{"id":26832,"date":"2022-11-16T16:59:30","date_gmt":"2022-11-16T09:59:30","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26832"},"modified":"2022-11-16T16:59:30","modified_gmt":"2022-11-16T09:59:30","slug":"beberapa-keutamaan-abdurrahman-bin-auf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/beberapa-keutamaan-abdurrahman-bin-auf\/","title":{"rendered":"Beberapa keutamaan Abdurrahman bin Auf"},"content":{"rendered":"<ol>\n<li>Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat awal, yaitu yang Beliau bersyahadah 2 hari setelah Abu Bakar.<\/li>\n<li>Abdurrahman bin Auf termasuk salah satu dari enam orang yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab untuk memilih khalifah<\/li>\n<li>Abdurrahman bin Auf seorang mufti yang dipercaya oleh Rasulullah Saw.untuk berfatwa di Madinah padahal Rasulullah masih hidup.<\/li>\n<li>Abdurrahman bin Auf terlibat dalam perang Badar bersama Rasulullah Saw.dan menewaskan musuh-musuh Allah. Beliau juga terlibat dalam perang Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan di sisi Rasulullah ketika tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan peperangan. Dari peperangan ini ada sembilan luka parah ditubuhnya dan dua puluh luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak jari. Perang ini juga menyebabkan luka dikakinya sehingga Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan cedal.<\/li>\n<li>Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar. Atas sedeqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah yang berbunyi, \u201cSemoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu, terhadap harta yang kamu berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu.\u201d Do\u2019a ini kemudian benar-benar terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf berikutnya.<\/li>\n<li>Ketika Rasullullah membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang lagi dilanda musim panas, Abdurrahman bin Auf mempeloporinya dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah , \u201cSepertinya Abdurrahman berdosa terhadap keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya.\u201dMendengar ini, Rasulullah Saw. bertanya pada Abdurrahman bin Auf, \u201cApakah kamu meninggalkan uang belanja untuk istrimu?\u201d \u201cYa!\u201d jawab Abdurrahman, \u201cMereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan.\u201d \u201cBerapa?\u201d Tanya Rasulullah \u201cSebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.\u201d Jawabnya.<\/li>\n<li>Setelah Rasulullah Saw.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mukminin (para istri Rasulullah Saw).<\/li>\n<li>Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah dagangnya kepada penduduk Madinah, padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 ekor onta yang memenuhi jalan-jalan kota<\/li>\n<li>Abdurrahman bin Auf juga menyantuni para pejuang perang<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat awal, yaitu yang Beliau bersyahadah 2 hari setelah Abu Bakar. Abdurrahman bin Auf termasuk salah satu&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-26832","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26832"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26832\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}