{"id":2683,"date":"2025-02-05T06:40:49","date_gmt":"2025-02-04T23:40:49","guid":{"rendered":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/?p=2683"},"modified":"2025-02-05T06:40:49","modified_gmt":"2025-02-04T23:40:49","slug":"diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/","title":{"rendered":"Diskriminasi Rasial dan Etnis di Masyarakat Modern"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Pengertian_Diskriminasi_Rasial_dan_Etnis\" >Pengertian Diskriminasi Rasial dan Etnis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Sejarah_Diskriminasi_Rasial_dan_Etnis\" >Sejarah Diskriminasi Rasial dan Etnis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Manifestasi_Diskriminasi_Rasial_dan_Etnis\" >Manifestasi Diskriminasi Rasial dan Etnis<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Diskriminasi_dalam_Pendidikan\" >Diskriminasi dalam Pendidikan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Diskriminasi_dalam_Dunia_Kerja\" >Diskriminasi dalam Dunia Kerja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Diskriminasi_dalam_Akses_Kesehatan\" >Diskriminasi dalam Akses Kesehatan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Diskriminasi_dalam_Kehidupan_Sehari-hari\" >Diskriminasi dalam Kehidupan Sehari-hari<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Faktor_Penyebab_Diskriminasi_Rasial_dan_Etnis\" >Faktor Penyebab Diskriminasi Rasial dan Etnis<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Stereotip_dan_Prasangka\" >Stereotip dan Prasangka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Ketakutan_terhadap_Perbedaan\" >Ketakutan terhadap Perbedaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Sejarah_dan_Struktur_Kekuasaan\" >Sejarah dan Struktur Kekuasaan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Dampak_Diskriminasi_Rasial_dan_Etnis\" >Dampak Diskriminasi Rasial dan Etnis<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Dampak_Sosial\" >Dampak Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Dampak_Ekonomi\" >Dampak Ekonomi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Dampak_Psikologis\" >Dampak Psikologis<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Upaya_Mengatasi_Diskriminasi_Rasial_dan_Etnis\" >Upaya Mengatasi Diskriminasi Rasial dan Etnis<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Pendidikan_dan_Kesadaran\" >Pendidikan dan Kesadaran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Kebijakan_dan_Peraturan\" >Kebijakan dan Peraturan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Aktivisme_Sosial\" >Aktivisme Sosial<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/diskriminasi-rasial-dan-etnis-di-masyarakat-modern\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Diskriminasi rasial dan etnis telah menjadi masalah sosial yang terus ada di berbagai belahan dunia. Di masyarakat modern, di mana nilai-nilai kesetaraan dan hak asasi manusia semakin diperjuangkan, praktik diskriminasi ini masih tetap ada dalam berbagai bentuk.<\/p>\n<p>Diskriminasi rasial dan etnis terjadi ketika seseorang atau kelompok diperlakukan secara tidak adil karena ras atau etnis mereka, yang berakibat pada ketidaksetaraan dalam kesempatan, perlakuan, dan hak-hak dasar mereka.<\/p>\n<p>Masalah ini melibatkan banyak faktor, seperti sejarah kolonialisme, stereotip sosial, dan kebijakan diskriminatif yang berakar dari ketidaktahuan serta ketakutan terhadap perbedaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Diskriminasi_Rasial_dan_Etnis\"><\/span>Pengertian Diskriminasi Rasial dan Etnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Diskriminasi rasial merujuk pada perlakuan tidak adil yang diberikan kepada individu atau kelompok berdasarkan ras mereka. Sementara itu, diskriminasi etnis lebih berfokus pada perlakuan yang berbeda berdasarkan identitas etnis seseorang, yang bisa berkaitan dengan asal-usul budaya, bahasa, atau tradisi. Walaupun kedua istilah ini sering digunakan secara bersamaan, keduanya memiliki nuansa yang berbeda, meskipun pada kenyataannya keduanya sering kali saling terkait.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_Diskriminasi_Rasial_dan_Etnis\"><\/span>Sejarah Diskriminasi Rasial dan Etnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Diskriminasi rasial dan etnis memiliki akar yang dalam dalam sejarah manusia. Selama berabad-abad, kekuasaan kolonial Eropa dan sistem feodal memfasilitasi pemisahan kelompok berdasarkan ras dan etnis. Dalam banyak kasus, kelompok yang dianggap lebih rendah secara rasial atau etnis diperlakukan sebagai warga negara kelas dua, terpinggirkan dari peluang ekonomi, pendidikan, dan sosial.<\/p>\n<p>Di Amerika Serikat, misalnya, segregasi rasial yang berlaku pasca-perbudakan mengarah pada kebijakan diskriminatif seperti undang-undang Jim Crow yang memperkuat perbedaan perlakuan berdasarkan warna kulit. Begitu pula di negara-negara pasca-kolonial, diskriminasi etnis terus berlangsung meski tidak lagi berada di bawah kekuasaan penjajah. Ketegangan rasial dan etnis yang diwariskan dari zaman kolonial sering kali bertahan lama setelah kemerdekaan diperoleh.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manifestasi_Diskriminasi_Rasial_dan_Etnis\"><\/span>Manifestasi Diskriminasi Rasial dan Etnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Diskriminasi_dalam_Pendidikan\"><\/span>Diskriminasi dalam Pendidikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Di banyak negara, diskriminasi rasial dan etnis sangat jelas terlihat dalam sektor pendidikan. Anak-anak dari kelompok rasial atau etnis tertentu sering kali mendapatkan akses pendidikan yang lebih buruk, fasilitas yang lebih sedikit, dan kurikulum yang kurang relevan. Hal ini memengaruhi kualitas pendidikan yang mereka terima dan memperlebar kesenjangan sosial di masa depan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Diskriminasi_dalam_Dunia_Kerja\"><\/span>Diskriminasi dalam Dunia Kerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam dunia kerja, diskriminasi rasial dan etnis juga sangat nyata. Banyak individu dari kelompok tertentu sering kali menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan, promosi, atau penghargaan yang setara dengan kolega mereka yang berasal dari kelompok rasial atau etnis yang dianggap dominan. Hal ini dapat dilihat dalam ketidaksetaraan upah, representasi yang rendah dalam posisi manajerial, serta perasaan tidak dihargai di tempat kerja.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Diskriminasi_dalam_Akses_Kesehatan\"><\/span>Diskriminasi dalam Akses Kesehatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Diskriminasi rasial dan etnis juga terjadi dalam sistem kesehatan, di mana kelompok tertentu cenderung mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan yang berkualitas. Perbedaan ini tercermin dalam tingkat kematian yang lebih tinggi, prevalensi penyakit yang lebih tinggi, serta kualitas perawatan yang berbeda-beda berdasarkan ras atau etnis.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Diskriminasi_dalam_Kehidupan_Sehari-hari\"><\/span>Diskriminasi dalam Kehidupan Sehari-hari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Diskriminasi rasial dan etnis tidak hanya terjadi dalam institusi besar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk perlakuan buruk dalam interaksi sosial, kekerasan berbasis ras atau etnis, serta stereotip yang melekat pada individu atau kelompok tertentu. Fenomena ini sering terlihat dalam berbagai bentuk, seperti penghinaan rasial, pengecualian sosial, dan perlakuan tidak adil oleh aparat penegak hukum.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_Penyebab_Diskriminasi_Rasial_dan_Etnis\"><\/span>Faktor Penyebab Diskriminasi Rasial dan Etnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Stereotip_dan_Prasangka\"><\/span>Stereotip dan Prasangka<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Stereotip rasial dan etnis merupakan salah satu faktor utama yang mendorong terjadinya diskriminasi. Stereotip ini dibentuk oleh pandangan masyarakat yang simplistik dan tidak berdasarkan pada fakta, sehingga menyebabkan prasangka yang mendalam terhadap individu atau kelompok tertentu. Sebagai contoh, stereotip negatif terhadap kelompok etnis tertentu dapat membentuk persepsi bahwa mereka kurang cakap atau tidak dapat dipercaya, meskipun kenyataannya tidak demikian.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketakutan_terhadap_Perbedaan\"><\/span>Ketakutan terhadap Perbedaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ketakutan terhadap perbedaan budaya dan ras juga menjadi salah satu pendorong diskriminasi. Ketika kelompok dominan merasa ancaman terhadap identitas atau budaya mereka, mereka cenderung memandang kelompok yang berbeda sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau inferior. Hal ini mendorong terciptanya sikap intoleran yang berujung pada diskriminasi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sejarah_dan_Struktur_Kekuasaan\"><\/span>Sejarah dan Struktur Kekuasaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sejarah panjang penindasan dan ketidakadilan yang dialami oleh kelompok tertentu berperan besar dalam melanggengkan praktik diskriminasi. Struktur kekuasaan yang timpang dan tidak adil sering kali menguntungkan kelompok mayoritas atau dominan dan menindas kelompok yang lebih kecil. Oleh karena itu, meskipun peraturan hukum telah berubah untuk melindungi kelompok yang terpinggirkan, ketidaksetaraan yang tertanam dalam struktur sosial masih dapat bertahan lama.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Diskriminasi_Rasial_dan_Etnis\"><\/span>Dampak Diskriminasi Rasial dan Etnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Sosial\"><\/span>Dampak Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Diskriminasi rasial dan etnis menciptakan kesenjangan sosial yang dalam antara kelompok yang terdiskriminasi dan yang tidak. Ketidakadilan ini memperburuk polarisasi dalam masyarakat dan menghambat terciptanya hubungan yang harmonis antara berbagai kelompok sosial. Selain itu, diskriminasi dapat menyebabkan isolasi sosial bagi individu atau kelompok yang terpinggirkan, memperburuk rasa ketidakamanan dan ketidakpercayaan dalam masyarakat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Ekonomi\"><\/span>Dampak Ekonomi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Secara ekonomi, diskriminasi rasial dan etnis menghambat potensi individu atau kelompok untuk berkontribusi pada perekonomian negara. Kesempatan kerja yang terbatas, pendidikan yang tidak merata, serta ketidaksetaraan upah berdampak buruk pada penghasilan dan taraf hidup kelompok yang terdiskriminasi. Dampak ini juga mengurangi produktivitas nasional dan meningkatkan ketimpangan ekonomi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Psikologis\"><\/span>Dampak Psikologis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dari sisi psikologis, diskriminasi rasial dan etnis dapat menyebabkan stres, depresi, dan gangguan mental lainnya bagi individu yang mengalaminya. Rasa terpinggirkan dan diterima hanya setengah hati oleh masyarakat bisa menghancurkan rasa harga diri seseorang. Hal ini memengaruhi kesehatan mental jangka panjang mereka.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Upaya_Mengatasi_Diskriminasi_Rasial_dan_Etnis\"><\/span>Upaya Mengatasi Diskriminasi Rasial dan Etnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendidikan_dan_Kesadaran\"><\/span>Pendidikan dan Kesadaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pendidikan menjadi salah satu alat yang paling efektif untuk mengatasi diskriminasi rasial dan etnis. Dengan mengedukasi masyarakat tentang keberagaman budaya, pentingnya toleransi, dan menghormati hak asasi manusia, kita bisa mengurangi ketakutan dan prasangka yang menyebabkan diskriminasi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kebijakan_dan_Peraturan\"><\/span>Kebijakan dan Peraturan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pemerintah dan lembaga internasional perlu memberlakukan kebijakan yang memastikan kesetaraan hak bagi setiap individu tanpa memandang ras atau etnis. Ini bisa berupa undang-undang anti-diskriminasi, perlindungan terhadap hak minoritas, serta program affirmative action yang memberikan kesempatan yang lebih besar bagi kelompok terpinggirkan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aktivisme_Sosial\"><\/span>Aktivisme Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Gerakan-gerakan sosial yang memperjuangkan hak-hak minoritas memainkan peran penting dalam menanggulangi diskriminasi rasial dan etnis. Aktivisme ini dapat meningkatkan kesadaran publik, mendorong perubahan kebijakan, serta menginspirasi orang-orang untuk berjuang melawan ketidakadilan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Diskriminasi rasial dan etnis tetap menjadi masalah global yang menuntut perhatian serius di masyarakat modern. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, tantangan tetap ada. Dengan kesadaran, pendidikan, dan kebijakan yang tepat, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan menghargai keberagaman. Menghormati hak setiap individu tanpa memandang ras atau etnis adalah langkah penting untuk mencapai perdamaian sosial yang sejati.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diskriminasi rasial dan etnis telah menjadi masalah sosial yang terus ada di berbagai belahan dunia. Di masyarakat modern, di mana nilai-nilai kesetaraan dan hak asasi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-soshum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2683"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2684,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2683\/revisions\/2684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}