untuk percaya dan bertindak berdasarkan apapun keinginannya, namun tidak dalam hal tanggungjawab dan keadilan.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Percaya kepada Allah SWT member individu kebebasan sepenuhnya dari hal apapun atau siapapun kecuali Allah.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Keputusan yang menguntungkan kelompok mayoritas ataupun minoritas tidak secara langsung berarti bersifat etis dalam dirinya. Etika bukanlah permainan mengenai jumlah.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Islam mempergunakan pendekatan terbuka terhadap etika, bukan sebagai system yang tertutup, dan berorientasi diri sendiri. Egoisme tidak mendapat tempat dalam ajaran Islam.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Keputusan etis harus didasarkan pada pembacaan secara bersama-sama antara al-Qur\u2019an dan alam semesta.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\">Tidak seperti system etika yang diyakini banyak agama lain, Islam mendorong umat manusia untuk melaksanakan\u00a0<em>tazkiyah\u00a0<\/em>melalui partisipasi aktif dalam kehidupan ini. Dengan berprilaku secara etis di tengah godaan ujian dunia, kaum Muslim harus mampu membuktikan ketaatannya kepada Allah SWT.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Yusanto Dan Wijayakusuma. 2002.\u00a0 <em>Mengggagas Bisnis Islam<\/em>. Gema Insane Press. Jakarta<\/li>\n<li>Muhammad &amp; Alimin. 2004.\u00a0<em>Etika &amp; Perlindungan Konsumen Dalam Ekonomi Islam.\u00a0<\/em>BPFE. Yogyakarta<\/li>\n<li>Hermawan Kartajaya &amp; Muhammad Syakir Sula. 2006.\u00a0<em>Syariah Marketing<\/em>. Mizan. Jakarta<\/li>\n<li>\u00a0Fakhri, Madjis. 1996.\u00a0<em>Etika Dalam Islam<\/em>. Pustaka Pelajar Dan Pusat Studi Islam UMS. Yogyakarta<\/li>\n<li>Muslich. 1998.\u00a0<em>Etika Bisnis Pendekatan Substantif &amp; Fungsional<\/em>. Ekonisia. Yogyakarta<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsep Dasar Etika Ada beberapa konsep dasar yang berhubungan dengan etika. Masing-masing konsep tersebut memiliki arti berbeda, yaitu: Etika adalah norma manusia harus berjalan, bersikap&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-27152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27152"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27152\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}